--> Pupuk Lahan : media tanam | Simple SEO Optimized Blogger Theme
Tampilkan postingan dengan label media tanam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label media tanam. Tampilkan semua postingan

20 Agustus 2020

Media Tanam Tanaman Hias Indoor Ini, Bikin ‘Si Jelita’ Betah di Ruangan

Media Tanam Tanaman Hias Indoor Ini, Bikin ‘Si Jelita’ Betah di Ruangan

 

Media tanam tanaman hias indoor mesti diracik dengan baik. Sebab, bahan dan komposisi media tanam akan menentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman hias tersebut.


media tanam tanaman hias indoor
Media Tanam Tanaman hias dalam ruangan

Selain berguna untuk menunjang pertumbuhan, media tanam tanaman hias indoor yang tepat akan meringankan beban kita dalam merawat, terutama dalam hal penyiraman.

Anda mungkin cukup mengerti dengan tanaman hias indoor. Tanaman ini merupakan tanaman hias yang ‘tidak manja.’ Ia ‘betah’ dan mau tumbuh ketika ditempatkan dalam ruangan meskipun minimnya cahaya atau tidak terkena sinar matahari langsung,

Walaupun ‘si jelita’ mampu bertahan hidup dalam ruangan, bukan berarti kita bebas menanam tanaman hias dalam media apapun. Tanaman hias indoor atau tanaman hias ruangan juga butuh media tanam atau media tumbuh yang sesuai untuk menunjang pertumbuhannya.


Jenis tanaman hias indoor

Sebelum kita melihat syarat dan bahan media tanam yang cocok, sekilas kita segarkan ingatan tentang jenis tanaman hias indoor sering menjadi pilihan untuk mempercantik interior.

Cukup banyak tanaman hias nan elok yang bisa ditempatkan dalam ruangan. Ada tanaman hias yang berbunga dan lumayan banyak tanaman hias indoor yang andalan keindahannya terpancar dari daunnya.

Beberapa jenis tanaman hias ruangan yang cukup kita kenal, misalnya lidah mertua, lili paris atau spider plant, sirih gading, peace lily, anthurium, kimunding atau fiddle leaf fig, rubber tree, anggrek, monstera, dan lainnya. Semua itu adalah ‘si cantik jelita’ yang bikin nuansa ruangan, baik ruangan di rumah, hotel, maupun kantor, semakin indah dan menyegarkan mata.

BACA Juga : 3 Alternatif Media Tanam Lidah Mertua Agar Tumbuh Subur

Bahkan, di tengah pandemi covid-19 atau tepatnya pada tahun 2020, ada satu jenis tanaman hias indoor yang cukup populer dan diburu pecinta tanaman hias, yaitu aglaonema atau chinese evergreen. Tanaman hias yang satu ini memiliki keindahan warna daun yang cukup menarik, indah, dan mempesona mata yang memandangnya.

Aneka jenis tanaman hias indoor tersebut, jika ditumbuhkan dalam media tanam yang cocok, akan tumbuh subur, tampil indah, dan berkilau. Sebaliknya, andai keliru membuat media tanam tanaman hias indoor, bisa kusam atau mungkin layu, dan bahkan bisa jadi akan merepotkan Anda setiap hari untuk menyiramnya.


Manfaat tanaman hias indoor

Apa manfaat dari tanaman hias indoor? Tanaman hias indoor ternyata bukan hanya untuk dekorasi atau mempercantik ruang tamu atau meja makan. Berikut ini beberapa manfaat tanaman hias ketika ditempatkan dalam ruangan.

  • Menyegarkan udara
  • Membersihkan udara ruangan dari polutan dan bakteri
  • Meningkatkan kelembaban udara ruangan
  • Menghilangkan stres
  • Menyegarkan mata
  • Menghadirkan keindahan dan menyejukkan
  • Dan sejumlah manfaat lainnya.


Syarat media tanam yang baik

Tanaman hias indoor sudah tentu ditanam dalam pot. Wadah demikian pasti sempit dan terbatas baik pergerakan akar, ketersediaan nutrisi, dan lainnya.

Oleh sebab itu, media tanam harus diracik sedemikian rupa sehingga dapat menunjang pertumbuhan tanaman hias yang hidup dan dibesarkan dalam pot.

Media tanam yang baik setidaknya haruslah mengandung unsur hara, poros, sirkulasi udara lancar, mampu mengikat air, steril dari jamur atau bakteri patogen, dan memiliki pH yang ideal.

Satu hal lagi, yaitu mampu menyangga tanaman alias tidak mudah roboh. Meskipun tampak sepele, tapi menjadi bagian penting dalam membuat media tanam.

Media tanam seperti tersebut di atas akan membuat tanaman hias indoor tumbuh subur, sehat, dan tidak perlu ‘dikasih minum’ setiap hari.

 

Bahan-bahan media tanam tanaman hias indoor

Banyak sekali bahan media tanam yang tersedia di sekitar kita. Bahan-bahan tersebut mesti diseleksi agar ketika dikombinasi satu sama lainnya, dapat membentuk media tanam tanaman hias indoor yang berkualitas. 


