--> Pupuk Lahan : hidroponik | Simple SEO Optimized Blogger Theme
Tampilkan postingan dengan label hidroponik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidroponik. Tampilkan semua postingan

27 Maret 2024

Melon Hidroponik: Inovasi Pertanian Modern untuk Produksi Buah Berkualitas

Melon Hidroponik: Inovasi Pertanian Modern untuk Produksi Buah Berkualitas

Pertanian hidroponik telah menjadi solusi inovatif dalam memenuhi kebutuhan pangan di tengah tantangan lingkungan dan lahan yang semakin terbatas. Salah satu buah yang berhasil ditanam dengan metode ini adalah melon, ya melon hidroponik.

Melon hidroponik
Melon Hidroponik


Melon hidroponik menawarkan sejumlah keunggulan, mulai dari efisiensi penggunaan air hingga kontrol lingkungan yang lebih baik. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang melon hidroponik, proses budidaya, dan manfaatnya.

KONSEP HIDROPONIK

Konsep Hidroponik dalam Budidaya Melon Hidroponik adalah metode pertanian tanpa tanah yang menggunakan larutan nutrisi untuk memberi makan tanaman secara langsung.

Budidaya melon hidroponik
Budidaya melon

Dalam budidaya melon hidroponik, tanaman ditanam dalam wadah berisi substrat seperti serat kelapa atau perlit yang kemudian diberi nutrisi melalui air yang mengalir.

PROSES BUDIDAYA

Proses Budidaya Melon Hidroponik Proses budidaya melon hidroponik dimulai dengan pemilihan varietas melon yang cocok untuk tumbuh di lingkungan hidroponik. Setelah itu, bibit melon ditanam dalam wadah atau sistem hidroponik yang telah disiapkan.

Air yang mengandung nutrisi atau pupuk hidroponik disirkulasikan melalui sistem untuk memberi makan tanaman secara teratur. Pengaturan suhu, kelembaban, dan cahaya juga sangat penting untuk memastikan pertumbuhan yang optimal.

BACA5 Langkah Membuat Pupuk Hidroponik Sendiri Sebagai Alternatif AB Mix 

KEUNGGULAN MELON HIDROPONIK

  1. Efisiensi Penggunaan Air: Dibandingkan dengan pertanian konvensional, melon hidroponik mengurangi penggunaan air hingga 90% karena air dapat digunakan ulang dalam sistem hidroponik.
  2. Kontrol Lingkungan: Dengan menggunakan rumah kaca atau sistem penutup lainnya, lingkungan tumbuh tanaman dapat dikontrol dengan lebih baik, termasuk suhu, kelembaban, dan paparan cahaya.
  3. Produksi Tanaman Berkualitas Tinggi: Dengan kondisi lingkungan yang terkontrol, melon hidroponik cenderung menghasilkan buah dengan ukuran dan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan pertanian konvensional.
  4. Tanaman Tumbuh Lebih Cepat: Karena tanaman mendapatkan nutrisi secara langsung, pertumbuhan melon dalam sistem hidroponik cenderung lebih cepat dibandingkan dengan tanaman yang tumbuh di tanah.

MANFAAT KONSUMEN DAN LINGKUNGAN

  1. Ketersediaan Buah Sepanjang Tahun: Dengan menggunakan teknik hidroponik, produksi melon dapat dilakukan sepanjang tahun tanpa tergantung pada musim.
  2. Kualitas dan Kesegaran: Melon hidroponik sering kali lebih segar dan lebih bugar karena ditanam dalam lingkungan yang terkontrol dengan baik, sehingga menghasilkan buah yang lebih berkualitas.
  3. Pengurangan Penggunaan Pestisida: Karena tanaman tumbuh dalam lingkungan yang tertutup, risiko serangan hama dan penyakit dapat dikurangi, mengurangi ketergantungan pada pestisida.

TANTANGAN DAN PROSPEK MELON HIDROPONIK

Tantangan dan Prospek Meskipun memiliki banyak keunggulan, budidaya melon hidroponik juga memiliki tantangan tersendiri, termasuk biaya awal yang tinggi untuk membangun sistem hidroponik dan pemeliharaan yang intensif.

Melon
Melon

Namun, dengan terus berkembangnya teknologi dan pengetahuan dalam bidang ini, prospek budidaya melon hidroponik di masa depan sangat menjanjikan.

