--> Pupuk Lahan : budidaya | Simple SEO Optimized Blogger Theme
Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan

20 April 2024

Cara Stek Daun Mint untuk Tanam di Pot atau Bedengan

Cara Stek Daun Mint untuk Tanam di Pot atau Bedengan


Tanaman daun mint yang lebih dikenal dengan nama ilmiah mentha merupakan salah satu anggota keluarga mint (Lamiaceae). Tanaman ini mempunyai aroma yang unik dan rasa yang menyegarkan sehingga sering digunakan sebagai bahan masakan, minuman, dan obat-obatan tradisional.

stek daun mint
Stek Daun Mint

Daun mint biasanya berwarna hijau tua dengan tepi bergerigi. Ada berbagai jenis daun mint, seperti peppermint (Mentha Piperita), spearmint (Mentha spicata), dan coklat mint (Mentha × Piperita “Chocolate”), namun semuanya memiliki khasiat yang serupa dalam hal aroma dan kegunaan.

Daun Mint
Tanaman Daun Mint

Mint umumnya digunakan dalam berbagai cara, antara lain:

Kegunaan kuliner: Daun mint digunakan sebagai bahan tambahan dalam banyak masakan, mulai dari saus, salad, minuman hingga makanan penutup. Rasa dan aromanya yang segar membuatnya sangat populer dalam masakan berbagai budaya.

Minuman: mint sering digunakan dalam minuman seperti teh mint, mojitos, atau sebagai hiasan untuk minuman ringan dan koktail.

Obat Tradisional : Daun mint digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan sakit perut, mual, dan gangguan pencernaan lainnya. Minyak esensial mint juga digunakan dalam produk perawatan pribadi seperti pasta gigi, sabun, dan krim.

Aromaterapi : Minyak atsiri daun mint sering digunakan dalam aromaterapi untuk memberikan sensasi menyegarkan dan menyegarkan pikiran.

Tanaman mint tidak hanya digunakan untuk masakan dan pengobatan tradisional, tetapi juga ditanam sebagai tanaman hias di taman dan pot dalam ruangan karena keindahan dan aromanya.


MANFAAT DAUN MINT

Daun mint memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, kuliner, dan kecantikan. Beberapa manfaat daun mint yang utama tercantum di bawah ini: 

Minuman Campur Daun Mint
Minuman Plus Daun Mint

  1. Meredakan Gangguan Pencernaan: Minyak atsiri yang terdapat dalam daun mint membantu meredakan gangguan pencernaan seperti gas, kembung, dan mual. Teh mint sering diminum untuk meringankan gejala tersebut.
  2. Mengurangi rasa sakit dan peradangan: Daun mint mengandung senyawa seperti mentol yang memiliki sifat analgesik dan anti inflamasi. Ini membantu meringankan nyeri otot, sakit kepala, dan nyeri sendi.
  3. Menyegarkan Nafas: Mint merupakan bahan utama dalam berbagai jenis pasta gigi, permen karet, dan mint karena membantu menghilangkan bau mulut dan memberikan rasa menyegarkan.
  4. Meningkatkan fokus dan fokus: Aroma mentol segar membantu meningkatkan kewaspadaan dan fokus mental. Ini sering digunakan dalam aromaterapi dan sebagai minyak esensial dalam diffuser.
  5. Menenangkan Kulit: Daun mint mengandung senyawa anti inflamasi dan antioksidan yang membantu meredakan iritasi kulit, gatal-gatal, dan ruam. Mengoleskan minyak esensial mint secara topikal juga dapat membantu mendinginkan dan menyegarkan kulit.
  6. Mengurangi Stres dan Kelelahan: Aroma mint yang menyegarkan mengurangi stres, kecemasan, dan kelelahan mental. Menghirup aroma mint dan minyak esensialnya akan membuat Anda merasa tenang dan segar.
  7. Kegunaan Kuliner: Daun mint adalah bahan populer di banyak hidangan, mulai dari hidangan utama hingga hidangan penutup. Rasa dan aromanya yang segar menjadikannya tambahan yang bagus untuk salad, saus, minuman, dan makanan penutup.
  8. Minuman Ringan: Teh mint dingin atau panas merupakan minuman yang sangat menyegarkan, terutama di musim panas. Selain itu, mint juga digunakan untuk membuat cocktail dan minuman ber4lkohol lainnya.
  9. Penyegar Mulut Alami: Kegunaan daun mint lainnya yaitu membersihkan mulut dan mengurangi plak bakteri, sehingga dapat mencegah masalah kesehatan pada gigi dan gusi.

