--> Pupuk Lahan : Tips | Simple SEO Optimized Blogger Theme
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

19 Maret 2022

Cara Merawat Bunga Mawar agar Cepat Berbunga, Lebat, dan Besar

Cara Merawat Bunga Mawar agar Cepat Berbunga, Lebat, dan Besar

 

Tanaman bunga mawar di rumah, tapi bunganya tidak ada? Bahkan, ia malas sekali berbunga? Kalau begini kondisinya, jangan biarkan! Nanti jadi mawar berduri tanpa kembangnya. Anda harus merawat tanaman mawar itu, meskipun baru saja dibeli atau ditanam di pot. Cara merawat bunga mawar agar cepat berbunga sangatlah mudah. Simak ulasan di bawah ini.

Bunga Mawar
Bunga mawar
Kembang mawar yang tumbuh subur dan banyak bunganya, sungguh menakjubkan dan membawa keasrian yang tiada taranya. Warna-warni bunganya, bukan hanya kita yang suka, tapi kumbang pun terpikat hingga bolak-balik menghinggapinya.

Agar tanaman hias mawar subur, cepat berbunga dan lebat bunganya, kuncinya rawatlah. Tidak peduli apakah Anda menanam ditanah atau di pot. Dimana pun ditanam, rawatlah bunga mawar.


Cara Merawat Bunga Mawar agar Cepat Berbunga

Cepat berbunga setelah ditanam mungkin biasa. Tetapi mawar yang rajin dan terus menerus berbunga serta besar-besar kembangnya, menjadi mimpi belaka kalau tak diurusnya dengan baik. Makanya, simak langkah-langkah merawat bunga mawar agar cepat berbunga, subur, dan juga rajin berbunga seperti berikut ini.


1. Sinar Matahari.

Sinar berarti berkaitan dengan penempatan. Tanaman bunga mawar harus mendapat cahaya matahari yang cukup, agar proses fotosintesisnya berlangsung baik. Jadi, pastikan kebutuhan cahaya matahari cukup, dan usahakan bisa diperoleh tanaman mawar sepanjang hari.

Solusinya, penempatan harus mendapat cahaya matahari. Letakkan diluar ruangan dan terbuka, agar mendapat sinar matahari.


2. Pupuk dan Pemupukan

Cara merawat bunga mawar agar cepat berbunga yang kedua, yaitu pupuk dan cara memberi pupuk atau pemupukan. Sebab, berbunga tidaknya mawar, kuncinya ada pada pupuk salah satunya.

Karenanya, cara membuat mawar subur dan rajin berbunga, adalah memberi pupuk yang sesuai dengan kebutuhannya. Maksudnya, pupuk yang digunakan mengandung unsur-unsur hara dan tidak mengganggu pertumbuhannya.

Jangan utamakan pupuk kimia untuk bunga mawar. Sebab, masih ada pupuk terbaik untuk mawar, yaitu pupuk kandang atau pupuk alami yang dihasilkan dari kotoran hewan. Pupuk organik tersebut menyuburkan tanah, tanaman, dan membuat mawar lekas keluar kuncup kembangnya.

Dosis pupuk kandang atau kompos untuk mawar, kira-kira 1-2 genggam setiap tanaman atau pot. Namun, sesuaikan dengan besarnya tanaman mawar. Pupuk ini diberikan 1 bulan sekali. Cara pemupukan mawar, taburkan pupuk disekeliling mawar dan tutup dengan tanah/campurkan dengan tanah bisa juga.

Pupuk apa untuk mawar selain pupuk kandang atau kompos? Banyak sekali jenis pupuk kimia untuk membungakan mawar. Misalnya, ada NPK, Growmore, dan lainnya.

Boleh saja menggunakan pupuk kimia, misalnya NPK, tapi ini pilihan terakhir. Karena kalau terlalu sering dipupuk dengan pupuk kimia, tanaman bunga mawar menjadi kering atau gosong, layu dan bahkan bisa mati.

Nah, kalau memang harus memakai pupuk kimia, dosisnya 1 sendok teh saja per tanaman atau pot. Aplikasikan ke dalam alur yang melingkar tanaman dan tutup dengan tanah. Berikan pupuk ini sebulan sekali. Ini juga harus dibarengi dengan penambahan pupuk kandang setiap 3 bulan sekali meski sudah ditambah pupuk kimia.


3. Penyiraman.

Mawar juga makhluk hidup yang butuh air untuk metabolisme. Kalau cuaca panas, bisa membuat media tanam cepat kering.

Jika memang cuaca sedang panas sekali, ini perlu sekali diperhatikan. Dalam kondisi seperti ini, penyiraman tanaman mawar harus dilakukan sebanyak dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore.

Akan tetapi, kalau cuaca biasa biasa saja, cukup siram sekali saja dalam sehari. Baiknya disiram pada malam hari atau pagi hari.

Berbeda ceritanya, kalau tanaman bunga mawar dalam pot diletakkan dibawah naungan, seperti dalam rumah kaca/greenhouse atau ada kanopi, penyiraman bisa dua hari sekali.

Yang paling baik sebelum menyiram, perhatikan dulu media tanam mawar, masih lembab atau udah kering. Jaga kelembaban media tanam untuk pertumbuhan tanaman mawar. 


4. Semprot daun dan bunga pascahujan.

Karena tanaman bunga mawar umumnya tumbuh atau diletakkan di area terbuka, dipastikan terkena air hujan kalau hujan turun. Karena itu, jangan abaikan mawar setiap kali terkena air hujan, segera semprot air biasa ke daun dan bunganya.

Tujuan menyemprot daun dan kembang tanaman mawar, agar tanaman mawar tetap subur dan rajin berbunga. Kita tau air hujan mengandung asam dan debu-debu, yang sangat sensitif khususnya untuk tanaman bunga mawar.


5. Kendalikan hama dan penyakit.

Cara yang terbaik lainnya dalam merawat tanaman bunga mawar adalah mencegah hama dan penyakit. Sebelum terserang hama dan penyakit, jaga area sekitar tanaman mawar termasuk media tanam tetap bersih, tidak ada gulma atau rumput yang tumbuh.

Namun, jika pun hama dan penyakit datang mengganggu mawar, jangan biarkan. Sebab, dapat menghambat pertumbuhan mawar dan malas berbunga. Kendalikan dengan pestisida atau fungisida. Sebaiknya, pakai cara mekanis, misalnya pakai tangan mengambil hama, atau pestisida organik agar aman dan ramah lingkungan.

Pemangkasan mawar
pemangkasan mawar
6. Pangkas tangkai tanaman mawar.