Budidaya melon hidroponik merupakan contoh nyata bagaimana inovasi dalam pertanian dapat menghasilkan buah berkualitas tinggi secara efisien dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan teknologi dan pengetahuan yang ada, kita dapat terus meningkatkan produktivitas pertanian sambil meminimalkan dampak negatif pada lingkungan.

PEMUPUKAN UMUM MELON HIDROPONIK

Pemupukan melon dalam sistem hidroponik membutuhkan perhatian khusus karena tanaman tersebut memperoleh nutrisi langsung dari larutan nutrisi yang disediakan dalam media hidroponik. Berikut adalah langkah-langkah umum untuk melakukan pemupukan melon dalam sistem hidroponik:

PUPUK HIDROPONIK
Campuran Pupuk Hidroponik dalam Bak

  1. Pemilihan Nutrisi: Gunakan larutan nutrisi yang dirancang khusus untuk tanaman melon dalam hidroponik. Pastikan larutan nutrisi tersebut mengandung semua unsur hara penting yang diperlukan oleh tanaman melon, seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta unsur mikro lainnya seperti kalsium, magnesium, besi, dan lain-lain.
  2. Pemantauan pH: Periksa dan sesuaikan pH larutan nutrisi secara teratur. Tanaman melon biasanya membutuhkan pH larutan nutrisi antara 5,8 hingga 6,5 untuk penyerapan nutrisi yang optimal.
  3. Frekuensi Pemupukan: Berikan larutan nutrisi secara teratur sesuai dengan kebutuhan tanaman. Hal ini bisa bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti fase pertumbuhan tanaman, kondisi lingkungan, dan jenis sistem hidroponik yang digunakan.
  4. Pemantauan Elektrokondutivitas (EC): Periksa dan monitor elektrokondutivitas (EC) larutan nutrisi secara teratur. EC mengukur konsentrasi total garam larutan nutrisi. Pastikan EC berada dalam kisaran yang sesuai dengan tahap pertumbuhan tanaman dan rekomendasi produsen larutan nutrisi.
  5. Pemupukan Tambahan: Selain memberikan nutrisi melalui larutan nutrisi, Anda juga dapat memberikan pemupukan tambahan menggunakan pupuk daun atau pupuk tambahan lainnya sesuai kebutuhan tanaman. Namun, pastikan untuk tidak memberikan terlalu banyak pupuk tambahan agar tidak mengakibatkan masalah kelebihan nutrisi.
  6. Pantau Pertumbuhan Tanaman: Perhatikan pertumbuhan tanaman secara keseluruhan dan reaksi tanaman terhadap pemupukan. Jika tanaman menunjukkan gejala kekurangan atau kelebihan nutrisi, perlu dilakukan penyesuaian dalam pemberian nutrisi.
  7. Pembersihan Sistem: Pastikan sistem hidroponik tetap bersih dan tidak tercemar. Pembersihan sistem secara teratur dapat membantu mencegah masalah seperti pertumbuhan alga yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi oleh tanaman.
  8. Konsultasi dan Rujukan: Jika Anda masih merasa ragu atau ingin mendapatkan saran yang lebih spesifik, konsultasikan dengan ahli pertanian hidroponik atau manfaatkan sumber daya online yang kredibel untuk mendapatkan informasi tambahan tentang pemupukan melon dalam sistem hidroponik.

Dengan memperhatikan langkah-langkah ini dan memberikan nutrisi yang cukup, Anda dapat memastikan pertumbuhan yang sehat dan hasil panen yang baik dari tanaman melon dalam sistem hidroponik.

VIDEO CIRI-CIRI MELON SIAP PANEN



2 April 2019

Jenis Sayuran Hidroponik yang Prospektif dan Praktis Budidayanya

Jenis Sayuran Hidroponik yang Prospektif dan Praktis Budidayanya


Jenis Sayuran Hidroponik – Ada bermacam jenis tanaman yang dapat ditanam secara hidroponik, dari tanaman buah sampai dengan sayuran. Tapi, yang paling banyak tanaman hidroponik dibudidaya adalah sayuran karena perawatannya mudah alias praktis dan panen pun lebih cepat.