Banyaknya manfaat ini menjadikan daun mint sebagai tambahan yang bermanfaat untuk gaya hidup sehat dan dapat meningkatkan kesejahteraan Anda secara keseluruhan.


SYARAT TUMBUH DAUN MINT

Tanaman mint relatif mudah tumbuh dan tumbuh dengan baik dalam berbagai kondisi. Syarat tumbuh tanaman mint dan perawatan yang sangat mendasar adalah seperti berikut : 

  • Pencahayaan: mint membutuhkan sinar matahari penuh, tetapi juga tumbuh baik di tempat teduh parsial. Idealnya, berikan sekitar 6 hingga 8 jam sinar matahari langsung setiap hari.
  • Suhu: Tanaman mint tumbuh dengan baik di daerah beriklim sedang hingga sedang. Biasanya tumbuh paling baik pada suhu sekitar 18-24°C. Tumbuh dengan baik di luar ruangan pada musim panas dan dapat dibawa ke dalam ruangan selama suhu ekstrem di musim dingin.
  • Tanah: Tanah yang baik dan memiliki drainase yang baik penting untuk tanaman mint. Lebih menyukai tanah yang sedikit asam hingga netral yang kaya bahan organik.
  • Air: Mint lebih menyukai tanah lembab, tetapi tidak basah. Pastikan untuk menyirami tanaman Anda secara teratur, terutama selama bulan-bulan musim panas. Namun, hindari kelembapan yang berlebihan karena dapat menyebabkan busuk akar.
  • Pemangkasan: Mint cenderung tumbuh dengan cepat dan menjadi tidak rapi jika tidak dipangkas secara teratur. Pemangkasan merangsang pertumbuhan baru dan menjaga tanaman tetap kompak.
  • Pupuk: Mint dapat diberi pupuk secukupnya setiap beberapa minggu untuk mendorong produksi buah. Gunakan pupuk seimbang organik atau yang larut dalam air.
  • Pengendalian Hama dan Penyakit: Meskipun tanaman mint relatif tahan terhadap hama dan penyakit, Anda tetap harus memeriksa dan mengendalikan serangga dan penyakit yang mungkin menyerang tanaman Anda.
  • Isolasi: Mint cenderung menyebar dengan cepat melalui rimpang, jadi sebaiknya tanam jauh dari tanaman lain atau di wadah terpisah agar tidak menyita taman Anda.

Jika Anda memperhatikan kondisi pertumbuhan dan perawatan daun mint ini, Anda seharusnya bisa menanam tanaman mint yang subur dan sehat.


CARA STEK DAUN MINT

Menanam daun mint (mentha) dari stek sangatlah mudah. Berikut langkah-langkah umum memotong atau stek daun mint: Pilih tanaman induk yang sehat.

stek dengan memotong daun mint
Langkah stek daun mint

  1. Pilih beberapa cabang daun mint yang sehat dan tanaman induk yang kuat. Pastikan tanaman tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit atau kerusakan.
  2. Persiapan Tanah: Siapkan pot atau wadah dengan jumlah tanah pot dan kompos yang sama. Pastikan campuran tanah mengalir dengan baik.
  3. Potong batangnya: Dengan menggunakan pisau tajam atau gunting steril, potong batang daun mint dengan panjang kurang lebih 10-15 cm. Pastikan ada beberapa daun di bagian atas setiap batang.
  4. Buang daun bagian bawah: Buang atau potong daun bagian bawah dari batang potongan yang ingin Anda tanam. Ini membantu mengarahkan energi tanaman ke pertumbuhan akar baru.
  5. Penanaman : Tanam batang potongan ke dalam tanah hingga tanah tertutup seluruhnya. Pastikan hanya satu atau dua bagian daun yang tersisa di atas permukaan tanah.
  6. Penyiraman: Setelah menanam stek, sirami dengan hati-hati agar tanah tidak terlalu basah. Jagalah kelembapan tanah dengan penyiraman secara teratur, tetapi hindari kelembapan yang berlebihan.
  7. Perawatan : Tempatkan stek pada lokasi yang mendapat sinar matahari penuh namun tidak terkena sinar matahari langsung.
  8. Pemantauan: Periksa stek daun mint secara teratur untuk memastikan bahwa stek berakar dengan baik. Ini biasanya terjadi dalam beberapa minggu.
  9. Pemindahan: Setelah stek memiliki akar yang cukup, stek tersebut dapat dipindahkan ke pot atau bedengan yang lebih besar untuk pertumbuhan lebih lanjut.