1. Tanah

Tanah dapat menjadi salah satu bahan campuran dalam membuat media tanam termasuk media tanam tanaman hias indoor. Apalagi digunakan tanah humus akan lebih bagus karena mengandung sejumlah unsur hara dan tentu saja gembur.

Kalau tidak ada tanah humus, boleh juga digunakan tanah kebun yang diambil dari lapisan atas (top soil). Tanah lapisan atas yang banyak mengadung unsur hara, bahan organik, dan tentu saja gembur.


2. Cocopeat

Cocopeat ini salah satu bahan campuran media tanam yang diproduksi dari serbuk sabut kelapa. Kalau tidak tersedia cocopeat produksi pabrikan, Anda bisa juga gunakan serbuk sabut kelapa buatan sendiri.

Keikutsertaan cocopeat ke dalam campuran media tanam, membuat tanaman hias indoor tidak mudah kering dan ‘kehausan.’ Dengan terjaganya kelembaban media tanam, penyerapan nutrisi berlangsung lancar. Bahkan, penyiraman pun dapat diatur jarak waktunya.


3.Arang Sekam

Arang sekam atau kadang orang menyebutnya sekam bakar, juga merupakan salah satu bahan campuran media tanam yang baik. Ringan, steril, dan tidak cepat lapuk, menjadikan arang sekam sering dipakai ketika membuat media tanam dalam pot.

BACA Juga : Cara Membuat Arang Sekam untuk Media Tanam Dalam 30 Menit Siap Pakai


media tanam arang sekam
Arang Sekam atau Sekam bakar

Tak hanya steril, sekam bakar dapat membentuk media tanam lebih poros, aeratif,  dan juga mengandung zat makanan yang dibutuhkan tanaman hias indoor.

Hindari menggunakan debu atau abu sekam. Abu sekam kadar garamnnya tinggi. Jika digunakan dapat mengganggu tanaman hias Anda karena dapat menyedot air dari sel-sel tanaman.


4.Kompos

Untuk memperkaya nutrisi dalam media tumbuh tanaman hias indoor, Anda bisa menambahnya pupuk kompos. Pupuk yang berasal dari dekomposisi sisa-sisa bagian tanaman atau hewan ini mengandung unsur hara makro dan mikro.


Cara meracik media tanam tanaman hias indoor

Meskipun semua bahan sudah tersedia, Anda tidak asal mencampur semua bahan untuk membuat media tanam. Buatlah media tanam dengan perbandingan atau komposisi bahan yang sesuai.

Sebelum membuat media tanam, sebaiknya rendam terlebih dulu arang sekam ke dalam air beberapa menit. Tujuannya agar air meresap dan tersimpan ke dalam pori-pori arang sekam.

Berikut ini cara membuat media tanam tanaman hias indoor

Siapkan tanah, cocopeat, arang sekam, dan kompos dengan perbandingan masing-masing bahan adalah 1:1:1/2 :1/2. Lebih jelasnya, 1 bagian tanah dicampur 1 bagian cocopeat, ½ bagian arang sekam, dan ½ bagian kompos.

Campurkan bahan tersebut secara merata, lalu masukkan ke dalam pot. Isikan pot terlebih dulu dengan media tanam sampai lebih kurang ½ bagian pot. Tanam tanaman hias, kemudian tambahkan lagi media tanam sampai semua akar tanaman tertutup.

Demikian sekilas tentang media tanam tanaman hias indoor. Media tanam seperti itu membuat tanaman hias indoor alias ‘si jelita’ tetap betah hidup dan selalu indah ketika di tempatkan di ruangan.

Semua bahan-bahan yang tersebut di atas tidaklah mutlak. Anda bisa menyesuaikan dengan jenis tanaman hias indoor atau bahan media tanam yang mudah terjangkau. Misalnya, sekam bakar bisa diganti dengan pasir malang, kompos dengan pupuk kandang, dan lainnya.

29 September 2019

Menyulap Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat dengan Tekhologi Sederhana untuk Kebutuhan Sendiri

Menyulap Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat dengan Tekhologi Sederhana untuk Kebutuhan Sendiri


pupuklahan.blogspot.com -- Cara Membuat Cocopeat – Ada banyak sekali bahan campuran media tanam. Salah satu diantaranya adalah cocopeat. Nah, bagi Sobat yang gemar bercocok tanam dalam pot, seperti menanam aglaonema, anggrek, dan lainnya, tidak harus membelinya. Sebab, cocopeat dapat Sobat buat sendiri dengan cara yang cukup mudah.
Sebetulnya cocopeat sudah banyak dipasarkan. Namun, karena diproduksi oleh industri yang sudah modern fasilitasnya, seperti memakai mesin pengurai sabut kelapa, maka tentu saja harga jualnya relatif mahal.
Selain itu, terkadang sulit mendapatkan cocopeat yang sudah jadi di toko pertanian. Atau, kalau cocopeat dipesan online, ongkos kirim tidak sebanding dengan harga cocopeat.

