Apakah
produksi cabai Anda rendah dan tidak sesuai harapan? Ini salah satunya bisa
jadi karena penggunaan dosis pupuk yang tidak tepat. Meskipun Anda gunakan
pupuk majemuk seperti phonska, tetap saja hasil panen tidak memuaskan kalau
dosis pupuk phonska untuk cabe tidak sesuai anjuran.
Panen cabe dan pupuk phonska |
Lalu,
apa rencana Anda ke depan agar hasil panen cabai dapat meningkat dan berlipat
ganda? Saya yakin Anda ingin merubah cara aplikasi pupuk dengan takaran yang
tepat. Oleh sebab itu, simak terus artikel ini karena kita akan bahas dosis
pemupukan NPK phonska untuk cabai. Tidak hanya itu, kita selipkan juga kapan
waktunya dan cara aplikasi yang efektif.
BACA JUGA :
Pupuk dan Atur Jarak Tanam Cabai
Pada
dasarnya, pemupukan cabe tidak boleh overdosis alias berlebihan dan juga tidak
bagus kalau kekurangan. Jadi bagaimana? Aplikasikan pupuk sesuai dengan dosis
sehingga tanaman cabai tumbuh subur, sehat, dan memberikan buah cabe yang
lebat.
Selain
pupuk, sebetulnya perhatikan juga jarak tanam. Sebab, jarak tanam terkait
dengan konsumsi pupuk dan sinar matahari oleh tanaman cabe. Jika berdekatan,
berebut nutrisi dan cahaya terhalangi satu sama lainnya. Jika jarak tanam sudah
tepat, harapannya tumbuh subur dan buah cabai lebat atau tinggi produksinya.
Menanam Cabe Tempo Dulu
Oh
ya, izinkan saya sebentar untuk menulis pengalaman menanam cabe merah keriting.
Cabai ini terbilang prospektif, permintaan pasar tinggi, dan harganya kadang
meroket tajam walau kadang kala juga menurun drastis. Sepertinya, keadaan
seperti itu masih terus berlangsung sampai sekarang.
Dulu,
di tahun 80-an, jenis pupuk masih bisa dihitung dengan jari, itu pun yang
banyak tersedia jenis pupuk tunggal seperti TSP, KCl, dan Urea. Untuk pupuk
majemuk NPK terbilang sulit untuk didapatkan.
Belum lagi sulitnya pengairan untuk penyiraman cabe karena masalah
saluran irigasi yang masih tradisional.
Oleh
karena itu, menanam cabe ketika itu terbilang capek dan berat. Selain harus
menghitung dosis pupuk tunggal untuk cabe satu-per satu, tidak hemat waktu, biaya
yang dikeluarkan juga besar termasuk biaya tenaga kerja untuk pemupukan,
penyiraman, dan lain sebagainya.
Tapi,
itu tidak menjadi kendala berarti dan semua dapat dilalui dengan sabar dan
tabah. Dengan berfokus pada dosis pupuk dan waktu aplikasi yang tepat (sesuai
rekomendasi penyuluh setempat), produksi buah cabai cukup bagus. Bukan sekadar
balik modal, tapi untungnya juga banyak. Itulah sekelumit cerita budidaya cabai
masa silam.
Nah,
zaman sudah berubah sekarang. Teknologi pertanian berkembang pesat. Aneka jenis
pupuk tersedia di pasar. Mau gunakan NPK Phonska untuk cabe, tersedia dan
silakan pilih. Beralih ke NPK Mutiara untuk pupuk cabe, juga ada di pasar
tinggal beli. Masih mau aplikasi pupuk tunggal untuk cabe juga tidak masalah.
Yang penting berikan dosis pupuk phonska untuk cabe sesuai dengan kebutuhannya.
Aplikasi Pupuk untuk Cabe Bertahap
Banyak
para peneliti yang tertarik dengan budidaya tanaman cabai, menemukan bahwa
dosis pupuk yang sesuai dan aplikasi secara bertahap, dapat meningkatkan
produksi atau hasil panen cabe.
Mengapa
pemupukan cabe secara bertahap dapat menyuburkan dan meningkatkan hasil cabe?
Ini sebetulnya sangat logis. Jika memupuk cabe sekaligus dengan dosis yang
maksimum hanya pada satu waktu saja, justru sia-sia. Mengapa? Ketika tanaman
cabe butuh nutrisi, ternyata persediaan pupuk dalam tanah keburu habis/hilang,
ada yang menguap dan bisa juga tercuci dan dibawa air.
Padahal,
cabe membutuhkan zat makanan yang berasal dari pupuk sesuai perkembangannya.
Semakin cabai masuk masa generatif/berbunga dan berbuah, unsur hara makro N, P,
dan K tentu saja tidak boleh kekurangan kalau ingin tinggi hasilnya.
Pupuk phonska
Kita
kembali fokus pada pupuk phonska. Pupuk ini kadang disebut juga pupuk NPK
phonska. Kandungan pupuk ini 15% N, 15”, dan 15% K serta 10% sulfur (S).
Manfaat pupuk NPK phonska ini cukup banyak untuk tanaman. Kalau diaplikasi untuk cabe,
dapat meningkatkan produksi buah cabe. Tentu saja harus sesuai dosisnya.