Memperbanyak daun mint
Memotong daun mint untuk perbanyakan tanaman

Jika Anda mengikuti langkah-langkah stek tanaman mint tersebut dan melakukan perawatan daun mint yang tepat, Anda tidak akan mengalami masalah dalam menumbuhkan daun mint baru hasil dari stek. Demikian semoga sukses.

Video terkait Cara Stek Daun Mint



29 Agustus 2023

Rupanya Begini Cara Termudah Menanam Cabe Rawit di Polybag

Rupanya Begini Cara Termudah Menanam Cabe Rawit di Polybag

 

Cara menanam cabe rawit di polybag keliatannya mudah sekali. Tetapi, pada praktiknya di rumah, tak semudah yang dibayangkan. Benar ya! Ketika mulai menanam saja sudah harus memikirkan media tanamnya bagaimana. Apakah perlu menambah pupuk NPK saat menyiapkan media tanam, dan segudang kebingungan lain yang mungkin ditemui saat mencoba menanam cabe rawit.

Tanaman cabai rawit
Cabai rawit. Pixabay.com

Setelah membaca postingan ini, Insya Allah kebingunan tersebut akan lenyap seketika. Kegelapan berubah menjadi terang karena seberkas sinar pengetahuan yang kami tulis ini tentu akan menerangi jalan dan membimbing kamu bagaimana sesungguhnya cara termudah menanam cabai rawit di polybag.

Sebelum jauh melangkah, barangkali ada yang bertanya kenapa memilih menanam cabai rawit di polybag? Ini tentu kamu punya alasan tersendiri. Bisa saja karena lahan perkarangan rumah sempit dan boleh jadi biar mudah penataan dan perawatan. Bahkan, bukan tidak mungkin jika tanaman cabai rawit tumbuh subur dan berbuah lebat di polybag, ini akan menambah keindahan rumah Anda.

Namun, untuk tumbuh subur dan berbuah lebat, manaman cabe rawit dalam polybag perlu  perawatan yang rutin. Kamu harus tau cara merawat cabe rawit sejak awal menanam sampai dengan panen. Ini merupakan rahasia  sukses budidaya cabe rawit dalam polybag.

‘Gak usah berlama dan lebar-panjang, yuk simak cara menanam cabe rawit dalam polybag agar berbuah lebat di rumah.


1. Bibit cabai rawit

Sedika beberapa buah cabai rawit sisa belanjaan untuk bumbu dapur. Kamu pilih buah cabai rawit yang mau dijadikan benih adalah buah yang bagus dan sehat.

Belah buah cabai tersebut dan ambil bijinya. Selanjutnya, biji cabe tersebut dijemur sampai kering. Kalau tidak mau menjemur di bawah sinar matahari, biji cabai boleh juga diangin-anginkan.

Buah cabe rawit
cabe rawit. Gbr : pixabay.com


2.  Media semai

Awali menanam cabe rawit di polybag dengan menyemai benihnya terlebih dulu. Caranya sediakan media semai benih cabai rawit campuran tanah halus, sedikit pasir, dan pupuk kandang. Campur bahan tersebut sampai merata. 

Masukkan media semai cabe rawit ke dalam polybag atau wadah lain untuk menyemainya. Caranya, basahi media semai, letakkan satu persatu benih cabai pada media semai, dan tutup dengan tanah halus secara tipis saja sekadar menutup benih. Jangan lupa disiram ya agar cepat tumbuh. Jika sudah tumbuh 3-4 helai daun, bibit cabe rawit siap dipindahkan ke dalam polybag.