Cocopeat
Serbuk Sabut Kelapa Masih Bercambur Serat

Membuat cocopeat untuk sendiri
Karena itulah menjadi alasan kita untuk mencoba membuat cocopeat sendiri. Meskipun dalam mengolahnya nanti menggunakan teknologi atau alat-alat sederhana, namun cocopeat buatan sendiri tidak kalah kualitasnya.
Apalagi, kebutuhan cocopeat untuk media tanam mungkin tidak terlalu banyak, memproduksi sendiri lebih menguntungkan.

Cocopeat itu dari sabut coconut
Namun, sebelum menuju langkah-langkah bagaimana menyulap sabut kelapa menjadi cocopeat, sekilas kita lihat kembali apa itu sebenarnya cocopeat. Kadang-kadang orang sebetulnya tau bahannya, namun ketika dibilang cocopeat menjadi bingung dengan istilah keren itu.
Cocopeat merupakan serbuk dari sabut kelapa yang sudah diproses dengan ukuran yang relatif seragam. Jadi, sudah jelas, cocopeat asalnya dari bagian sabut coconut (kelapa) yang sudah tua.
Dengan kata lain, yang dipakai dari komponen sabut kelapa untuk menjadi cocopeat adalah serbuk yang halus/butiran kecil-kecil saja, sedangkan seratnya yang agak keras dipisahkan. Serat kasar itu. di industri pengolahan, menjadi bahan baku untuk menghasilkan produk lainnya lagi.

Sabut kelapa, 'mutiara' dalam lumpur
Tentu sekarang Sobat sudah bisa membayangkan betapa banyaknya limbah sabut kelapa yang belum dimanfaatkan di sekitar kita. Padahal, kulit buah kelapa bagian terluar itu merupakan 'mutiara' dalam lumpur. Baru berkilau dan berharga ketika kita cerdas memanfaatkannya.
Selain sebagai bahan bakar tradisional, sabut kelapa diambil seratnya untuk cocofiber. Kemudian coco fiber menjadi bahan baku kerajinan anyaman seperti tas, tali, kesek kaki, dan aneka produk lainnya. 
Dari sekian banyak potensi sabut kelapa itu, salah satunya dapat dijadikan bahan untuk campuran media tanam, yang kemudian dikenal dengan cocopeat.

Mengapa serbuk sabut kelapa yang sudah diolah menjadi salah satu pilihan untuk media tanam? Karena memang serbuk dari kulit coconut itu memiliki segudang kelebihannya.

Sisi lebih cocopeat untuk media tanam
Beberapa kelebihan cocopeat untuk media tanam, yaitu  mampu menyimpan air atau menjaga kelembaban media tanam, menjadikan media tanam poros dan aeratif, drainase bagus, ada kandungan unsur hara, sumber bahan organik, dan juga ada biofungisida, yaitu jamur trichoderma.
Karena kelebihannya itulah, maka banyak orang membuat cocopeat untuk berbagai tujuan. Ada yang membuat cocopeat untuk kebutuhan campuran media tanam stek.

BACA JUGA : Media Tanam Stek Batang yang Baik Agar Cepat Tumbuh Akar
Tidak sedikit juga yang membuat cocopeat sendiri untuk dipakai pada campuran media cangkok. Banyak juga yang sengaja mengolah sabut kelapa menjadi cocopeat untuk media tanam tanaman hias

Sebagiannya lagi mengolah sabut kelapa menjadi cocopeat untuk media tanam hidroponik. Dan, sederatan tujuan penggunaan cocopeat lainnya.

Persiapan membuat cocopeat
Berikut ini hal-hal yang perlu Sobat siapkan agar proses mengolah sabut kelapa menjadi cocopeat menjadi mudah dan lancar.

Sabut kelapa
Untuk menghasilkan cocopeat hasil olahan tangan sendiri, maka langkah pertama adalah siapkan dulu sebanyak-banyaknya sabut kelapa yang sudah tua. Sebaiknya yang sudah usang agar mudah lepas serbuk dan seratnya

Jadi, mulai sekarang, jangan dibakar lagi sabut kelapa atau dibuang tanpa berarti sama sekali.
Sabut kelapa dibelah-belah terlebih dahulu agar tidak saling lengket satu sama lainnya. Biasanya hasil kupasan buah kelapa itu terdapat beberapa keping sabut yang masih belum sempurna lepas. Sebab, para pengupas kelapa langsung mengambil isinya saja yang berupa batok berisi air dan mengabaikan sabutnya.

Sebaiknya, sabut kelapa tersebut dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran-kotoran seperti tanah atau noda lainnya. Jika sedikit sabar, rendam beberapa hari agar zat tanin dari sabut kelapa tercuci. Setelah itu, sabut kelapa dijemur kembali beberapa hari agar kering.