Jenis Sayuran Hidroponik yang Prospektif dan Praktis Budidayanya



Menanam sayuran hidroponik memang sangat menyenangkan. Selain tidak perlu menggunakan tanah sebagai media tumbuhnya, sayuran hidroponik bisa ditanam di lahan terbatas atau perkarangan sempit.  Bahkan, dengan instalasi dan penataaan yang rapi baik horizontal atau vertikultur, menjadikan kebun sayuran hidroponik Sobat sangat indah.

Apalagi, jika sudah mengerti budidaya hidroponik, menanam jenis sayuran apapun menjadi mudah. Cukup dengan menambah air bernutrisi dengan konsentrasi sesuai dengan ppm (part per million) yang dibutuhkan tanaman, sayuran hidroponik akan tumbuh subur.


Jenis sayuran hidroponik

Tak usah takut untuk menanam sayuran dalam wadah yang berisi air pupuk hidroponik. Tanam sayuran apa saja yang Sobat suka, ia akan tumbuh subur asalkan tercukupinya unsur-unsur hara yang dibutuhkannya.

Mungkin Sobat ragu menanam selada hidroponik, mau tumbuh ‘gak ya. Atau mungkin bertanya-tanya jenis sayuran apa yang cocok, prospektif dan praktis ditanam secara hidroponik. Nah, di bawah ini, pupuk lahan menampilkan jenis sayuran hidroponik yang mudah tumbuh, dilirik pasar, dan menguntungkan kalau mau dikomersialkan/dijual.


1. Tomat

Siapa bilang tanaman sayuran yang satu ini tidak tumbuh secara hidroponik? Dengan menggunakan benih tomat unggul dan aplikasi pupuk hidroponik sayuran buah yang cocok, tomat tumbuh subur dan berbuah optimal.

Untuk menanam tomat hidroponik, penyemaian benih tetap diperlukan. Benih bisa disemai langsung pada media roockwool atau cocopeat. Setelah tumbuh 4-5 helai daun, bibit tomat siap dipindahkan ke dalam wadah tanam hidroponik.

Tapi, sayuran tomat hidroponik perlu sedikit perhatian, yaitu penyangga/penopang agar tidak roboh ketika mulai berbuah.


2. Selada

Selada yang ditanam di tanah saja bisa ludes alias laku di pasar, apalagi yang yang ditanam secara hidroponik tentu sangat menarik minat para pembeli.

Tanaman selada hidroponik sangat cepat tumbuh dan bisa dipanen dalam waktu yang tidak terlalu lama. Hanya dalam waktu 3 bulan sudah bisa panen. Tapi, ingat, panennya waktu pagi atau sore hari agar sayuran hidroponik tetap segar.

Selain bisa dikonsumsi sendiri, tanaman sayuran hidroponik ini bisa juga dijadikan untuk bisnis. Tapi, kalau tujuan komersial, menanamnya harus banyak dan harus kontinyu agar pelanggan sayuran hidroponik Sobat tak kecewa.


3. Kangkung

Suka kangkung dan tidak punya lahan luas di rumah? Kangkung bisa ditanam pakai air, lho. Maksudnya, Kangkung bisa ditanam ala hidroponik.

Untuk menanamnya, tidak perlu biaya mahal untuk membeli pipa PVC untuk wadah hidroponik kalau hanya untuk konsumsi sendiri. Cukup gunakan wadah bekas seperti styrofoam atau botol air mineral second hand untuk menanam kangkung hidroponik di rumah Sobat.

Dengan pemberian nutrisi hidroponik yang tepat dan sesuai dosisnya, sayuran kangkung hidroponik cepat sekali tumbuh. Dalam waktu tidak sampai 30 hari, kangkung hidroponik sudah bisa dipetik.


4. Daun bawang

Kalau hanya untuk sayuran, bawang merah cocok sekali ditanam secara hidroponik. Dengan menggunakan media tanam arang sekam atau roockwool dan wadah hidroponik sederhana, daun bawang hidroponik tumbuh subur dan siap dikonsumsi dalam waktu 1 bulan kurang lebih.

Sayuran daun bawang sangat lezat untuk dikonsumsi. Apalagi dimasak dengan campuran udang atau tiram, bikin mengundang dan nambah selera makan.