 

Bibit cabe rawit
ilustrasi bibit cabe rawit. Gbr : pixabay.com

3.  Polybag

Kamu sediakan polybag untuk menanam cabe rawit yang ukurannya agak besar agar dapat berbuah banyak nantinya. Ukuran polybag yang lazim digunakan untuk menanam cabai adalah 50 cm x 60 cm atau minimal memiliki diameter 30 cm.  Intinya, polybag yang agak besar lebih bagus karena dapat menampung media tanam lebih banyak sehingga perkembangan akar tanaman cabe rawit lebih baik.


4.  Media tanam

Sebelum menanam, buatlah media tanam cabe rawit yang subur. Kamu bisa pakai bahannya terdiri dari campuran tanah, sekam padi, dan pupuk kandang dengan perbandingan bahan 1:1:1. Semua bahan tersebut dicampur merata.

Agar kamu lebih yakin dengan kesuburan media tanam, kamu boleh nambahkan pupuk NPK phonska atau NPK mutiara ke dalam campuran bahan media tanam tersebut di atas. Kira-kira ½ sendok teh NPK untuk setiap bahan tanam di polybag. 

Masukkan media tanam cabe rawit ke dalam polybag. Ukuran banyaknya kira-kira 2/3 dari tinggi polybag.


5.  Tanam cabe rawit ke polybag

Pindahkan bibit cabe rawit dari tempat semaian dengan cara hati-hati agar tidak merusak akarnya. Lau, tanam segera bibit cabai rawit tersebut tepat di tengah polybag dan padatkan tanah di sekitarnya agar tidak goyah. Kemudian jangan lupa disiram sampai media tanam lembab.

Setelah menanam, kamu harus menyiramnya setiap hari atau sesuaikan dengan kelembaban media tumbuh cabe rawit. Cara merawat cabe rawit di polybag akan kita ulas di artikel berikutnya.

Seperti itulah cara menanam cabe rawit di polybag. Semoga artikel singkat ini menjadi penyemangat kamu untuk mulai mempersiapkan dan menanam cabe rawit dalam polybag di rumah. Selamat mencoba, semoga sukses ya.


19 Juni 2022

5 Cara Jitu Merawat Tanaman Anggur agar Cepat Berbuah

5 Cara Jitu Merawat Tanaman Anggur agar Cepat Berbuah

 

Bagaimana cara merawat tanaman anggur agar cepat berbuah? Ini pertanyaan yang acap kali muncul manakala tanaman anggur yang kita tanam di rumah, terutama di pot,  tidak mau berbuah. Apakah karena pupuk yang tidak tepat? Atau mungkin ada perlakuan khusus yang harus dilakukan agar anggur subur dan cepat berbuah?

Tanaman anggur
Tanaman anggur berbuah

Sekilas tentang pohon anggur ; tanaman anggur merupakan tanaman perdu tumbuh merambat yang termasuk ke dalam keluarga Vitaceae. Buahnya sangat lezat dan sering dimakan langsung. Bahkan, buah anggur umumnya dibuat untuk jus anggur, minuman anggur, dan sebagainya. Jenis tanaman anggur pun beragam, mulai dari anggur hijau, anggur hitam, anggur merah, dan sejumlah varietas lainnya.

Kembali ke topik yah,-- tanaman anggur yang tumbuh di rumah semestinya cepat berbuah. Sebab, kita dekat dan selalu bisa memonitor perkembangan untuk memberi sentuhan-sentuhan khusus  supaya tanaman anggur lekas berbunga dan berbuah. Apalagi bibit anggur hasil stek dari varietas unggul, jelas-jelas cepat bangat berbuah. Akan tetapi, karena kurang pengetahuan dalam budidaya anggur, tanaman anggur menjadi “mandul” alias tidak berbuah sama sekali.

Yang paling menyebelkan adalah, meskipun sudah diperlakukan tanaman anggur dengan berbagai macam cara, kasih pupuk ini dan itu, tetap saja “bandel”. Yang ada hanyalah daun-daun rimbun dan ranting merambat entah kemana-mana. Nah, mau tau rahasianya atau cara merawat tanaman anggur agar cepat berbuah? Mari simak terus sampai tuntas artikel ini.