Cara merawat bunga mawar agar cepat berbunga yang terakhir, pemangkasan tangkai atau bagian batang. Pemangkasan ini tidak tidak dilakukan setiap saat, tetapi disesuaikan dengan kondisi tanaman mawar.

Jadi, supaya tanaman bunga mawar rajin berbunga dan banyak bunganya, jangan lupa memangkas bagian tangkai atau batang. Semakin dipangkas tangkai atau batang, maka semakin banyak tumbuh tunas baru, lebat dan besar bunganya.

Pemotongan tangkai mawar, merupakan salah satu cara merangsang pertumbuhan tunas, dan bunga baru.

Sebetulnya tidak ribet, hanya saja perlu rajin memperhatikannya, apakah ia butuh air, sinar, pupuk, dan lainnya. Begitulah cara merawat bunga mawar agar cepat berbunga. Kita rajin dan peduli merawat, tanaman mawar pun semakin cepat dan rajin berbunga. Sebaliknya, kita malas, mawar juga lebih malas lagi berbunga. Jangan-jangan secara perlahan “say good by” karena kita sudah tak peduli dengannya.

Tips

Agar cepat berbunga, lengkapi nutrisi tanaman mawar dengan menyemprot pupuk daun, baik masa vegetatif maupun masa generatif. Pupuk daun boleh pupuk organik cair, boleh juga pupuk gandasil, dan bisa juga pupuk meroke MAP atau MKP, serta merek lainnya yang cukup banyak dipasaran. Gunakan dosis pupuk yang tepat  Kalau pakai gandasil D dan B ikuti petunjuk penggunaannya seperti di artikel ini

27 Februari 2022

5 Zat Prangsang Akar Alami untuk Stek Tanaman yang Ampuh

5 Zat Prangsang Akar Alami untuk Stek Tanaman yang Ampuh

 

Kini, perangsang akar alami untuk stek tanaman menjadi pilihan terbaik untuk Anda. Sebab, hasil uji daya kerja hormon tanaman yang natural tersebut memang ampuh. Ia tak kalah manjurnya dengan perangsang akar kimia atau sintetis. Tetapi, Anda harus tau bahan alami yang bagaimana dan cara menggunakannya supaya perlakuan stek dengan zat penumbuh akar alami tersebut bisa berhasil. 

Hormon penumbuh akar alami tidak hanya untuk perbanyakan tanaman buah melalui stek, seperti mangga atau jambu air. Namun, zat alami yang akan kita bahas dalam artikel ini, dapat juga dipakai untuk stek tanaman hias, seperti bunga mawar, pucuk merah, aglonema, dan lain-lain.


Apa itu zat perangsang akar alami?

Sebelum jauh beranjak, sekilas kita cari tau apa yang dimaksud dengan zat perangsang akar alami, atau sering juga disebut zat pengatur tumbuh alami alias hormon pertumbuhan. Zat perangsang akar alami merupakan bahan-bahan yang berasal dari tanaman/tumbuhan yang mengandung hormon, terutama hormon auksin. Hormon ini berfungsi untuk pertumbuhan akar pada tanaman.

Selain hormon auksin, dalam bahan alami untuk merangsang akar, kadang-kadang terdapat juga hormon lain seperti giberelin dan sitokinin.

Namun, tidak semua zat alami mengandung ketiga jenis hormon-hormon pertumbuhan tersebut. Makanya, hanya ada beberapa bahan alami saja yang dapat diaplikasi untuk penumbuh akar tanaman pada stek batang.


Jenis tanaman yang bisa distek dengan hormon alami

Kalau zat perangsang akar tersedia, dan mudah kita dapatkan, kita bisa perbanyak sendiri aneka tanaman di rumah. Hampir semua jenis tanaman bisa disetek dengan zat perangsang akar alami.

Misalnya, kita kita bisa stek tanaman hias dengan zat pengatur tumbuh akar alami, seperti sirih gading, aglonema, mawar, bunga pucuk, asoka, lainnya.

Bahkan, perangsang akar alami bisa juga untuk memberbanyak tanaman buah melalui stek, seperti mangga, alpukat, durian, jambu air, jambu bol, dan aneka tanaman buah lainnya.

Tanaman-tanaman tersebut, jika perlakuan benar, maka dalam sekejap waktu akan tumbuh akar dan tunas. Dan siap untuk ditanam ke dalam pot atau ke tanah langsung.


5 Bahan alami untuk perangsang akar pada stek tanaman

Setidaknya ada 5 perangsang akar alami untuk stek tanaman, meskipun memang banyak, yang akan kita uraikan dalam artikel ini. Mengapa hanya 5? Kami tau bahwa kelima jenis perangsang akar alami tersebut mudah Anda dapatkan. Bahkan, tersedia di sekitar kita dan mungkin saja tidak perlu beli.

Apa saja ZPT alami penumbuh akar stek tanaman? yuk kita simak satu per satu.


1. air kelapa

Air kelapa sangat banyak kandungan nutrisi dan hormon pertumbuhan akar seperti hormon auksin dan juga sitokinin. Jadi selain bisa untuk pupuk tanaman, rupanya air kelapa bisa juga dimanfaatkan untuk setek tanaman. Dengan air kelapa, stek tanaman akan cepat tumbuh akar.

ZPT air kelapa
Kelapa

Cara aplikasi air kelapa sebagai perangsang akar alami untuk stek tanaman cukup mudah, yaitu :

  • Isi air kelapa (bisa agak tua) ke dalam wadah seperti gayung
  • Celupkan dan rendam pangkal batang stek ke dalam air kelapa selama 3-5 jam.
  • Kering anginkan sebentar
  • Tanam stek ke dalam media tanam/semai


2. bawang merah

Ternyata, bawang merah bukan saja berguna sebagai bumbu dapur,  atau penyedap masakan, tetapi bermanfaat juga untuk mempercepat tumbuh akar stek batang, atau cangkok tanaman.

ZPT bawang merah
Bawang Merah

Mengapa bawang merah bisa untuk zat perangsang akar alami? Rupaya menurut para ahli, di dalam bawang merah, terdapat sejumlah zat, dan salah satunya adalah hormon auksin. Nah, hormon inilah yang akan membantu pertumbuhan akar, jika Anda stek tanaman.

Penggunaan pun tidak sulit. Cara pakai bawang merah untuk stek tanaman, yaitu :

  • Ambil bawang merah 3-5 siung
  • Kupas kulit angin/kulit luar yang kering
  • Blender dengan menambah sedikit air
  • Saring dan ambil cairannya saja
  • Olesi atau celup pangkal stek tanaman beberapa menit
  • Kering anginkan dan semai stek ke dalam media semai

Hasil stek
Stek tumbuh

3. Tomat

Buah tomat merupakan bumbu dapur yang cukup banyak mineral dan vitamin di dalamnya. Karena kandungan tersebut, ekstrak tomat dapat juga sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman.

