Cara Aplikasi
Pupuk Daun Gandasil D dan B -- Masih banyak yang gagal memahami dengan pupuk daun. Ada yang beranggapan
yang namanya pupuk daun adalah untuk pertumbuhan daun saja. Ada juga yang
berpikir bahwa jika warna pupuk itu hijau, berarti itu pupuk daun.
![]() |
Pupuk Daun Gandasil D dan B. Gambar : Pupuklahan.blogspot.com |
Demikian juga
dengan cara semprot, kalau sudah membuat larutan, langsung saja dihabiskan
semuanya untuk menyemprot tanaman tanpa hitung-hitung berapa banyak jumlah dan
ukuran tanamannya. Atau jika belum ada perubahan pada tanaman, disemprot
lagi dengan pupuk daun tanpa mau ingat-ingat kapan pemupukan
sebelumnya. Itulah gambaran yang pernah dialami oleh segelintir orang
dalam budidaya tanaman.
Pahami dulu
pupuk daun
Karena gagal memahami pupuk daun, maka bukan mustahil kalau tidak ada perubahan pada penggunaan pupuk daun. Akibatnya, tanaman akan terganggu juga karena ia ikut “memahami” seperti keinginan petani. Ketika tanaman “salah merespon,” maka tanaman menjadi terganggu pertumbuhan dan perkembangannya, terbakar, kerdil atau tumbuh tanpa bunga.
Perlu diketahui
bahwa yang namanya pupuk, ada pupuk akar dan ada juga pupuk daun. Kalau pupuk
akar adalah pupuk yang diberikan melalui media tanam dan kemudian diserap oleh
akar sebagai nutrisi. Maka, pupuk daun adalah nutrisi tanaman
yang diberikan melalui daun dengan cara disemprotkan (spraying) ke daun-daun
tanaman.
Kadar hara
pupuk daun menunjukkan peruntukannya
Kalau pupuk
daun lebih banyak unsur nitrogen (N) berarti diberikan untuk mer_4_ngsang
pertumbuhan vegetatif seperti daun dan tunas baru. Sebaliknya, jika unsur
fosfor (P) dan kalium (K) lebih banyak kandungannya dalam pupuk daun, berarti
peruntukannya khusus untuk mer_4_ngsang pembungaan dan pembentukan buah.
Jadi kalau pupuk daun diberikan, kenapa muncul bunga? Wajar-wajar saja muncul bunga jika yang diberikan pupuk daun yang lebih banyak kandungan P dan K.
Jadi kalau pupuk daun diberikan, kenapa muncul bunga? Wajar-wajar saja muncul bunga jika yang diberikan pupuk daun yang lebih banyak kandungan P dan K.
Yang
jelas...untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, pupuk daun
dapat diaplikasi ke tanaman. Jadi, selain memberikan pupuk akar, pupuk daun
sebaiknya juga diberikan.
Pupuk daun memiliki kelebihan dibandingkan dengan pupuk akar. Selain unsur makro, pupuk daun juga memiliki kandungan unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhannya.
Pupuk daun memiliki kelebihan dibandingkan dengan pupuk akar. Selain unsur makro, pupuk daun juga memiliki kandungan unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhannya.
Keuntungan Memberikan Pupuk daun
- Langsung dimanfaatkan oleh tanaman
- Respon tanaman terhadap pupuk daun lebih baik
- Cepat terbentuknya tunas baru, daun lebih hijau, dan berbunga tepat waktu
- Tidak menimbulkan dampak negatif pada pada tanah dan tanaman (jika dosis dan waktu sesuai dengan petunjuk)
- Membuat tanah tidak lelah akibat pemberian pupuk akar terus menerus
Pupuk Daun
Organik
Sebagaimana
namanya organik, pupuk daun yang satu ini adalah pupuk yang berasal dari produk
samping tumbuhan atau pun hewan. Umumnya, pupuk daun organik ini bentuknya
cair, seperti pupuk daun yang berasal dari urin kambing, sampah organik, dan
lainnya.
Pupuk daun
organik yang sudah dipasarkan adalah Aminofert, Multi tonik, dan
lain-lain. Aminofert adalah nutrisi tanaman yang mengandung
asam amino dan mineral dan berbentuk cair. Kegunaannya untuk meningkatkan
kesuburan lahan dan juga dapat meningkatkan kualitas hasil tanaman.