Cara Merawat Tanaman Anggur agar Cepat Berbuah

Sobat pupuk lahan, setidaknya ada lima cara merawat anggur yang perlu Anda lakukan kalau ingin segera berbuah. Dari lima cara yang dimaksud, termasuk salah satu di dalamnya pupuk untuk tanaman anggur dengan dosis dan interval waktu aplikasi yang tepat. Pupuk menjadi bagian penting sebagai nutrisi untuk mendorong pembungaan dan buah. Inilah lima cara merawat tanaman anggur, yaitu :


1. Pengairan Tanaman Anggur

Walaupun terlihat gampang, bukan berarti Anda bisa semaunya mengairi atau menyiram anggur. Ingat! Tanaman anggur mudah stres jika kekurangan air dalam media tanam. Apalagi kering-kerontang, bisa-bisa pohon anggur mati.

Sebaliknya, kelebihan air pun akan menjadi persoalan. Kebanyakan atau terlalu sering menyiramnya akan membuat tanaman anggur terganggu dan bahkan bisa membusuk pohonnya.

Jadi cara merawat tanaman anggur yang baik dan benar agar cepat berbunga dan berbuah adalah dengan menjaga kelembaban media tumbuhnya, jangan sampai kering. Caranya, luangkan waktu Anda untuk menyiram anggur setidaknya 3 kali saja dalam seminggu. Itupun kalau cuaca sangat panas. Kalau hujan, jangan pula Anda menyiramnya.

Yang paling tepat lagi sebelum menyiram adalah, periksa kondisi kelembaban media tumbuh anggur di pot. Masukkan jari ke dalam tanah dan perhatikan apakah lembab atau kering. Kalau kering silakan disiram secukupnya saja.


2. Pencahayaan Tanaman Anggur

Tanaman anggur termasuk tanaman yang berbuah. Ini artinya, kebutuhan sinar matahari perlu banyak agar proses fotosintesis berlangsung dengan baik. Tanpa pencahayaan matahari yang cukup, jangan harap tanaman anggur tumbuh bunga apalagi berbuah.

Oleh sebab itu, pastikan Anda menanam anggur pada area yang mendapat sinar matahari, terutama matahari pagi. Jika Anda menanam anggur di pot, letakkan pot pada ruang terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Dalam satu hari, tanaman anggur mesti mendapat sinar matahari selama 6-8 jam.


3. Pemupukan tanaman anggur

Apa pupuk untuk anggur? Sebetulnya anggur seperti halnya tanaman lain yang juga membutuhkan pupuk yang mengandung nutrisi lengkap. Asupan unsur hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) tidak boleh diabaikan kalau mau anggur cepat berbuah. Cuman, agar anggur mau berbuah perlu diatur dosis dan waktu pemupukan yang tepat.

Pemupukan anggur boleh dengan pupuk kimia seperti pupuk NPK mutiara dan NPK lainnya. Bisa juga memupuk anggur dengan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang. Agar mendapat nutrisi yang lengkap, ada unsur hara makro dan unsur hara mikro, maka kombinasilah pupuk kimia dengan pupuk organik. Cara seperti ini akan menjadi lebih bagus untuk mendorong tanaman anggur berbuah.

Agar lebih mudah, aplikasi pupuk majemuk, yaitu pupuk NPK dengan dosis 10 gram/tanaman atau 1 sendok makan. Aplikasi pupuk NPK setiap 1 bulan sekali. Cara aplikasi, boleh dengan menabur/membenamkan pupuk disekeliling tanaman dan ditutup dengan tanah.

Atau, lakukan penyiraman/pengocoran pupuk NPK setiap 1 minggu sekali. Larutkan ½ sendok teh NPK ke dalam 1 liter air dan siram tanaman anggur. Ingat, yang disiram media tanam anggur, bukan tanamannya.

Selain itu, berikan tambahan pupuk kandang atau kompos setiap 6 bulan sekali. Dosisnya disesuaikan dengan ukuran pot atau besarnya tanaman. Boleh dan bagus juga jika ada, semprot sesekali dengan pupuk organik cair yang mengandung zat pengatur tumbuh/hormon.

Jika unsur hara cukup, maka tentu saja tanaman anggur cepat berbuah. Bahkan, jika asupan gizi lengkap, seperti N,P,K, dan unsur-unsur hara mikro, maka buah anggur besar-besar dan rasanya pun manis.