Tapi, awas kalau ada ulat atau belalang yang mengganggu daun bawang hidroponik Sobat, jangan dibasmi pakai pestisida. Cukup gunakan tangan untuk mengambil dan membuangnya jauh-jauh. Tapi, kalau instalasi hidroponik Sobat ada greenhouse atau menggunakan insectnet, tentu serangga tidak bisa “menjenguk” dan mengganggu sayuran hidroponik Sobat.


5. Bayam

Bayam, baik bayam merah maupun bayam hijau, rata-rata disukai banyak orang. Di samping harga yang terjangkau, bayam menyehatkan keluarga karena kandungan gizinya yang tinggi.

Nah, kalau dulu masih beli bayam atau mungkin masih tanam bayam di pot/tanah langsung, tinggalkan semua itu. Sekarang, yuk menanam sayuran bayam hidroponik.


Baca juga ini :


Sebab, bayam bisa juga tumbuh kalau ditanam dalam pipa atau wadah lain yang berisi air, tapi airnya yang bernutrisi. Monitor konsentrasi larutan pupuk secara berkala atau seminggu sekali agar bayam hidroponik bisa tumbuh subur dan tentunya bisa cepat dipanen.


6. Seledri

Seledri pun bisa menjadi pilihan untuk sayuran hidroponik. Pertumbuhannya begitu cepat dan anakannya terus tumbuh. Tapi, ada syaratnya, cukupi nutrisinya dengan menggunakan pupuk hidroponik seperti AB Mix sayuran daun.

Untuk menanamnya bisa melalui penyemaian benih dan bisa juga memindahkan anakan dari indukan seledri yang sudah ada di rumah. Yang penting selalu cek larutan pupuk yang ada dalam wadah hidroponik agar pertumbuhannya tidak terganggu.

Itulah beberapa jenis sayuran hidroponik yang prospektif dan praktis dalam budidayanya. Karenanya, patut Sobat coba untuk menanamnya.

Selain jenis sayuran yang tersebut di atas, Sobat bisa juga menanam jenis sayuran hidroponik lain seperti brokoli, mentimun, sawi, cabai, kacang panjang, dan lainnya.


Baca juga ini : 
Intinya, setelah menanam, jangan lupa merawatnya dengan senang hati agar sayuran hidroponik memberikan hasil terbaik untuk Sobat. Rawatlah dengan baik dan rutin, tak peduli apakah untuk konsumsi sendiri ataupun sebagai sebuah bisnis sayuran hidroponik. Demikian dan salam.

25 Maret 2019

Menanam Hidroponik Bayam Merah? 4 Hal Ini Sangat Menentukan

Menanam Hidroponik Bayam Merah? 4 Hal Ini Sangat Menentukan



Hidroponik Bayam Merah -– Menanam bayam merah secara hidroponik tidaklah sulit karena hampir sama dengan menanam di tanah langsung. Asalkan tercukupi nutrisinya dan terkondisikan dengan baik, maka bayam merah tumbuh subur dan dapat dipanen dalam waktu yang singkat (25-30 hari). Tapi, bukan sekadar menanam, ada hal-hal khusus yang perlu diperhatikan agar sukses dalam menanam bayam hidroponik. Yuk, kita teruskan...

Menanam sayuran dengan sistem hidroponik memang sangat menarik. Apalagi, bagi teman-teman yang ‘gak suka pegang tanah, tentu saja bercocok tanam dengan air bernutrisi menjadi pilihan yang tepat. 

Menanam Hidroponik Bayam Merah? 4 Hal Ini Sangat Menentukan
Menanam Bayam Merah Hidroponik di Botol Bekas.
Gambar : pupuklahan.blogspot.com

Bahkan, dengan hidroponik, sayuran bayam merah bisa menampilkan estetika tersendiri karena warna daunnya merah, merah keunguan, dan ada juga merah variasi hijau.


Sekelumit tentang bayam merah

Sebelum menanam bayam merah ala hidroponik, kita kenal sekilas dengan sayuran yang satu ini. Bayam merah (Amaranthus gangeticus) merupakan jenis bayam yang daunnya berwarna merah.

Makanya, orang-orang “bule” menyebutnya untuk bayam merah dengan sebutan blood amaranth atau red amaranth. Ya, nama “kerennya” itu wajar karena memang warna daunnya seperti warna darah.

Jika sobat ingin budidaya bayam merah dengan hidroponik, ini pilihan yang cerdas. Terlepas karena hobi atau lahan terbatas, yang jelas bayam merah merupakan komoditas sayuran yang prospektif dan banyak diminati masyarakat. Bahkan, termasuk anak-anak sangat menyukainya.