Pupuk daun
organik memiliki unsur hara makro dan mikro yang sangat berguna untuk tumbuhnya
daun, tunas, bunga dan juga buah. Di samping nutrisinya, pupuk daun organik ini
juga mudah untuk didapatkan. Jika ingin membuat sendiri pupuk daun organik
cair, Anda dapat membaca ini Cara membuat pupuk cair organik (POC) dari urin kambing
Pupuk Daun Anorganik
Kita mengenal
juga pupuk daun anorganik atau pupuk daun kimia. Pupuk daun ini adalah hasil
sintesis atau buatan yang mengandung N,P,K, Mg, dan unsur-unsur mikro sebagai
hara tanaman.
Banyak pupuk
daun anorganik yang dijual di toko-toko pertanian dengan berbagai merek dagang.
Misalnya, Bayfolan, Complesal, Growmore, Hyponex, Gandasil, dan lain-lain.
Namun dari sekian banyak merek, salah satu pupuk daun yang cukup dikenal oleh kalangan petani
sekarang adalah merek Gandasil. Ada Gandasil D dan ada juga Gandasil B.
Keduanya adalah :
1. Gandasil D
Gandasil D
diberikan pada fase vegetatif. Karena Gandasil D adalah pupuk daun yang sangat
spesial diperuntukkan untuk mer_4_ngsang pertumbuhan daun dan tunas-tunas baru.
Sebab, unsur hara makro yang terdapat di dalamnya lebih dominan nitrogen (N).
Jadi kalau Anda ingin meningkatkan pertumbuhan vegetatif (daun hijau sehat dan
tunas muncul), Anda dapat menyuplai atau memberikan hara melalui daun dengan
memberikan pupuk daun Gandasil D...ingat untuk daun, Anda beli Gandasil D.
Komposisi hara
dalam pupuk daun Gandasil D dapat kita lihat pada kemasannya. Di sana tertera N
(20%), P (15%), K (15%), dan Mg (1%). Selain unsur hara makro tersebut, unsur
hara mikro juga ada, yaitu mangan (Mn), tembaga (Cu), boron (B), kobal (Co),
dan seng (Zn). Bahkan, di dalam pupuk Gandasil D terdapat juga sejumlah vitamin
untuk tanaman.
2. Gandasil B
Memasuki fase
generatif, tanaman sudah dapat diperkenalkan dengan pupuk daun Gandasil B.
Pupuk daun ini akan mer_4_ngsang tanaman sehingga akan muncul banyak bunga.
pupuklahan.blogspot.com ingin bilang begini, bahwa yang spesial pada pupuk daun ini adalah komposisi unsur P dan K lebih banyak
dibandingkan dengan Gandasil D. Dimana unsur hara P berguna untuk pembentukan
bunga. Dan unsur hara K akan dimanfaatkan tanaman untuk pembentukan karbohidrat dan peningkatan kualitas hasil panen nantinya.
Apa kandungan
pupuk majemuk NPK ini (Gandasil B)? Komposisi hara dalam pupuk daun Gandasil B
adalah N (6%), P (20%), K (30%), dan Mg (1%). Selain unsur hara makro tersebut,
unsur hara mikro juga ada di dalamnya.
Cara dan Waktu aplikasi pupuk daun
Pupuk daun,
baik untuk muncul daun, tunas, maupun bunga, disemprotkan ke daun tanaman. Kenapa
harus disemprotkan ke daun? Ini karena daun memiliki mulut (stomata) dan
letaknya yang paling banyak di bawah daun. Unsur hara yang disemprot ke daun
akan masuk ke dalam jaringan daun dan akan diteruskan ke seluruh bagian
tanaman.
Waktu yang
tepat untuk aplikasi pupuk daun adalah pada saat pagi hari setelah matahari
terbit. Pada pagi-pagi hari, mulut daun terbuka sehingga unsur hara yang
diberikan dapat maksimal terserap daun tanaman.
Pupuk daun yang diberikan pada
pagi hari itu juga sangat baik karena pada saat itu juga berlangsung proses
fotosintesis (pembentukan glukosa).
Tapi ingat, meskipun tanaman diberi nutrisi melalui daun ketika pagi atau sore hari, tetap tidak boleh mencampur pupuk daun dengan pestisida berbahan perekat atau mengandung zat perekat di dalamnya. Kenapa? Karena larutan pupuk daun akan ikut lengket di daun tanaman.