Alat Parutan
Kalau dalam industri modern, sabut kelapa diolah menjadi cocopeat menggunakan mesin pengurai. Tetapi, kita cukup menggunakan alat sederhana saja, praktis, dan ekonomis, yaitu alat parut atau parutan manual.
Lagi pula cocopeat yang kita butuhkan mungkin relatif sedikit, ya untuk kebutuhan beberapa pot tanam saja. Tentu ini dengan tekhnologi sederhana mampu menghasilkan serbuk kelapa yang kita harapkan. Paling kurang, untuk kebutuhan membuat media tanam sendiri.
Kalau mau cepat, Sobat bisa membeli parutan manual yang banyak dijual dipasar, seperti parutan manual berbahan stainless steel untuk memarut ubi atau kelapa. Namun, kalau punya waktu luang, Sobat bisa membuat sendiri parutan ini.

Menyulap Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat dengan Tekhologi Sederhana untuk Kebutuhan Sendiri

Cara membuat alat parutan manual untuk memarut sabut kelapa agar menjadi serbuk
  • Siapkan kayu balok sepanjang30-40 cm,lebar 5-7,5 cm, dan tebal 1-2 cm.  
  • Siapkan plat seng yang agak tebal (misalnya, kaleng susu bekas)
  • Seng dilubangi dengan paku (gunakan palu) sebanyak-banyaknya agak berdekatan
  • Pasang seng tersebut pada kayu dengan posisi mata parut yang tajam di bagian luar
  • Alat parut serbuk kelapa siap digunakan
Parutan cocopeat buatan sendiri
Alat parut sabut kelapa dari bahan
Kaleng susu bekas


Alat pelindung diri dari partikel sabut kelapa 
Agar lebih safety dalam merontokkan serbuk dari sabut kelapa, maka sebaiknya persiapkan diri Sobat dengan alat pelindung berupa masker pernafasan dan kaca mata. 
Gunakan masker pernafasan untuk menutupi mulut dan hidung agar terhindar dari percikan serbuk halus sabut kelapa. Selain masker, pakai juga kaca mata untuk melindungi mata dari masuknya debu atau serbuk kelapa. 

Dengan memakai alat pengaman tersebut, maka proses membuat cocopeat aman dan tidak menimbulkan resiko yang tidak kita inginkan.

Langkah-langkah membuat cocopeat
  • Siapkan alas atau lantai yang bersih
  • Ambil sabut kelapa satu persatu
  • Gosokkan sabut kelapa ke parutan atau bisa juga parutan yang digosok ke sabut kelapa agar serbuknya lepas dan terurai
  • Pisahkan serat-serat kasar yang bercampur dengan serbuk
  • Ayak dengan ayakan/saringan kalau mau ukuran serbuk sabut kelapa lebih seragam
  • Ambil serbuk sabut kelapa atau cocopeat buatan sendiri yang sudah jadi

Proses memarut kelapa
Proses Membuat Cocopeat dengan ALat Parut

Sobat dapat juga menguraikan sabut kelapa dengan alat pengurai buatan sendiri seperti Gambar di bawah ini. Gunakan salah satu alat yang kira-kira lebih mudah menurut Sobat.

Alat parut sabut kelapa
Memarut/mengurai sabut kelapa menjadi cocopeat
Sterilisasi cocopeat made in sendiri
Meskipun Sobat sudah selesai mengolah atau mengurai sabut kelapa menjadi serbuk sabut kelapa dengan ukuran yang halus dan sudah diayak, namun cocopeat itu perlu diproses lagi sebelum dipakai untuk media tanam.

Cocopeat

Ini Cocopeat yang Sudah Diayak


Agar cocopeat made in sendiri lebih steril dari jamur-jamur parasit, maka cocopeat dikukus selama +/- 15 menit. Setelah dikukus, cocopeat tersebut diangin-anginkan atau dijemur kembali. Kalau sudah kering, cocopeat siap untuk dicampur dengan bahan media tanam lainnya.
Cara lain untuk membebaskan bakteri tidak menguntungkan dari cocopeat adalah dengan cara dipanaskan dalam kuali di atas kompor 5-10 menit. Panaskan cocopeat sambil diaduk-aduk/dibolak-balik. 

Tapi ingat! Jangan sampai hangus karena bisa gagal jadi cocopeat. Kalau hangus, namanya arang serbuk sabut kelapa alias arang cocopeat he..he.. 😅😅 

Cara Mencetak Cocopeat untuk Media Tanam Hidroponik 
Cocopeat hasil cetakan sendiri

Contoh Cocopeat Hasil Cetakan Sendiri.


Selain serbuk sabut kelapa dapat digunakan langsung untuk campuran media tanam, ternyata cocopeat dapat juga dicetak dalam berbagai bentuk dan ukuran untuk media tanam hidroponik.

Untuk membentuk cocopeat menjadi bentuk-bentuk yang diinginkan, cukup mudah dilakukan. Kita pakai teknologi press sederhana saja untuk menghemat cost kebutuhan media tanam hidroponik skala rumahan.