Dosis pupuk phonska untuk cabe
Karena cukup bagus kegunaannya, aplikasikanlah pupuk phonska ini dengan dosis yang tepat sesuai umur atau perkembangan tanaman cabai. Lebih tepatnya lagi, penggunaannya sesuai dengan hasil tes tanah. Kalau sudah menanam dalam skala besar, tes kesuburan tanah menjadi keharusan.
Cabe berbuah lebat karena dipupuk |
Ada 3 tahapan yang penting diperhatikan dalam pemupukan cabe dengan phonksa. Yaitu, pupuk dasar, umur 15 hari setelah tanam (HST), 30-35 hari HST, dan 50-65 HST. Bahkan, jika diperlukan masih harus dipupuk cabe pada umur 110 hari HST, agar panennya banyak.
Oh ya Sobat! Ini rekomendasi tempat kalau mau belanja pupuk phonska plus. Silakan kunjungi semoga bermanfaat.
Baik, berikut ini dosis atau takaran pupuk phonska untuk tanaman cabe.
Dosis pupuk phonska untuk pupuk
dasar cabe
Tahapan
pertama sekali aplikasi pupuk phonska, tentu saja ketika penyiapan lahan atau
pengolahan tanah. Ketika Anda membuat bedengan, tebarkan pupuk NPK phonska,
aduk rata dengan tanah. Usahakan semua tertutup dengan tanah. Dosis pupuk phonska pada tahap pertama ini,
100 kg/ha atau 10 gram/m2 atau kira-kira 1 sendok makan/m2.
1. Dosis pupuk phonska ketika 15 HST
cabe
Ketika
tanaman sudah berumur 15 hari semenjak tanam, ini tentu saat senang-senangnya
kita melihat pertumbuhan tanaman cabe. Daun-daunnya hijau dan lebar dan
batangnya mulai tinggi. Pada saat ini (15 HST), aplikasikan lagi pupuk phonska
dengan takaran 50 Kg/ha atau 5 gram/m2 atau ½ sendok makan per meter
persegi.
Cara
aplikasi pupuk phonska untuk cabe pada tahap ini ada dua pilihan. Mengapa?
Karena budidaya cabe merah keriting memakai mulsa dan ada yang tidak memakai
mulsa.
Untuk
yang tidak memakai mulsa dalam menanam cabe, maka aplikasi pupuk npk ini cukup
mudah. Caranya, tebarkan dalam larikan atau diantara barisan tanaman dan tutup
dengan tanah kembali.
Untuk
yang memakai mulsa tentu sedikit kesulitan. Kan tidak mungkin membongkar mulsa?
Bagi yang menggunakan irigasi tetes dalam pemupukan cabe (fertigasi) sepertinya tidak ada
kendala. Tapi, bagi yang tidak menggunakan teknologi seperti itu, juga tidak
apa karena ada solusi di bawah ini.
Untuk
yang memakai mulsa dalam menanam cabe, maka aplikasi pupuk phonska pada umur
cabe 15 hari mesti dilakukan dengan cara pengocoran. Meskipun berat, perlu
dilakukan agar produksi cabe tinggi.
Bagaimana
cara pengocoran dan berapa konsentrasi pupuk yang perlu dibuat? Pertama sekali,
buat dulu konsentrasi pupuk dengan melarutkan 100 gram pupuk phonska ke dalam
10 liter air. Kemudian, kocor/siramkan ke tanaman cabe dengan dosis 250
ml/tanaman cabe atau kira-kira 1 gelas aqua kecil untuk setiap tanaman.
2. Dosis pupuk phonska ketika 35 HST
cabe
Pemupukan
cabe masih harus dilanjutkan pada umur 30-35 hari. Pada usianya ini cabe sedang
‘belajar’ berbunga dan berbuah. Tentu harus kita dukung dengan memberi nutrisi
yang cukup.
Dosis
pupuk phonska pada usia ini hampir sama dengan dosis pemupukan pada usia 15
HST. Jika ditebar, gunakan dosis pupuk phonska 50 Kg/ha atau 5 gram/m2
atau ½ sendok makan per meter persegi
Kalau
dikocor, cara aplikasinya, larutkan 120 gram pupuk phonska ke dalam 10 liter
air, aduk-aduk agar terlarut semua. Lalu, siramkan ke tanaman cabe dengan dosis
250 ml/tanaman cabe atau sebanyak 1 gelas kecil untuk setiap tanaman cabe.
3. Dosis pupuk phonska ketika 50 HST
cabe
Tanaman
cabe yang memasuki usia 50-56 HST sudah mulai mengonsumsi banyak nutrisi. Agar
tersedia nutrisinya, tambahkan pupuk phonska dengan dosis 5 - 7,5 gram per
tanaman cabe. Cara aplikasi, buat lubang
di samping tanaman dengan tugal, masukkan pupuk dan tutup kembali dengan tanah.
Jaraknya, 10-15 cm dari tanaman. Intinya
jangan sampai dekat sekali dengan batang cabe.
Ilustrasi pemupukan cabe |
Bagaimana Sobat, mudah sekali bukan? Apliksikan dosis pupuk phonska untuk cabe yang tepat agar hasil budidaya tanaman cabe yang Anda lakukan memberikan hasil yang banyak dan menguntungkan. Kita doakan juga agar harga pasar memihak kepada petani cabe ya...semoga.