Tomat untuk stel alami
Tomat

Yang menakjubkan, tomat mengandung sejumlah hormon pertumbuhan. Salah satunya adalah hormon auksin, selain juga ada hormon sitokinin dan giberelin.

Nah, cara aplikasinya untuk obat penumbuh akar tanaman pun cukup mudah, yaitu :

  • Gunakan sekurangnya 1 buah tomat
  • Buang bijinya
  • Blender dengan menambah sedikit air
  • Saring dan pisahkan ampasnya
  • Gunakan cairan untuk stek tanaman
  • Celupkan sebentar pangkal stek ke dalam ekstrak tomat
  • Biarkan meresap beberapa saat dan semai stek tanaman


4. Buah pisang

Mungkin Anda juga pernah mendengar kalau stek tanaman dilakukan dengan buah pisang. Siapa sangka, pisang termasuk hormon perangsang akar tanaman yang alami dan mudah kita dapatkan. Anda tau, buah pisang mengandung sejumlah nutrisi penting, termasuk adanya kandungan hormon auksin dan giberelin. Hormon tersebut membantu pertumbuhan akar.

Pisang bahan stek
Pisang

Penggunaan pun cukup mudah untuk menumbuhkan akar stek tanaman, hampir sama dengan perlakuan bawang dan tomat. Yaitu, pisang diambil ektraknya dengan cara diblender. Cairan buah pisang tersebut, dipakai untuk stek batang tanaman.


5. Tanaman lidah buaya

Tanaman lidah buaya atau aloe vera, bukan saja sebagai tanaman hias. Tetapi, lidah buaya salah satu hormon perangsang akar alami pada stek tanaman. Jadi, bagi Anda yang memiliki tanaman lidah buaya di rumah, cukup beruntung. Anda bisa pakai ekstrak lidah buaya sebagai zpt alami, jika hendak perbanyak tanaman melalui stek.

ZPT Aloe vera

Daun tanaman hias lidah buaya (aloevera) mengandung hormon auksin dan giberelin, yang mendorong pertumbuhan akar tanaman. Cara penggunaan cukup mudah.

Cara pakai zat perangsang akar daun lidah buaya seperti berikut ini :

  • Iriskan atau belah daun lidah buaya
  • Ambil getah atau gel yang seperti lendir tersebut
  • Olesi pada pangkal stek tanaman
  • Biarkan sampai meresap
  • Tanam stek ke dalam media tanam yang sudah dibuat sebelumnya

Oh ya..mana tau juga ingin beli perangsang akar selain yang alami seperti root up atau nature stek, kami sarankan untuk membelinya  disini

Demikian bahan alami dan tata cara perlakuannya untuk stek tanaman. Dengan perangsang akar alami untuk stek tanaman ini, Anda dengan mudah memperbanyak aneka tanaman di rumah. Pastikan Anda membuat perlakuan bahan-bahan tersebut dengan benar, penggunaan pisau yang tajam dan steril, dan media semai stek yang berkualitas dan bebas jamur, agar stek cepat tumbuh akar dan tunasnya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Anda. Terima kasih dan sampai jumpa di artikel lainnya.

3 September 2020

5 Kesalahan Merawat Aglaonema Ini, Mesti Anda Hindari Kalau Mau Subur dan Menawan

5 Kesalahan Merawat Aglaonema Ini, Mesti Anda Hindari Kalau Mau Subur dan Menawan

 

Apakah Anda pernah melakukan setidaknya 1 dari 5 kesalahan merawat aglaonema ini? Jika iya, segera tinggalkan. Sebab, sayang sekali aglaonema yang indah itu dan Anda beli dengan harga mahal-mahal, tapi ketika tumbuh di rumah, tak seindah lagi yang Anda harapkan.


Aglaonema
Aglaonema Red Kochin

Aglaonema, Tanaman hias sedang 'naik daun'

Tahun 2020, tanaman hias aglaonema tampaknya sedang naik daun. Berbagai jenis aglaonema laku keras di pasaran ‘bak pisang goreng di musim hujan.’

Karena memang elok dipandang dan posisinya semakin populer, bukan hanya ‘senior,’ pecinta tanaman hias pemula pun melirik dan menjadi pembeli terbanyak aglaonema.


Indahnya aglaonema di garden

Pada suatu waktu di sore hari, saya jalan-jalan untuk “cuci mata” ke garden atau tempat penjualan tanaman hias. Di sana, tampak  cukup banyak orang, umumnya ibu-ibu dan ada juga beberapa orang kaum bapak, yang matanya tertuju pada sri rezeki (julukan aglaonema) yang indah karena terawat dengan baik.

Ada berbagai macam jenis aglaonema yang menarik perhatian atau minat pembeli, misalnya suksom jaipong, red kochin, lotus delight, red anjamani dan beberapa jenis lainnya.

Jenis aglaonema tersebut memang ‘berkelas’ karena penampilannya yang sangat indah. Warna warni dan motif daunnya, sungguh sangat menakjubkan.

Rata-rata, mereka tidak pulang dengan ‘tangan kosong.’ Setelah memilah dan memilih yang terindah dan harganya cocok setelah tawar-menawar, minimal 1 tanaman cantik aglonema mereka beli dan bawa pulang untuk ditanam di rumah.

Untuk melengkapi, mereka juga beli pupuk kandang, sekam padi, tanah, atau lainnya untuk media tanam aglaonema. Tidak ketinggalan, ada juga yang beli pupuk untuk persiapan merawat aglaonema nantinya.


Kesalahan merawat, aglaonema bisa sekarat

Sayangnya, tidak semua orang cerdas dalam mengurus aglonema. Cukup banyak yang salah merawat aglaonema.

Kesalahan memelihara aglaonema bisa jadi bukan disengaja, mungkin karena minimnya pengetahuan, khususnya pengetahuan tentang rahasia hidup tanaman hias aglaonema.

Lihatlah akibat kekeliruan merawat, setelah menanam ke dalam pot, tidak sedikit yang kecewa terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman hias aglaonema.

Karena salah ‘pola asuh’ alias kurang tepat merawat, aglaonema pun bisa jadi sekarat. Keindahan daun-daun aglaonema pelan-pelan mulai tenggelam, lenyap, dan hilang di depan mata.

Warna daun bisa jadi pudar, tak berkilau, menguning, layu, dan bisa jadi mati karena kesalahan memelihara aglaonema.

Beberapa kesalahan merawat aglaonema yang sering dilakukan oleh para pecinta tanaman hias pemula, misalnya menyiram setiap hari, meletakkan pada tempat terbuka dengan intensitas sinar matahari yang tinggi, dan lain-lain.