BACA JUGA : Budidaya Tanaman Hidroponik? Aneh Kalau Belum Mengenal Alat dan Bahannya Ini

Alat -alat :
  • Cetakan terbuat dari kayu (bentuk dan ukuran terserah Sobat)
  • Kuali 
  • Pengaduk dari bahan kayu


Bahan-bahan :
  • Cocopeat (sesuai kebutuhan)
  • Tepung tapioka atau tepung kanji (2-3% dari cocopeat)
  • Air bersih secukupnya
Catatan : Jika sabut kelapa tidak direndam sebelumnya, maka serbuk sabut kelapa yang akan dicetak perlu direndam beberapa hari sampai air berwarna kecoklatan luntur semuanya. Lalu jemur sampai kering, baru dicetak

Langkah Mencetak Cocopeat
  • Hidupkan api kompor/pemanas
  • Panaskan tepung tapioka sampai mengental (air jangan terlalu banyak)
  • Matikan (off) api/pemanas
  • Campurkan cocopeat dengan tepung tapioka yang sudah dipanaskan
  • Aduk-aduk sampai tercampur merata dan menggumpal
  • Masukkan segera adonan cocopeat tersebut ke dalam cetakan
  • Tekan/press dengan tekanan ringan saja (jangan terlalu kuat) agar cocopeat menjadi padat
  • Jemur di bawah sinar matahari sampai kering
  • Hasil cetakan cocopeat siap untuk digunakan sebagai media tanam hidroponik

Itulah cara membuat cocopeat dari sabut kelapa dengan teknologi sederhana untuk konsumsi media tanam sendiri. Cocopeat yang sudah diproduksi itu, gunakan sebagai salah satu bahan campuran media tanam. Racik media tanam dengan komposisi yang tepat sesuai dengan jenis tanaman. Salam Admin pupuklahan.blogspot.com untuk Sobat semua dan semoga sukses selalu.

10 Juni 2019

3 Alternatif Media Tanam Lidah Mertua Supaya Subur dan Indah, Pilih yang Mana?

3 Alternatif Media Tanam Lidah Mertua Supaya Subur dan Indah, Pilih yang Mana?


Media Tanam Lidah Mertua – Apakah Sobat menyukai tanaman hias lidah mertua (Sansevieria)? Jika iya, artikel ini menjadi pilihan yang tepat ‘tuk Sobat. Mengapa? Karena tulisan yang satu ini mengupas seluk-beluk kehidupan tanaman lidah mertua, terutama media tanam yang tepat agar tanaman lidah mertua tumbuh subur, warnanya indah, dan perawatan pun akan menjadi mudah.


3 Alternatif Media Tanam Lidah Mertua Supaya Subur dan Indah, Pilih yang Mana?
Media Tanam Tepat, Lidah Mertua Pun Subur

Karena “jatuh cinta” dengan lidah mertua, Sobat sudah pasti mengenal betul dengan tanaman ini. Namun, tidak salahnya kalau kita coba review sekilas tentang tanaman lidah mertua agar ketika membuat media tanam, menanam, dan merawatnya semakin mahir dan tentu saja tidak bingung lagi.

Lidah mertua sebagai tanaman hias
Kalau dilihat dari penampilan, terutama daunnya, lidah mertua merupakan jelas-jelas tanaman hias. Tengoklah daun-daunnya,  panjang (walau ada juga yang pendek), tekstur keras, runcing, dan warnanya penuh kombinasi.

Ada jenis lidah mertua dengan warna daunnya hijau, hijau muda, dan ada juga yang warna daun seperti perak. Bahkan, daunnya penuh dengan kombinasi warna seperti hijau-kuning atau putih-kuning serta bermotif yang dihiasi dengan motif alur pada daunnya.

Warna, motif, dan bentuk daun yang dimilikinya itu merupakan pesona dan daya tarik tersendiri dari lidah mertua. Makanya, tanaman ini banyak “diburu” oleh para hobis tanaman hias baik untuk koleksi, ditanam di rumah, atau dijadikan komoditas bisnis atau komersial.

Lidah mertua menyegarkan udara ruangan
Tanaman ini bisa ditanam di luar rumah (outdoor) dan bisa juga tumbuh di dalam ruangan (indoor). Jika ditaruh di ruangan, lidah mertua sangat banyak manfaatnya.

3 Alternatif Media Tanam Lidah Mertua Supaya Subur dan Indah, Pilih yang Mana?
Tanaman hias lidah mertua.
Gbr : pupuklahan.blogspot.com

Manfaatnya tidak hanya sebagai tanaman hias untuk memperindah ruangan, tapi lebih dari itu. Lidah mertua yang ditaruh di dalam rumah seperti di ruang tamu dapat menyegarkan udara. Sebab, lidah mertua memiliki kemampuan untuk menyerap zat-zat beracun atau polutan yang terbawa bersama udara.

Lidah mertua butuh media tumbuh poros
Tanaman “pedang-pedangan” ini tumbuh di daerah tropis kering dan adaptif di daerah beriklim panas. Karena memang habitat asli lidah mertua dijumpai di daerah gurun pasir dengan curah hujan rendah, tentu saja sangat mudah untuk ditebak kalau lidah mertua butuh media tumbuh yang poros dan tidak tergenang air untuk pertumbuhannya.