Bayam merah disukai bukan hanya karena warna dan teksturnya, tetapi lebih dari itu. Dbandingkan dengan bayam hijau,  bayam merah tinggi sekali kandungan gizinya seperti asam amino, zat besi, fosfor, kalium, vitamin E, vitamin C, dan sejumlah lainnya.

Selain kandungan gizi, bayam merah merupakan sayuran yang sangat berguna untuk kesehatan seperti diet, anemia, anti kanker, untuk pencernaan, dan segudang manfaat lainnya.


Syarat sukses hidroponik bayam merah

Baik, mari kita ke hidroponik bayam merah. Di sini, kita tidak bicara syarat tumbuh seperti iklim, jenis tanah, dan lainnya seperti budidaya di kebun atau sawah. Sebab, dalam budidaya bayam merah secara hidroponik, ada hal atau faktor-faktor khusus yang sangat menentukan apakah berhasil atau mungkin bisa jadi gagal tumbuh.

Berikut ini 4 hal/faktor yang menentukan sukses tidaknya hidroponik bayam merah.
  • Nutrisi atau unsur hara
  • Media tanam
  • Aerasi
  • Air
Mari kita lihat satu persatu faktor tersebut agar menanam bayam merah secara hidroponik bisa memetik hasilnya.


Nutrisi

Bayam merah hidroponik akan tumbuh dengan bagus ketika mendapat asupan nutrisi atau unsur hara makro dan mikro yang lengkap. 

Karena namanya sayuran daun, maka bayam merah harus mendapat asupan nitrogen (N) yang lebih banyak. Unsur N ini ada dalam pupuk hidroponik dalam bentuk Kalium nitrat, Kalsium nitrat, amonium sulfat, dan lainnya.

Selain unsur hara yang lengkap, pemberian nutrisi pun harus dengan konsentrasi yang tepat dan sesuai dengan pertumbuhan bayam merah.

Konsentrasi larutan pupuk hidroponik harus dibuat tepat untuk nutrisi bayam merah. Secara umum, pertumbuhan bayam merah optimal pada konsentrasi pupuk 1260-1610 PPM (part per million). Namun, dalam aplikasinya disesuaikan dengan umur bayam merah.

Baca juga ini : 

Maksudnya, dalam aplikasi nutrisi untuk bayam merah hidroponik harus dibedakan kepekatan konsentrasi (PPM) saat baru tanam dengan konsentrasi larutan pupuk ketika sudah usia 1,2 dan 3 minggu. Demikian juga pH nutrisi. Nutrisi perlu dimonitor agar range pH pertumbuhan bayam merah berkisar pada nilai 6-7.


Media tanam bayam merah hidroponik

Kalau sudah yakin menanam bayam merah ala hidroponik, pilihlah media tanam yang berkualitas. Media tanam ini nantinya akan diisi ke dalam netpot.

Jadi, media tanam bukan hanya berfungsi sebagai penyangga (buffer) tanaman, namun lebih dari itu, yaitu media tanam harus dapat menyimpan air, hara, tidak cepat busuk, tidak membawa bibit penyakit, dan drainasenya lancar.


Aerasi

Bayam merah butuh oksigen untuk pertumbuhannya. Makanya, ketika merancang instalasi hidroponik bayam merah, perlu diperhatikan sistem aerasi agar suplai oksigen lancar. Untuk aerasi ini bisa dengan menggunakan pompa dimana larutan nutrisi bisa bersirkulasi dan oksigen pun tersedia.

Selain pompa, jika menanam bayam merah hidroponik dalam wadah seperti styrofoam atau botol air mineral, maka wadah mesti ada beberapa lubang ventilasi agar terjadinya sirkulasi udara.

Wadah hidroponik yang terbatas itu juga perlu digoyang-goyang atau dikacau secara berkala agar nutrisi tidak mengendap dan sekaligus dengan mengacaukan larutan akan memberikan udara ke dalam air bernutrisi.


Air

Sumber air yang akan digunakan untuk menanam hidroponik bayam merah tidak boleh sembarangan. Artinya, air yang digunakan bebas dari bahan beracun dan logam-logam berat. 