Jika pupuk ikut melekat dipermukaan daun, maka bisa dibayangkan, pupuk sulit diserap oleh daun, air dalam jaringan daun akan tersedot keluar, dan tentu saja daun ikut terganggu memerah laksana terbakar.
Tapi ingat, meskipun tanaman diberi nutrisi melalui daun ketika pagi atau sore hari, tetap tidak boleh mencampur pupuk daun dengan pestisida berbahan perekat atau mengandung zat perekat di dalamnya. Kenapa? Karena larutan pupuk daun akan ikut lengket di daun tanaman.
Jika pupuk ikut melekat dipermukaan daun, maka bisa dibayangkan, pupuk sulit diserap oleh daun, air dalam jaringan daun akan tersedot keluar, dan tentu saja daun ikut terganggu memerah laksana terbakar.
Konsentrasi dan Dosis pupuk daun
Pupuk daun
harus sangat hati-hati diberikan jangan sampai membakar daun tanaman. Oleh
karena itu, baca petunjuk yang tertera di kemasan pupuk daun. Misalnya, pada
kemasan tercantum 20 gram per 10 liter, maka ini adalah konsentasi
larutan yang harus dibuat.
Baca juga ini :
- Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sabut Kelapa
- Pupuk NPK Phonska Plus Memembuat Panen Meningkat Karena Ini
- Awas!! Jangan Salah Memupuk Tanaman dengan Ampas Kopi, Ini Cara yang Benar
- Cara Cangkok Mangga Agar Cepat Tumbuh, Pakai ZPT ini
- Merawat Aglaonema? Lakukan 7 Cara Ini Agar Indah dan Menawan
Caranya, ambil pupuk daun itu sebanyak 20 gram dan larutkan ke dalam 10 liter air. Jika Anda hanya butuh 1 liter larutan saja, maka ambil pupuk 2 gram dan larutkan dalam 1 liter air. Ingat...baca petunjuk di kemasan dan jangan sesuka hati menambahnya.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah setelah membuat larutan pupuk daun dengan konsentrasi 2 gram per liter air, maka semuanya disemprotkan ke tanaman? Jawabnya, bisa ya dan bisa tidak. Sebab, sangat tergantung seberapa banyak tanaman dan seberapa besar ukuran tanaman yang akan disemprotkan dengan pupuk daun.
Jika hanya satu
tanaman saja dan ukuran tanaman itu kecil, misalnya anggrek, maka tidak boleh menyemprot dengan dosis
tinggi. Dengan kata lain, jangan menghabiskan 1 liter larutan yang sudah
Anda buat itu hanya untuk satu tanaman hias itu. Jika disemprot semuanya dengan
1 liter, ini sama saja dengan memberikan dosis tinggi dan
membvnuh tanaman kesayangan Anda.
Bagaimana juga
cara aplikasi yang tepat? Berikan pupuk daun dengan dosis yang tepat.
Semprotkan dengan spray tipis atau halus saja ke daun terutama
bagian bawah daun. Pada saat daun sudah kelihatan basah, maka penyemprotan
dihentikan. Jangan mengulang-ngulang penyemprotan dalam waktu yang sama. Sisa
larutan yang tidak terpakai, disimpan saja dengan ditutup rapat dan dapat
digunakan kembali pada waktu berikutnya (setelah 7 - 10 hari).
Tips :
- Jangan menyemprot
pupuk daun ke tanaman pada kondisi cuaca tidak bersahabat. Kondisi panas
saat siang hari, mendung, hujan tidak baik untuk memberikan pupuk daun.
Jika siang hari yang panas akan menyebabkan pupuk daun cepat menguap atau
bahkan daun terbakar. Jika musim hujan, pupuk daun akan hilang tercuci
hujan sebelum masuk ke mulut daun tanaman.
- Hindari menyemprot tanaman buah dengan pupuk daun pada saat mulai berbunga dan sedang mekar karena beresiko rontok atau gugur. Jadi, aplikasi pupuk daun dapat dilakukan lagi ketika bunga sudah berubah menjadi buah kecil-kecil alias buah muda.
- Catat waktu dan jenis pupuk daun yang disemprotkan ke tanaman. Ini untuk kontrol sehingga kita tidak salah dalam penggunaan pupuk daun dan juga bisa mengingatkan kita waktu penyemprotan sebelumnya. Sebab, pemberian pupuk daun ada interval waktunya (setiap 7 hari atau 10 hari sekali tergantung petunjuk kemasan pupuk)