3 Alternatif Media Tanam Lidah Mertua Supaya Subur dan Indah, Pilih yang Mana?
Tunas Baru/Anakan Lidah Mertua.
 Gambar : pupuklahan.blogspot.com

Syarat media tanam lidah mertua
Sebelum menunaikan kewajiban, penuhi dulu syarat-syaratnya. Demikian juga dengan media tanam lidah mertua, perlu dipenuhi syarat-syaratnya agar tumbuh dan berkembang dengan baik.

Berikut ini beberapa syarat dari media tanam lidah mertua.
  • Media tanam harus poros
  • Aeratif/petukaran udara bagus
  • Dapat menyimpan air
  • Dapat menyangga tanaman
  • Tersedianya unsur hara
  • Steril dari jamur parasit

Bahan-bahan untuk media tanam lidah mertua
Nah, jika syarat media tanam lidah mertua sudah dipahami, maka akan menjadi mudah dalam mencari bahan-bahan yang akan dijadikan media tanamnya. Sekarang, mari kita tengok dulu masing-masing bahan dan kelebihannya sebelum meraciknya menjadi media tanam. 

Berikut ini ada 7 bahan-bahan yang dapat dipilih dan dikombinasi untuk media tanam lidah mertua.

Pakis
Pakis menjadi plihan yang tepat bagi Sobat yang ingin menanam lidah mertua. Pakis bisa dijadikan sebagai media tanam karena kelebihannya, yaitu punya kemampuan drainase yang baik dan juga aeratif. Bahkan, dalam pakis ada kandungan unsur hara yang menunjang pertumbuhan lidah mertua.

Pasir malang
Selain pakis, pasir malang merupakan bahan media tanam yang sangat cocok. Sebab, pasir malang yang dijadikan media tanam bersifat poros sehingga memiliki kemampuan untuk melewati air dengan mudah.

Selain poros, pasir malang lebih steril dan tidah mudah ditumbuhi lumut. Mengapa? Karena pasir malang diperoleh dari dari magma gunung berapi.

Apakah pasir biasa bisa digunakan sebagai media tanam seandainya tidak ada pasir malang? Tentu saja bisa. Namun, sekali lagi, pasir malang lebih bagus dari pasir biasa untuk media tanam lidah mertua.

Sekam bakar (arang sekam)
Sobat tentu familiar dengan sekam bakar. Lazimnya, sekam bakar disebut dengan arang sekam. Jadi, jangan sampai salah, arang sekam bukan abu sekam dan bukan pula abu gosok.


3 Alternatif Media Tanam Lidah Mertua Supaya Subur dan Indah, Pilih yang Mana?
Arang sekam untuk campuran media tanam
Gambar : pupuklahan.blogspot.com

Sebagai bahan untuk melengkapi media tanam lidah merdua, sekam bakar jangan sampai lupa diikutsertakan. Sebab, sekam bakar sangat bagus terutama membentuk media tanam lebih poros. 

Selain poros, sekam bakar juga punya segudang kelebihan seperti ringan, menjaga pH media tanam, menjaga kelembaban, dan juga unsur hara.

Sekam padi (sekam mentah)
Sebagai tambahan media tanam lidah mertua, sekam padi juga cocok. Sebab, sekam padi yang masih mentah – biasanya sebagai limbah – dapat membuat media tanam lebih poros. Bahkan, sekam padi akan menjadi bahan organik yang lambat-laun akan melepaskan unsur hara untuk tanaman.

Pupuk Kompos
Bahan yang satu ini jelas sekali bermanfaat ketika dicampurkan dalam media tanam. Namanya saja pupuk kompos, sudah tentu memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro lengkap sebagai nutrisi tanaman. Karenanya, pupuk kompos bagus juga untuk bahan media tanam lidah mertua.

Pupuk kandang
Hampir sama dengan pupuk kompos, pupuk kandang sering juga dijadikan sebagai bahan campuran media tanam lidah mertua. Pupuk kandang menyediakan unsur hara untuk tanaman meskipun relatif lebih rendah dibandingkan kompos.

Tanah humus
Tanah humus cukup baik juga digunakan sebagai salah satu bahan media tanam lidah mertua. Mengapa bagus? Karena tanah humus ini berasal dari pelapukan daun, batang, dan campuran kotoran hewan menjadikan tanah ini bersifat gembur dan banyak kandungan unsur hara. Bahkan, kalau ada tanah humus, media tanam lebih aeratif.

MEMBUAT MEDIA TANAM LIDAH MERTUA

Okay, Sobat sudah mengenal beberapa bahan tunggal yang dapat digunakan untuk membuat media tanam. Agar menjadi media tanam lidah mertua yang berkualitas, maka bahan-bahan tersebut diseleksi dan dicampurkan dengan perbandingan yang tepat.

Bagaiamana membuat media tanam atau bahan-bahan apa saja yang harus ada dalam media tanam lidah mertua? Ada 3 alternatif kombinasi bahan untuk membuat media tanam. Yuk, kita lihat pilihan membuat media tanam lidah mertua.