Bahkan, kadar garam atau salinitas air tidak boleh terlalu tinggi karena bisa menyebabkan pertumbuhan bayam merah terganggu.


Menanam bayam merah hidroponik sistem wick/sumbu dalam styrofoam


Baik, kita akan coba menanam hidroponik bayam merah dengan menggunakan sumbu atau dikenal dengan sistem wick. Wadah yang digunakan adalah wadah yang sederhana dan murah meriah, yaitu styrofoam. Memang banyak wadah lain yang bisa untuk hidroponik mulai dari botol air mineral sampai dengan PVC, talang air, dan lain sebagainya.

Untuk menanam bayam merah secara hidroponik memerlukan persiapan yang baik. Berikut ini alat dan bahan yang perlu disiapkan.
  • Benih bayam merah
  • Nutrisi AB Mix (Anda bisa gunakan salah satunya Nutrisi AB Mix Sayuran Daun)
  • Styrofoam
  • Netpot
  • Kain flanel
  • Media tanam rockwool
  • TDS meter

Sebelum mulai merangkai instalasi hidroponik, ada baiknya kita lihat dulu satu persatu dari alat dan bahan tersebut. Mana tau ada alternatif yang bisa digunakan selain alat/bahan tersebut di atas.


Benih bayam merah

Benih bayam merah bisa diperoleh dari tanaman budidaya sebelumnya. Namun, kalau tidak punya, benih bayam merah bisa dibeli di toko pertanian atau langsung ke toko online seperti Bukalapak, Tokopedia, dan lain sebagainya. Di sana tersedia berbagai varietas bayam merah silakan dipilih.


Nutrisi AB Mix

Nutrisi AB Mix berguna untuk pupuk bayam merah hidroponik yang akan dilarutkan ke dalam air nantinya. Oleh karena itu, pilihllah nutrisi AB Mix untuk tanaman sayuran daun. 


Styrofoam


Styrofoam ini biasanya digunakan tempat menaruh buah atau es. Bahannya yang ringan dan tidak mudah rusak jika terkena sinar matahari sehingga cocok untuk wadah hidroponik. Namun, sebelum digunakan, styrofoam perlu dilubangi sesuai dengan ukuran netpot pada bagian tutupnya.

Menanam Hidroponik Bayam Merah? 4 Hal Ini Sangat Menentukan
Ilustrasi Styrofoam Hidroponik. 
Gambar : pupuklahan.blogspot.com

Netpot

Netpot ini berfungsi untuk menaruh media tanam dan bisa juga berfungsi sebagai penyangga tanaman. Untuk netpot bisa dibeli yang sudah jadi atau bisa juga dibuat sendiri dari gelas air mineral bekas. Pastikan netpot memiliki lubang-lubang untuk drainase dan tempat menaruh kain flanel/sumbu.


Kain flanel

Menanam Hidroponik Bayam Merah? 4 Hal Ini Sangat Menentukan
Netpot, Busa, dan Kain Flanel untuk Hidroponik

Karena menggunakan sistem wick, maka butuh sumbu agar nutrisi dapat diserap oleh akar bayam merah. Sumbu yang tahan dan bagus menyerap larutan nutrisi hidroponik adalah kain flanel. Kain ini bisa diperoleh di toko-toko yang menjual kain/aksesoris pakaian atau di toko tailor.

Menanam Hidroponik Bayam Merah? 4 Hal Ini Sangat Menentukan
Netpot Beserta Sumbu. Gambar : pupuklahan.blogspot.com


Rockwool

Untuk menanam bayam merah secara hidroponik, media tanam rockwool sangat bagus baik dari penyimpanan air, drainase, maupun daya tahannya. Namun, jika sulit diperoleh, alternatif lain media tanam bisa arang sekam, busa, cocopeat, dan lain sebagainya.


TDS Meter

TDS (Total Dissolved Solids) meter ini alat ukur konsentrasi atau kepekatan larutan nutrisi hidroponik. Jadi, ketika sudah menanam bayam merah secara hidroponik, TDS meter ini saya kira perlu.

Dengan adanya TDS meter, kita bisa mengecek berapa ppm (part per million) konsentrasi larutan nutrisi. Jika, rendah bisa ditingkatkan lagi agar pertumbuhan bayam merah baik dan demikian sebaliknya.