5 Kesalahan Merawat Aglaonema, apa saja?

Setidaknya, ada 5 kesalahan yang sering dilakukan, terutama oleh pemula, dalam merawat aglaonema. Yuk simak kesalahan apa saja dan bagaimana solusinya agar aglonema dapat tumbuh subur dan tampil menawan.


1. Menyiram aglaonema setiap hari

Seperti tanaman atau makhluk hidup lainnya, aglaonema juga membutuhkan air untuk dapat tumbuh dan berkembang. Dengan adanya air, suplai nutrisi ke seluruh jaringan aglaonema menjadi lancar, metabolisme berlangsung baik, dan lainnya.

Tapi perlu dicatat, aglaonema tidak menyukai banyak air. Terlalu sering menyiram aglaonema, apalagi setiap hari dengan air yang berlebihan, merupakan cara yang salah dalam merawat aglaonema.

Sebab, media tanam yang selalu basah, apalagi tergenang, tanaman aglaonema berpotensi busuk akar dan layu.

Karena itu, atur waktu penyiraman, misalnya 3-4 hari sekali atau sesuaikan dengan kelembaban media tanam. Sebaliknya, jangan pula membiarkannya kehausan. Jaga dengan baik kelembaban media tanam jangan sampai kering.


2. Meletakkan aglaonema di bawah sinar matahari langsung

Kesalahan merawat aglaonema yang kedua adalah meletakkan aglaonema pada area yang terkena sinar matahari langsung, dengan intensitas yang tinggi dari pagi sampai sore hari.

Tujuannya bagus, agar aglaonema mendapatkan cahaya, sehingga fotosintesa berlangsung dengan baik.

Akan tetapi, terkena sinar matahari langsung, akan membuat tanaman aglaonema terganggu, daunnya terbakar, tumbuh kerdil, sulit berkembang, dan tentu saja keindahan warnanya hilang.

Karena itu, letakkan pada tempat yang mendapat sinar matahari tidak langsung, seperti di bawah pohon yang rindang dan sejenisnya. 


3. Memupuk dengan pupuk kandang yang belum matang sempurna

Ketidakpahaman dengan pupuk kandang, sering kali membuat pemula menambah pupuk kandang belum matang, baik ketika membuat media tanam, maupun saat menambah pupuk susulan, ke dalam media tumbuh aglaonema.

Pupuk kandang yang belum matang masih mirip sekali dengan kotoran ternak segar (kotoran sapi atau kerbau), seperti bau dan warnanya. Meskipun telah dicampur dengan sekam padi, tetap belum terurai sempurna.

Pupuk kandang yang belum matang, mengandung bahan organik tinggi dan zat beracun. Penambahan pupuk ini, bisa berdampak buruk terhadap pertumbuhan aglaonema.

Ini akibatnya kalau Anda tambah pupuk kandang yang belum matang sempurna. Pupuk kandang yang belum terdekomposisi sempurna, ketika ditambah ke dalam media tanam, maka akan berkembang nematoda atau cacing cacing kecil dalam media tanam, yang dapat merusak jaringan akar aglaonema, suhu media tanam meningkat, dan penyerapan unsur hara pun terganggu. 

Solusinya apa?, Gunakanlah pupuk kandang yang sudah matang sempurna dengan ciri-cirinya remah, bentuk dan warna menyerupai tanah, dan tidak berbau busuk.

Pupuk kandang yang seperti ini (telah matang sempurna) telah mengalami proses dekomposisi yang berlangsung cukup lama, 3-6 bulan lamanya.

Atau, kalau ingin lebih aman dan aglaonema tumbuh bagus, Anda bisa juga gunakan pupuk kompos yang banyak dipasarkan dan berlabel serta ada izin produksinya. Atau, usahakan membuat kompos sendiri dari daun kering atau sampah kalau memang menyukai tanaman, khususnya tanaman hias.

BACA Juga : Cara Cerdas Membuat Kompos dari Sampah Daun-daunan Berkualitas Tinggi


4. Terlalu sering mengganti pot aglaonema

Saya dan mungkin juga Anda, sangat menyukai tampilan pot aglaonema yang cantik dan bergaya. Karena itu, tidak perlu heran kalau minggu ini terlihat warna pot hitam dan polos, minggu depan sudah berganti dengan pot putih dengan sedikit motif, dan mungkin bulan depan model lainnya. 

Taukah Anda? Rupanya, terlalu sering mengganti pot, tidak bagus untuk pertumbuhan aglaonema. Meskipun tujuannya agar tampil lebih menarik atau lebih bergaya, namun tetap saja itu cara salah merawat aglaonema.

Sebab, dengan seringnya gonta-ganti pot, aglaonema bisa stres dan dapat mengganggu dan merusak perakarannya. Dengan terganggunya akar, maka aglaonema yang Anda tanam akan sulit tumbuh dan berkembang.

Karena itu, sebelum Anda menanam aglaonema ke dalam pot, pastikan pot yang Anda pilih sudah sesuai dengan model dan ukurannya.

Jika pun ingin ganti pot, tunggu pertumbuhannya sampai jangka waktu 6 bulan sampai 1 tahun. Kalau ganti pot terus, kapan tumbuh dan beranak-pinak?


5. Tidak menggunakan pelindung aglaonema


Pelindung Aglaonema
Pelindung untuk aglaonema

Pernahkah Anda melihat atau menjumpai tanaman cantik aglaonema diletakkan di sudut ruangan sebagai tanaman indoor? Ini menunjukkan, aglaonema butuh tempat tumbuh yang terlindungi dari hujan deras, angin, dan sinar matahari langsung serta gangguan hewan yang mungkin terjadi.

Maka, ketika Anda menanam aglaonema dalam pot, dan meletakkan aglonema pada tempat terbuka, tanpa pelindung, merupakan cara yang kurang tepat dalam memelihara aglaonema. Bahkan, ini paling fatal atau tinggi resikonya.

Yang namanya pelindung tidak hanya bagian atasnya saja, tetapi sekelilingnya juga mesti ada pelindung agar terhindar dari tiupan angin kecang dan terhindar dari gangguan hewan piaraan seperti dipatuk/dicotok sama ayam, bebek, dan lainnya.

Aglaonema tanpa pelindung atau naungan, berpotensi akan sering diguyur hujan deras dan diterpa angin kencang. Kalau itu sempat terjadi, maka batang aglaonema menjadi busuk, mungkin patah, dan daunnya rusak. 

Solusinya, jika mau aglonema yang Anda tanam tetap tumbuh subur dan terlihat cantik, gunakan naungan, baik bagian atasnya maupun di sekelilingnya.