Alternatif 1 ; Membuat Media Tanam Lidah Mertua

Bahan-bahan :
  • Pakis
  • Pasir Malang
  • Sekam bakar
  • Sekam padi

Cara membuatnya :
Campurkan bahan-bahan tersebut, yaitu pakis, pasir malang, sekam bakar, dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1:1. Campur secara merata dan isi ke dalam pot yang sudah disiapkan.

Alternatif 2 ; Membuat Media Tanam Lidah Mertua

Bahan-bahan :
  • Pupuk kompos
  • Pasir malang
  • Sekam bakar

Cara membuatnya :
Campurkan bahan-bahan tersebut, yaitu pupuk kompos, pasir malang, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Campur secara merata dan isi ke dalam pot yang sudah disiapkan.

Alternatif 3 ; Membuat Media Tanam Lidah Mertua

Bahan-bahan :
  • Tanah humus
  • Pasir Malang
  • Sekam padi
  • Kompos

Cara membuatnya :
Campurkan bahan-bahan tersebut, yaitu tanah humus, pasir malang, sekam padi, dan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1:1:1. Campur secara merata dan isi ke dalam pot yang sudah disiapkan.
3 Alternatif Media Tanam Lidah Mertua Supaya Subur dan Indah, Pilih yang Mana?
Anakan Lidah Mertua yang Dipisahkan dari Induknya
Gambar : pupuklahan.blogspot.com

Itulah tiga alternatif membuat media tanam yang amat bagus untuk pertumbuhan tanaman hias lidah mertua. Tiga-tiganya bagus sebagai media tanam, Sobat pupuklahan.blogspot.com, Anda pilih yang mana? Oh, iya, agar warna-warna daunnya tampil lebih bercahaya dan elok dipandang mata, rawatlah tanaman lidah mertua dengan baik dan teratur. [updated by pupuklahan.blogspot.com, 18/02/2020]

29 April 2019

Melati Air Untuk Aquascape ; Menanam di Tanah, Berbunga di Air

Melati Air Untuk Aquascape ; Menanam di Tanah, Berbunga di Air


Menanam Melati Air untuk Aquascape – Melati air merupakan tanaman berbunga sangat indah dan menawan. Hidupnya pun unik, ditanam di tanah, berbunga di air.

Maksudnya, menanam melati bisa tumbuh pada tanah biasa tanpa air yang berlebih. Apalagi ditanam pada air tergenang, melati siap berbunga meskipun akar dan batangnya terendam air (water 4ddict). Karena adaptif dengan air, maka melati air sangat pantas untuk ditanam dalam aquascape. Bagaimana menanamnya?

Melati Air Untuk Aquascape ; Menanam di Tanah, Berbunga di Air
Bunga Melati Air. Gambar : Dokpri

Sekilas mengenal melati air

Sabar Sob, mungkin ada teman-teman yang belum familiar dengan melati air. Oleh karena itu, mari sekilas mengenal tanaman bunga melati air sebelum menanamnya.

Melati air juga salah satu tanaman hias, tepatnya tanaman hias aquascape. Tanaman yang suka tumbuh pada genangan air ini sangat indah baik daunya maupun bunganya. 

Kalau dilihat dari daun, maka daun melati air berwarna hijau dengan bentuk lonjong dan semakin semakin ke atas semakin melebar. Bahkan, di permukaan bawah daun terdapat bulu-bulu halus.

Melati air tak lelah berbunga sepanjang musim. Bunganya yang berwarna putih dengan tiga kelopak dan ada kepala sari berwarna kuning yang melingkar di tengahnya. 

Namun, bunga melati tidak bertahan lama. Setelah mekar pada pagi hari, keindahan bunga melati air sudah lenyap pada sore hari karena hilang ditelan waktu, yaitu menguncup.

Ketika bunga-bunga habis mekar dan menguncup, lama-kelamaan akan mulai tumbuh anakannya di sepanjang sulur bunganya. Ini juga merupakan bagian keunikan yang dimilikinya. 

Luar biasa! Bukan hanya indah dan menyegarkan udara, tapi melati air juga penuh dengan keunikan dalam hidupnya.


MENANAM MELATI AIR

Nah, itulah melati air. Jadi kalau tertarik ingin menanam melati air dalam aquascape, maka ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, yaitu bibit, media tanam, pot, dan perwatannya.


Bibit melati air

Untuk kebutuhan bibit melati air tidak terlalu sulit karena bibitnya diperoleh secara vegetatif, yaitu anakannya. Apalagi sudah ada indukan melati air di rumah, bibitnya tak perlu membelinya.

Bibit melati air diperoleh dengan cara memisahkan anakan dari rumpunnya atau memisahkan anakan yang tumbuh pada sulur bunga. Jadi, kedua-duanya bisa dilakukan. Namun, sebaiknya, diambil anakan dari sulur bunga agar indukannya tetap tumbuh dan berkembang sehingga bunga yang tumbuh pun menjadi banyak.