Langkah menanam bayam secara hidroponik

Setelah mengetahui beberapa hal yang menentukan kesuksesan budidaya bayam merah dengan cara hidroponik, kini saatnya langsung menuju ke praktisnya.

Berikut ini langkah-langkah menanam bayam merah secara hidroponik


Langkah I ; Penyemaian benih bayam merah
  • Rendam benih bayam merah selama 3-6 jam.
  • Pisahkan benih yang mengambang dan terapung, ambil yang tenggelam saja
  • Siapkan rockwool dan potong-potong berbentuk dadu dengan ketebalan 2,5 cm, sedangkan lebarnya sesuaikan dengan ukuran bagian bawah netpot yang digunakan.
  • Siram/basahi rockwool sampai lembab (bagusnya gunakan spayer)
  • Tempatkan rockwool yang sudah dipotong-potong dalam nampan
  • Lubangi roocwool dengan lidi atau tusuk gigi tepat ditengahnya dengan kedalaman 0,3-0,5 mm
  • Ambil benih bayam merah dengan menggunakan tusuk gigi dan masukkan ke dalam lubang. Masing-masing lubang semai diisi 2-3 benih bayam merah
  • Tutup media semai tersebut dengan kertas atau plastik
  • Hari ke 2, benih bayam sudah berkecambah/tumbuh, dan penutup sudah dapat dilepaskan
  • Pada hari ke-5, bibit bayam merah sudah bisa ditaruh yang terkena sinar matahari pagi (1-2 jam), namun tetap diberi naungan agar tidak terkena hujan dan panasnya sinar matahari.
  • Jaga kelembaban media semai dengan menyiram secukupnya baik pagi atau sore hari
  • Jika bibit bayam merah tumbuh 4-5 daun sudah bisa dipindahkan ke wadah hidroponik

Baca juga ini :


Langkah II ; Menanam bayam merah hidroponik
  • Isi styrofoam dengan larutan AB Mix dengan konsentrasi awal yang rendah (300 ppm) kalau ada TDS meter. Namun, kalau tidak punya, larutkan 5 ml A dan 5 ml B dalam setiap 1 liter air. Baca di sini cara membuat kepekatan larutan AB Mix (Nutrisi diisi setengahnya saja, jangan menyentuh netpot karena ada kain flanel yang mengantar air nutrisi)
  • Pasang kain flanel pada masing-masing netpot
  • Masukkan bibit bayam merah bersama roockwool ke dalam netpot, tepatnya di atas sumbu kain flanel
  • Tempatkan netpot tersebut pada masing-masing lubang yang ada pada styrofoam
  • Pastikan bayam merah yang ditanam secara hidroponik tersebut terkena sinar matahari penuh

Demikian cara menanam bayam merah secara hidroponik sistem wick dengan wadah nutrisi menggunakan styrofoam. [updated by pupuklahan.blogspot.com, 28/01/2020]

7 Desember 2018

5 Langkah Membuat Pupuk Hidroponik Sendiri Sebagai Alternatif AB Mix

5 Langkah Membuat Pupuk Hidroponik Sendiri Sebagai Alternatif AB Mix


Membuat Pupuk Hidroponik Sendiri -- Bagi Anda pemula yang tertarik dengan menanam secara hidroponik, jangan sampai menunda menyalurkan hobi itu hanya karena tidak ada pupuk AB mix. Sebab, ada banyak alternatif pupuk hidroponik selain AB Mix. Bahkan, jalan yang paling gampang adalah membuat pupuk hidroponik sendiri. Mau tau caranya?


Sebenarnya, hampir tidak ada perbedaan nutrisi tanaman antara menanam sistem hidroponik dengan menanam di media tanah langsung. Baik tanaman yang tumbuh di media air bernutrisi dengan di tanah, sama-sama membutuhkan kecukupan unsur hara makro dan mikro.

5 Langkah Membuat Pupuk Hidroponik Sendiri Sebagai Alternatif AB Mix



Kombinasi pupuk Alternatif AB Mix

Untuk mencukupi N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Zn, dan unsur lainnya pada tanaman hidroponik, banyak sumbernya. Salah satunya, kita bisa membuat dengan kombinasi pupuk anorganik dengan pupuk organik cair (POC) yang mengandung sejumlah unsur makro dan mikro. Jadi, tidak “wajib” AB Mix, bukan?