Untuk bahan pelindung, bisa berupa paranet atau bahan lainnya yang dapat melindungi aglaonema dari hujan deras, angin kencang, dan teriknya sinar matahari.

Itulah 5 kesalahan merawat aglaonema. Kesalahan ini perlu ditinggalkan dan lakukan cara merawat aglaonema yang baik dan benar agar aglonema dapat tumbuh subur, berkembang dengan baik, dan warna daunnya indah menawan.

Baca Juga : Merawat Aglaonema? Lakukan 8 Cara Ini agar Indah dan Menawan

Tip

Tip agar aglaonema cepat beranak
Tip menanam aglaonema biar cepat beranak

Jangan menanam aglaonema terlalu dalam. Sebab, kalau terlalu dalam tertanam akar dan batangnya, maka sulit untuk tumbuh anakannya. Bila perlu, gunakan media tanam yang minim saja, misalnya setengah pot saja.

11 Oktober 2019

8 Cara Merawat Tanaman Kaktus Agar Cepat Tumbuh dan Berkembang

8 Cara Merawat Tanaman Kaktus Agar Cepat Tumbuh dan Berkembang


pupuklahan.blogspot.com -- Cara Merawat Tanaman Kaktus – Siapa yang tak suka melihat tanaman kaktus tumbuh subur dan tampil indah. Saya dan mungkin juga Sobat tentu sangat gembira manakala menatap tanaman kaktus yang tumbuh segar, hijau, bersih, dan tentu saja berkembang dengan baik.

8 Cara Merawat Tanaman Kaktus Agar Cepat Tumbuh dan Berkembang
Photo by topcools tee on Unsplash

Kaktus butuh sentuhan dan perhatian
Namun, kesuburan, keelokan, dan keindahan tanaman kaktus tidak terbentuk begitu saja. Tanaman  berduri yang suka tumbuh di gurun ini, butuh sentuhan dan perhatian dari sang pemiliknya.
Kalau tidak diperhatikan, kehadiran kaktus di rumah Sobat, justeru tidak akan berarti apapun kecuali sebagai pelengkap koleksi kebun bunga saja. Atau, kaktus yang tidak terurus atau tak terhirau akan menambah beban karena tampilannya bak semak belukar atau tumbuhan liar yang kurang sedap dipandangnya.
Apapun makhluk hidup, termasuk tanaman, butuh perhatian kalau mengharapkan sesuatu, seperti kesuburan dan kecantikannya. Apalagi tanaman kaktus yang ingin ‘dititipkan sejuta harapan’ keindahan darinya, tentu saja tak terlepas dari perawatan yang sungguh-sunguh dari ‘nyonya atau tuan’ yang suka menanamnya.

Kaktus, tanaman gampang dirawat
Cactus plant - demikian orang luar negeri mengucapnya untuk tanaman kaktus - sebetulnya tanaman hias yang amat gampang memeliharanya. Yang sulit apa? Malas dan tidak mau mengurus setelah menanamnya. Atau, sulit merawatnya karena belum tau rahasia perawatan tanaman kaktus, boleh jadi.. 😅
Apalagi, tanaman kaktus termasuk dalam tanaman sekulen, sudah tentu tidak terikat dengan penyiraman. Seperti halnya lidah mertua dan lidah buaya, tanaman kaktus juga memiliki kemampuan adaptasi yang kuat seperti menyimpan air dalam jaringan tubuhnya. Sehingga tidak heran kalau kaktus mampu hidup dalam kondisi kekeringan yang minim air.
8 Cara Merawat Tanaman Kaktus Agar Cepat Tumbuh dan Berkembang
Photo by George Pagan III on Unsplash

Okay, mari kita cari tau cara merawat tanaman kaktus agar tumbuh dan berkembang sehingga dapat menghadirkan nuansa keindahan dan keteduhan di rumah. Bahkan, siapapun nanti yang akan melihat kaktus – tanaman dari keluarga cactaceae -- yang Sobat rawat, mereka akan terpesona memandangnya.

Cara Merawat Tanaman Kaktus
1. Pilih pot untuk kaktus yang kuat dan estetis
8 Cara Merawat Tanaman Kaktus Agar Cepat Tumbuh dan Berkembang
Photo by Raychan on Unsplash
Hal yang paling utama diperhatikan untuk tanaman kaktus adalah wadahnya, yaitu pot. Pastikan pot tempat tumbuh kaktus kuat dan tidak mudah retak atau pecah karena pengaruh suhu atau kelembaban.
Jangan lupa mengecek pot setelah membelinya apakah ada atau tidak lubang drainase pada bagian dasarnya. Kalau belum ada, silakan dilubangi. Ini penting kalau ingin merawat kaktus dengan serius. Sebab, kaktus tidak suka dengan genangan air. Makanya, pot harus ada pori-pori agar air dapat mudah mengalir keluar pot.
Nah, karena yang ditanam tanaman hias, maka pot untuk kaktus mesti dipilih yang agak estetis atau indah. Jadi, ketika kaktus yang dirawat sudah menunjukkan kemolekannya, tentu sangat padu dengan keindahan pot. Masa keindahan kaktus hilang hanya gara-gara tampilan pot yang jelek, ya tidak tepatlah.

2. Racik media tanam yang subur dan poros
8 Cara Merawat Tanaman Kaktus Agar Cepat Tumbuh dan Berkembang
Photo by Neslihan Gunaydin on Unsplash
Hampir sama dengan tanaman sekulen lainnya, kaktus juga menginginkan media tumbuh yang subur, poros, dan aeratif. Oleh karena itu, media tanam perlu diracik dari bahan-bahan yang tepat untuk pertumbuhannya.
Tentu saja media tanam kaktus sangat berkorelasi dengan perawatan nantinya. Bagaimana mau merawat ini dan itu, kalau media tanam saja sudah tidak mendukung untuk pertumbuhannya.
Jadi, raciklah media tanam kaktus dari bahan yang mengadung unsur hara, ada bahan organiknya, dan bersifat poros. Lazimnya, media tanam terdiri dari pupuk kompos, tanah, arang sekam, pasir atau kerikil.

3. Tempatkan kaktus di lokasi terkena sinar matahari
Tanaman kaktus memang terkenal dengan tanaman yang suka tumbuh di daerah panas. Kaktus juga tanaman yang paling suka dengan adanya sinar matahari sebagai ‘teman’ untuk menunjang hidupnya.
8 Cara Merawat Tanaman Kaktus Agar Cepat Tumbuh dan Berkembang
Photo by Thomas Griggs on Unsplash
Oleh karena itu, jika Sobat menanam kaktus, tempatkan ia pada lokasi yang mendapat cukup sinar matahari. Jika dijadikan sebagai tanaman hias indoor, letakkan dekat dengan area yang tembus sinar matahari.
Tetapi ingat! Meskipun hidupnya tak terlepas dari cahaya matahari, ini bukan berarti kaktus harus diterpa sinar dari pagi sampai sore hari. Berikan kesempatan untuk kaktus untuk mendapat sinar matahari minimal saja, 3-4 jam sehari sudah terasa cukup.