Melati Air Untuk Aquascape ; Menanam di Tanah, Berbunga di Air
Bakal bibit melati air pada sulur. Dokpri

Membuat media tanam melati air untuk aquascape

Seperti menanam tanaman hias lainnya, melati air juga butuh media untuk tumbuh dan berkembang. Media tanam melati air terdiri dari tanah dan kompos dengan perbandingan 2:1. Media tanam dibuat sebanyak ½ volume wadah tanam (pot).

BACA JUGA : Cara Menanam Bunga Krokot Supaya Berbunga Pukul Sembilan

Menyiapkan pot untuk menanam melati air

Ada berbagai bahan untuk wadah tanam atau pot untuk menanam melati air dari yang mahal sampai yang murah, dari baru sampai bekas, dan dari beton sampai plastik. Semua itu dapat dipilih sesuai dengan kemampuan finansial dan tampilan estetikanya.

Pastikan pot tidak bocor karena pot ini nantinya akan diisi dengan air untuk menggenangi melati air. Jika pot memiliki lubang drainase, lakukan penambalan/penyumbatan sehingga tidak ada air yang keluar dari dasar atau sisi dinding pot.


Mengisi pot dengan media tanam melati air

Media tanam yang sudah dibuat tadi, dimasukkan ke dalam pot sampai ½ bagian pot. Kenapa ½ pot? Sebab, setengahnya lagi akan diisi dengan air.


Cara Menanam melati air


Jika pot dan media tanam sudah siap, maka saatnya menanam melati air. Caranya, buat lubang tanam tepat di tengah media dengan kedalaman 5-7 cm, kemudian tanam bibit melati ke dalam media tanam dan tutup dengan tanah. Padatkan tanah di sekitar pangkal melati air agar tidak roboh ketika dituangkan air ke dalamnya.

Melati Air Untuk Aquascape ; Menanam di Tanah, Berbunga di Air
Tanaman melati air di pot. Gambar : Dokpri


Menghias media tumbuh melati air

Agar media tumbuh tampak indah dan nantinya akan tampak mendekati aquascape, hiasi dengan pasir, kerikil, batu-batu putih yang sedang, dan bisa juga dengan terumbu karang. Taruh dengan teratur dan rapi bahan-bahan tersebut di atas media tanam dan mengelilingi melati air.


Mengisi air ke dalam pot melati air

Isikan air ke dalam pot sampai menggenangi tanaman melati air setengahnya. Air bisa ditambah lagi secara bertahap sesuai dengan pertumbuhan tinggi melati air. Air boleh diisi sampai mendekati penuh jika melati air sudah besar dan melewati batas bibir pot.


Masukkan ikan hias kecil-kecil ke dalam air

Yang namanya aquascape tentu saja berbentuk ekosistem di dalamnya, Di sana ada tanaman, kerikil atau batu-batuan, ada ikan dan lainnya. Oleh karena itu, kalau perlu lepaskan ikan-ikan hias kecil ke dalam media tumbuh melati air seperti ikan molly, cupang, platy, dan lain sebagainya.

Selain untuk memperindah tampilan media melati air, ikan-ikan kecil ini juga akan berperan untuk menyuburkan tanaman melati air dan menyehatkan lingkungan. Sebab, ikan-ikan akan menjadi predator jentik-jentik nyamuk yang berkembangbiak dalam air yang menggenangi melati air.


Merawat melati air

Sebetulnya, melati air bukanlah tanaman yang manja. Tanpa dirawat pun, ia akan tumbuh baik-baik saja. Asalkan media tumbuh tetap ada air dan organisme yang hidup di dalamnya.

Tetapi, jika mau merawatnya, melati air akan lebih bagus lagi pertumbuhannya dan memberikan keindahan yang menakjubkan. Rawatlah melati air dengan menempatkan media tumbuh pada tempat yang terkena sinar matahari.

Selain itu, kontrol air agar jangan sampai kering. Sebab, kalau kering, ikan-ikan dan sahabat melati air lainnya akan hilang dan mati walaupun melati air tetap hidup tanpa air tergenang.

Berikan pupuk NPK bunga atau pupuk daun seperti pupuk gandasil D (untuk pertumbuhan daun) dan Gandasil B (untuk pembungaan) dengan cara menyemprot ke daun terutama bagian bawah permukaan daun. Atau bisa juga disemprot dengan pupuk organik cair 1-2 minggu sekali.

Baca juga ini :
Agar tangkai bunga melati air yang tumbuh tinggi tidak mudah patah atau menjulur kemana-mana, sebaiknya dipasang ajir/penopang. Ajirnya bisa bambu atau kawat yang ditancapkan dekat pangkal tanaman.

Demikian secuil tentang menanam melati air untuk aquascape. Tanaman hias unik ini bisa tumbuh tanpa air dan juga berbunga dalam genangan air. Dengan perawatan yang teratur, melati air akan berbunga sepanjang musim dan siap memberikan keindahan eksotis nan memikat hati. Sekian dan Salam sukses untuk Sobat.