Walaupun memberikan pupuk hidroponik buatan sendiri, dalam aplikasinya haruslah tepat. Sebab, tanaman hidroponik hidup dalam media terbatas, maka kepekatan pupuk yang diberikan mesti benar-benar terukur. 

Biasanya untuk mengukur konsentrasi pupuk hidroponik digunakan TDS meter. Pada alat ini akan terbaca nilai kepekatan pupuk dalam satuan ppm (part per million).


Membuat Pupuk Hidroponik Sendiri

Baik, bagaimana cara membuat pupuk hidroponik sendiri sebagai sebagai alternatif pupuk hidroponik AB Mix? Ada beberapa pilhan membuat pupuk hidroponik dan begitu mudah untuk diracik sendiri,  yaitu :

  • NPK + KCL + Gandasil D
  • NPK + POC 
  • Pupuk Tunggal (urea, SP-36, KCL) + Gandasil, 
  • Pupuk Tunggal (urea, SP-36, KCL) + pupuk organik cair (POC) 
  • dan beberapa kombinasi lainnya. 

5 Langkah Membuat Pupuk Hidroponik Sendiri Sebagai Alternatif AB Mix
Uji Konsentrasi Pupuk Hidroponik (985 PPM)
Buatan Sendiri. Dokpri

Bahkan, untuk membuat pupuk hidroponik alami bisa dengan kombinasi beberapa POC/MOL saja.

Akan tetapi dalam postingan ini cukup satu alternatif saja untuk membuat hidroponik sendiri, yaitu campuran pupuk NPK dengan pupuk organik cair (POC)


Sedangkan pupuk organik cair yang digunakan adalah kombinasi antara POC atau MOL (mikroorganisme Lokal) Bonggol pisang dan POC ampas kopi. Saya kira ini sudah setara dengan AB Mix 
😅, benar, lho




Persiapan ALat, Bahan dan Langkah Membuat Pupuk Hidroponik

Pada kesempatan ini kita membuat pupuk hidroponik untuk kebutuhan menanam sayuran dengan kepekatan lebih-kurang 1000 ppm. Cukup mudah meramunya, hanya dalam 5 langkah yang sangat sederhana.

Alat-alat :
  • Ember
  • Gayung
  • Pengaduk
  • Sendok Makan
  • TDS Meter

Bahan-bahan :
  • POC Bonggol Pisang
  • POC Ampas Kopi
  • Pupuk NPK 16:16:16
Catatan ; Jika tidak tersedia kedua jenis POC tersebut, boleh gunakan salah satu POC saja.

5 Langkah membuat pupuk hidroponik sendiri:
  1. Isi air sumur ke dalam ember sebanyak 10 liter. Catatan : Usahakan air sumur benar-benar bersih dan bebas dari kekeruhan atau partikel-partikel lumpur yang melayang di dalamnya. Jika menggunakan air PAM, maka air tersebut harus diendapkan dulu selama 24 jam.
  2. Larutkan 1 sendok makan pupuk NPK secara terpisah dan tuangkan ke dalam ember. Atau, bisa juga masukkan langsung 1 sendok makan NPK ke dalam ember, lalu aduk-aduk hingga terlarut semuanya.
  3. Masukkan 100 ml POC/MOL bonggol pisang ke dalam ember yang sudah berisi larutan NPK dan aduk
  4. Masukkan lagi 100 ml POC ampas kopi ke dalam ember dan aduk hingga tercampur merata
  5. Ukur kepekatan pupuk dengan TDS meter sampai angka menunjukkan +/- 1000 ppm. Jika sudah tepat, maka pupuk hidroponik ini siap untuk digunakan. 
Demikian cara membuat pupuk hidroponik sendiri. Pupuk hidroponik alternatif AB Mix ini dapat menjadi nutrisi tanaman sayuran atau untuk pertumbuhan vegetatif.  Selamat mencoba Sobat.


Baca juga ini :

Tips

  • Jika pupuk hidroponik buatan sendiri itu masih pekat , encerkan dengan air biasa. Sebaliknya, kalau kepekatan masih rendah, tambahkan sedikit pupuk NPK dan POC. Lakukan ini sampai tercapai nilai PPM yang dikehendaki.
  • Dalam aplikasi untuk tanaman, kepekatan (nilai ppm) pupuk hidroponik buatan sendiri juga harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan, mulai dari semai, vegetatif, dan generatif.