4. Berikan air untuk kaktus secara berkala
8 Cara Merawat Tanaman Kaktus Agar Cepat Tumbuh dan Berkembang
Gambar : Pixabay.com
Perhatikan tanaman kaktus agar pertumbuhannya tidak terkendala terutama ketersediaan air dalam media tumbuhnya. Walaupun tahan kekeringan, tapi suplai air tetap diperlukan jangan sampai media tumbuh ‘kering-kerontang’ yang berdampak buruk untuk pertumbuhan kaktus.
Namun, penyiraman air tidak perlu dilakukan setiap hari. Kaktus disiram secara berkala saja, misalnya 1-2 minggu sekali. Atau, periksa media tumbuh dengan menggunakan tangan untuk mengetahui apakah media tumbuh masih lembab atau mungkin sudah kering sama sekali.
Hati-hati juga dalam mengairi kaktus, jangan terlalu banyak hingga membuat media tumbuh tergenang. Jika sempat terendam, batang kaktus pelan-pelan akan membusuk.

5. Berikan nutrisi untuk pertumbuhan kaktus
Perawatan yang satu ini sangat menentukan pertumbuhan kaktus, yaitu nutrisi. Supaya kaktus tumbuh indah dan bahkan berbunga, aplikasikan pupuk yang mengandung nutisi hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) serta mengandung juga beberapa unsur hara mikro.
Pemupukan tanaman kaktus tidak perlu terlalu sering dan jangan juga terlalu banyak. Cukup berikan pupuk anorganik seperti NPK, boleh NPK 16:16:16, dalam tempo 3 bulan sekali. Dosis pupuk per pot sedikit saja, 1-2 gram per pot. Lebih baik butiran NPK dihaluskan terlebih dulu sebelum diaplikasikan ke tanaman kaktus.
Jika di toko pertanian terdekat tersedia pupuk NPK khusus tanaman hias, aplikasi pupuk ini untuk tanaman kaktus. Sebab, pupuk ini sudah dibuat secara khusus sehingga cukup membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman hias.

BACA JUGA : Terungkap! Ini Rupanya Pupuk untuk Tanaman Hias agar Selalu Berbunga

6. Bersihkan gulma di sekitar kaktus
Tidak ada makhluk hidup yang suka hidup bersama dengan kompetitornya atau pengganggunya. Demikian dengan tanaman kaktus, tanaman yang banyak duri di tubuhnya ini, cukup terganggu dengan tumbuh gulma di sekitarnya.
Kita paham bahwa gulma atau rumput-rumput liar yang tumbuh dalam media tumbuh kaktus akan merebut nutrisi yang tersedia untuk tanaman kaktus. Selain itu, gulma juga akan menjadi sarang tempat berkembangnya hama dan penyakit.
Oleh karena itu, rawat dan jagalah kaktus dengan membersihkan atau mencabut gulma yang tumbuh di sekeliling tanaman kaktus. Monitor secara teratur dan jangan biarkan tanaman pengganggu tumbuh dalam pot tanaman kaktus.

7. Ganti pot jika kaktus sudah membesar
8 Cara Merawat Tanaman Kaktus Agar Cepat Tumbuh dan Berkembang
Photo by Annie Spratt on Unsplash
Perhatikan juga wadah tumbuh tanaman kaktus terutama pot. Jika ukuran pot tidak sesuai lagi dengan ukuran tanaman kaktus, segera ganti dengan pot baru dengan ukuran yang lebih besar.
Jika pot kecil, sedangkan kaktus sudah cukup besar tumbuhnya, tentu sangat sempit untuk media perakaran dan tempat menampung nutrisi dan air. Selain itu, pot yang kecil sangat beresiko mudah terjatuh akibat diterpa angin atau tersenggol.

8. Ganti media tanam kaktus jika sudah jenuh
8 Cara Merawat Tanaman Kaktus Agar Cepat Tumbuh dan Berkembang
Photo by Siora Photography on Unsplash
Pemeliharaan tanaman kaktus lainnya adalah mengganti media tumbuh kalau sudah lama dan jenuh. Jika media tumbuh sudah jenuh, pertumbuhan kaktus sedikit terganggu. 

Sebab, media tumbuh yang sudah lama tentu telah habis ketersediaan nutrisi alaminya, kemampuan mengikat hara sudah rendah, porositas sudah tidak bagus, serta aerasi sudah buruk.
Oleh karena itu, ganti dengan media tumbuh kaktus yang baru. Bahan-bahannya sama dengan bahan pada saat membuat media tanam sebelumnya.
Pergantiaan media tumbuh ini tidak terlalu merepotkan karena tidak dilakukan setiap saat. Biasanya untuk menyegarkan media tumbuh kaktus, pergantian media tumbuh dilakukan 1-2 tahun sekali.
Itulah 8 cara merawat tanaman kaktus agar cepat tumbuh dan berkembang dengan baik. Bagaimana dengan Sobat, apakah sudah memberikan perhatian penuh untuk tanaman kaktus? Kalau belum, rawatlah ia sekarang agar tumbuh subur dan siap memancarkan kecantikan dan keindahannya untuk setiap orang yang memandangnya.

7 April 2019

Tips Merawat Cabai Rawit dan Peremajaannya Agar Panennya Berulang kali

Tips Merawat Cabai Rawit dan Peremajaannya Agar Panennya Berulang kali


Cara Merawat Cabai Rawit -- Cabai rawit merupakan komoditas hortikultura yang relatif lama usia hidupnya. Apalagi mendapat perawatan yang baik, cabai rawit tumbuh dan berbuah sampai 2 tahun lebih. Bahkan, cabai rawit yang sudah tidak produktif lagi pun akan kembali subur dan berbuah lebat jika pintar meremajakannya.

Tips Merawat Cabai Rawit dan Peremajaannya Agar Panennya Berulang kali
Tanaman Cabai Rawit. Gambar : Dokpri

Mudahnya tumbuh cabai rawit

Cabe rawit mudah sekali tumbuh. Terkadang, kita melihat biji cabai rawit yang jatuh di sudut rumah, tumbuh dan berbuah dengan sendirinya tanpa ada yang peduli. 

Beruntung kalau si empunya rumah mau menyiram dan memupuknya. Kalau tidak, cabe rawit itu hanya bertahan selama kondisi lingkungan bersahabat dengannya.

Jika kita rajin “lirik sana-sini” ketika berjalan, hampir setiap rumah tumbuh tanaman cabai rawit. Ada yang menanam dalam pot dan tidak sedikit yang menanam di lahan depan atau belakang rumah.

Memang mungkin sekadar menyalurkan hobi menanam ataupun olah raga berkebun sambil menyiram dan memupuknya. Tetapi, kalau perawatannya bagus, hasil cabai rawit bisa melimpah. 

Buah cabai rawit yang dipetik bisa untuk konsumsi sendiri, berbagi dengan tetangga, dan bahkan bernilai ekonomis kalau dijualnya.


Cabai rawit ; perawatan mudah, pasar pun siap menampungnya

Oh, iya..tidak hanya mudah tumbuh, tetapi perawatannya pun tidak terlalu ribet seperti varian cabai lainnya. Saking mudahnya dalam merawat, maka bukan hal yang aneh kalau banyak petani memilih menanam cabai rawit sebagai sebuah usaha tani baik ditanam di kebun, sawah, maupun lahan tegalan lainnya.

Tidak akan menyesal kalau merawat cabai rawit dengan baik dan benar. Sebab, ketika produksi buahnya yang melimpah karena perawatan yang optimal, pasar pun siap menampungnya. Bahkan, harganya pun relatif stabil dan terbilang mahal.


Cabai rawit banyak manfaatnya

Cabai rawit memang pedas, tetapi anehnya banyak orang menyukainya, mengapa?. Selain bermanfaat untuk kesehatan karena kandungan vitamin A yang tinggi, cabai rawit merupakan bumbu masakan, sambal, dan lalapan yang kayaknya tak boleh ketinggalan. Tanpa cabai rawit, apapun lalapan jadi hambar rasanya.

Okay, seperti ulasan di atas, kalau ingin hasil budidaya cabai rawit berbuah lebat, maka rahasianya ada pada perawatannya.

Oleh karena itu, postingan ini sengaja saya hadirkan secara khusus tentang cara merawat cabai rawit agar produksinya tinggi alias berbuah lebat.

Bahkan, di akhir postingan ini juga penulis tambahkan dengan peremajaan cabai rawit yang sudah tua agar kembali subur dan produktif. Jadi, kalau biasanya dicabut cabai rawit yang sudah tua dan tidak berbuah lagi, dengan tau cara meremajakan cabai rawit, maka tak perlu lagi sebentar-sebentar tanam yang baru.


MERAWAT CABAI RAWIT

Kegiatan tanam-menanam cabai rawit udah usai. Namun, tugas petani masih banyak kalau mau hasil panen melimpah. Kegiatan yang masih menunggu dan belum bisa melepas tangan setelah cabai rawit tumbuh adalah perawatannya.

Memelihara atau merawat cabai rawit tidak hanya menyiramnya agar tidak kering. Tetapi, perawatan harus menyeluruh seperti penyiangan, pemupukan, perempelan, pemasangan ajir, dan bahkan termasuk pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) yang sering disebut dengan hama dan penyakit tanaman.


1. Jaga kelembaban media tumbuh cabai rawit dengan cara menyiramnya atau sesuaikan dengan cuaca

Cabai rawit adalah salah satu makhluk hidup yang tidak terlepas dengan kebutuhan air. Oleh karena itu, salah satu yang terpenting dalam merawat cabai rawit adalah memastikan media tumbuh/lahan tanam tetap lembab atau kebutuhan air cukup.

Untuk menjaga kelembaban, tentu saja cabai rawit perlu dilakukan penyiraman yang teratur. Tidak mesti 2 kali sehari, yang terpenting adalah menyesuaikan dengan cuaca.

Kalau cuaca sangat panas atau musim kemarau, cabai rawit mesti disiram sampai 1-2 kali. Sebaliknya, kalau hujan turun dalam jumlah yang cukup, ini berarti petani boleh beristirahat sebentar karena tidak perlu penyiraman.

Kelebihan air atau tergenang juga tidak bagus atau bahkan mengganggu pertumbuhan cabai rawit. Makanya, pembuatan saluran drainase sudah harus disiapkan jauh-jauh hari sebelum menanam cabai rawit.


2. Bersihkan lahan cabai rawit dari gulma atau tumbuhan pengganggu dengan cara penyiangan

Tanaman cabai rawit akan tumbuh subur dan berbuah lebat kalau lahannya bersih dari tumbuhan pengganggu seperti gulma. Oleh sebab itu, merawat cabai rawit dengan cara penyiangan tidak boleh terlewatkan.

Gulma atau rerumputan yang tumbuh pada lahan cabai akan menjadi kompetitor cabai rawit. Persaingan nutrisi antara cabai dan gulma mengakibatkan pertumbuhan cabai rawit kerdil dan produktivitasnya tidak maksimal alias rendah.

Oleh karena itu, penyiangan gulma atau tumbuhan pengganggu dengan cara mencabut atau mencangkul sudah harus dilakukan sejak 15 hari setelah tanam. Dan penyiangan tetap dilanjutkan secara berkala walaupun cabai rawit sudah berbuah.

Makanya, bagi petani yang memiliki modal, mereka menggunakan mulsa dalam budidaya cabai rawit. Tujuannya, mencegah tumbuhnya gulma dan sekaligus bisa menjaga kelembaban media tumbuh.


3. Pupuklah cabai rawit dengan nutrisi yang tepat agar tumbuh subur dan berbuah lebat.

Cabai rawit yang mendapat asupan unsur hara makro dan mikro yang cukup, tentu saja tumbuh subur dan hasil panen tinggi serta memuaskan petani.

Nah, untuk mencukupi nutrisi tersebut, perlu merawat cabai rawit dengan cara memupuknya secara tepat, tepat jenisnya, tepat waktu, tepat dosisnya, dan tepat cara aplikasinya.

Pemupukan cabai dapat diberikan pupuk kimia dan bisa juga hanya pupuk organik seperti pupuk kandang. Sebab, kedua jenis pupuk tersebut mengandung unsur hara makro dan mikro meskipun jumlahnya yang tidak sama.

Namun, jika tujuan penanaman bukan untuk menghasilkan cabai rawit organik, kombinasi pupuk kimia dan organik untuk cabai rawit lebih bagus.

Kenapa? Karena pupuk kimia menyediakan hara makro cepat tersedia. Sedangkan, pupuk organik (pupuk kandang misalnya) memperbaiki struktur tanah dan menyediakan unsur hara makro dan mikro yang lengkap.

Pemupukan bisa dengan cara membenamkan di sekeliling tanaman dan boleh juga dengan cara pengocoran/penyiraman. Perawatan dengan pemupukan dilakukan sebulan sekali. Pupuk untuk cabe rawit, baik Jenis dan dosis pemupukan cabai rawit, dapat dibaca pada artikel Budidaya Cabai Rawit? Cukupi Nutrisinya Agar Panen Melimpah

Selain pemupukan dengan pupuk akar yang dibenamkan atau dikocor, cabai rawit perlu juga dipupuk dengan pupuk daun.

Pemupukan dengan pupuk daun seperti Gandasil atau merek pupuk daun lainnya, bisa dilakukan 1-2 kali per bulan. Ini bertujuan agar penyerapan unsur hara terutama hara mikro lebih optimal.


4. Pasang ajir untuk menopang cabai rawit agar tidak mudah jatuh karena angin atau hujan.

Pemasangan ajir cabai rawit merupakan salah satu jalan merawat atau memelihara cabai rawit. Sebab, dengan adanya ajir akan menopang cabai rawit sehingga tidak mudah roboh oleh angin atau hujan.

Apalagi cabai rawit buahnya lebat dan batangnya yang tinggi, pemasangan ajir sangat diperlukan. Beban buah cabai dan batangnya yang berat membuat cabai rawit mudah sekali goyah.

Ajir dapat terbuat dari bambu dengan panjang 1-1,5 meter atau disesuaikan dengan tinggi tanaman cabai. Ajir ditancapkan di samping tanaman cabai rawit dengan posisi kemiringan 450 dan bersandar ditengah percabangan pertama, lalu diikat.


5. Monitor secara teratur cabai rawit dan kendalikan jika adanya serangan OPT

Petani yang menanam cabai rawit sangat bersyukur karena cabai rawit termasuk salah satu cabai yang jarang diganggu oleh organisme pengganggu tanaman (OPT). Hampir tidak terdengar ada berita cabai rawit terserang penyakit keriting daun.

Tapi, yang namanya hama dan penyakit alias OPT tetap ada walaupun jumlah dan serangan terhadap cabai rawit tidak sepopular dan seganas OPT yang menyerang cabai keriting.

Jika ada OPT dapat dikendalikan saja dengan cara mekanis seperti menggunakan tangan atau alat lainnya. Sangat aman dan ramah lingkungan kalau mengendalikan OPT dengan penggunaan pestisida organik.

Itulah beberapa hal penting dalam merawat cabai rawit. Dengan perawatan yang baik dan benar, maka pertumbuhan cabai rawit subur, usia pertumbuhan bisa lebih lama, dan buahnya lebat.


PEREMAJAAN CABAI RAWIT YANG SUDAH TUA

Cara Peremajaan Cabai Rawit yag Sudah Tua -- Kini, kita ulas cabai rawit yang sudah tua untuk peremajaan. Biasanya, cabai rawit setelah 2-3 tahun sudah terbilang tua, produktivitasnya sudah menurun. Daun-daun mulai menguning, kecil, dan ada cabang-cabang dan ranting mulai mengering.

Jika kondisi tersebut di atas tidak ditangani dengan cerdas, tinggal menunggu waktu layu dan mati. Selanjutnya, cabai rawit tua sudah bisa dicabut dan ditanam kembali yang baru.

Tapi, produktivitas dan usia tumbuh cabai rawit bisa menjadi maksimal jika dipertahankan melalui peremajaan. Ketika tindakan meremajakan sukses, cabai rawit akan muncul daun dan tunas baru. Dalam waktu tidak lama akan muncul kucup bunga dan mulai berbuah kembali.

Bagaimana cara meremajakan cabai rawit yang sudah tua? Berikut ini dapat disimak langkah-langkah yang perlu dilakukan kalau hendak meremajakan cabai rawit.


1. Pangkas daun, cabang dan ranting yang tidak produktif

Untuk meremajakan atau membuat cabai rawit kembali produktif, pertama sekali lakukan pemangkasan daun-daun yang sudah menguning atau sudah tua.

Tips Merawat Cabai Rawit dan Peremajaannya Agar Panennya Berulang kali
Pemangkasan Cabai Rawit Tua. Gambar : Dokpri


Namun, tetap sisakan beberapa daun agar tanaman tetap bisa melangsungkan metabolismenya.

Selanjutnya, pangkas juga cabang dan ranting yang sudah tidak produktif, layu, dan kering. Daun-daun, ranting dan cabang yang sudah dipangkas, dikumpulkan untuk dibuang jauh-jauh atau dikomposkan.


2. Berikan pupuk kandang dan pupuk kimia agar cabai rawit tua kembali tumbuh tunas-tunas baru.

Setelah pemangkasan, apalagi? Segera berikan pupuk agar cabai rawit tua kembali mendapatkan nutrisi yang cukup. Pupuk yang diaplikasikan harus mengandung unsur hara makro dan mikro agar tanaman subur dan produktif.

Pertama, berikan pupuk kandang sebanyak 1-2 Kg/tanaman. Pupuk kandang dibenamkan di sekeliling tanaman dan ditutup kembali dengan tanah.

Kedua, beri pupuk NPK sebanyak 5 gram per tanaman. Pupuk NPK ini bisa dibenamkan di sekeliling tanaman dan bisa juga dikocor.

Kalau pengocoran, larutkan sebanyak 1 sendok makan NPK dalam 1 liter air, kocorkan ke pangkal tanaman sebanyak 500 ml/tanaman. Pemupukan dengan NPK tetap dilakukan sebulan sekali.


3. Semprot cabai rawit yang diremajakan dengan pupuk daun

Agar tanaman cabai rawit yang diremajakan terpacu pertumbuhan dan pembungaannya, semprot dengan pupuk daun 1-2 kali per 30 hari.

Semprot merata tanaman cabai rawit terutama permukaan bawah daun karena di sana terdapat banyak mulut daun (stomata). Lakukan penyemprotan pada pagi atau sore hari. Jangan pada saat terik matahari karena bisa menyebabkan daun terbakar.


4. Siram cabai rawit secukupnya secara teratur

Baik sebelum pemangkasan maupun sesudah pemangkasan, tanaman cabai rawit tetap disiram secukupnya. Lakukan penyiraman secukupnya dan rutin selama masa peremajaan berlangsung.

Baca juga ini :

Demikian juga setelah pemupukan, segera siram/airi media tumbuh agar pupuk cepat larut dan dapat segera diserap oleh akar tanaman.

Itu dia tip merawat cabai rawit dan peremajaan cabai rawit yang sudah tua. Dengan langkah-langkah yang tepat dalam perawatan dan peremajaan, cabai rawit selalu produktif. Bahkan, karena peremajaan, kita tidak perlu menanam yang baru karena cabai rawit akan kembali tumbuh, berbuah lagi, dan panen pun berulang kali.