4. Pemangkasan bagian tanaman Anggur

Pemangkasan bagian-bagian tanaman anggur, seperti ranting atau pengurangan daun-daun, salah satu cara merawat tanaman anggur agar cepat berbuah. Dengan pemangkasan akan mer4-ngsang tanaman anggur segera berbunga dan berbuah.

Pohon anggur
Pangkas ranting dan kurangi daun agar anggur berbuah

Ketika pemangkasan tanaman anggur dilakukan, maka tanaman  bisa mengendalikan pertumbuhan dan fokus berbuah. Lakukan pemangkasan bagian tanaman anggur setiap 2 bulan sekali.

Jika Anda membiarkan cabang dan ranting anggur tumbuh banyak, itulah alasannya mengapa anggur sulit berbuah. Ketika Anda memangkas, maka pupuk yang diberikan akan disuplai dan fokus untuk perkembangan bunga dan buah.

Setelah seminggu dipangkas atau kira2 sudah mulai tumbuh tunas-tunas baru setelah dipangkas, segera aplikasikan pupuk agar muncul bunga yang Anda nanti-nantikan.


5. Repotting tanaman Anggur

Repotting yang dimaksud adalah menggantikan pot dari yang kecil menjadi lebih besar dan sekaligus mengganti media tanam lama dengan yang baru. Repotting ini juga salah satu cara membuat tanaman anggur bisa cepat berbuah karena terjadi stimulasi.

Mengapa dilakukan repotting? Pertama, karena media tanam sudah jenuh sehingga sukar tanaman anggur berbuah. Yang kedua, tanaman anggur dari waktu ke waktu terus tumbuh dan berkembang. Karena pertumbuhan dan perkembangannya, maka batangnya menjadi besar dan akar-akarnya bertambah banyak sehingga memenuhi pot.

Untuk melakukkan repotting, tentu saja Anda harus memantau perkembangan tanaman anggur dan akar-akarnya. Ketika mengganti pot, ganti juga dengan media tanam yang baru agar subur dan mendorong tanaman anggur berbunga dan berbuah.

Itulah Sobat hal-hal yang perlu Anda lakukan ketika Anda menanam tanaman anggur  di rumah. Lakukan 5 cara merawat tanaman anggur agar cepat berbuah jika Anda ingin segera memetik buah anggur yang Anda tanam sendiri.

3 Desember 2021

Cara Lain Menanam Bawang Putih dari Pasar di Pot agar Cepat Tumbuh

Cara Lain Menanam Bawang Putih dari Pasar di Pot agar Cepat Tumbuh

Apakah Anda sudah pernah mencoba menanam bawang putih di rumah? Sudah, tapi gagal? Atau belum pernah dan ingin tanam? Apapun itu, mari coba lagi dengan menerapkan cara yang berbeda menanam bawang putih di pot. Cara ini dijamin cepat tumbuh. Yuk simak penjelasan bagaimana tekniknya.

Menanam bawang putih
Bawang putih tumbuh akar dan daun

Bercocok tanam di rumah sangatlah menyenangkan. Sebab, selain menyalurkan hobi dan memanfaatkan perkarangan rumah, menanam bumbu dapur, seperti bawang putih, di rumah tentu dapat membantu menekan pengeluaran belanjaan dapur. Bahkan, Anda bisa menjualnya jika panennya melebihi target konsumsi sendiri.

Nah, kalau Anda tertarik, menanam bawang putih tidak sulit. Mengapa? Karena kita bisa gunakan barang-barang bekas untuk dijadikan pot atau kontainer tanam. Bahkan, untuk benih bawang putih pun, Anda bisa manfaatkan sisa belanjaan bawang putih dari pasar.

Budidaya bawang putih di pot

Baik, agar Anda mudah mengikuti dan menemukannya, maka daftar isi artikel ini berisi beberapa hal yang terkait penanaman bawang putih dalam pot, yaitu :

  1. Pendahuluan
  2. Mengapa menanam bawang putih
  3. Cara menanam bawang putih di pot
  4. Cara perlakuan benih bawang putih agar cepat tumbuh
  5. Penyiapan pot untuk menanam bawang putih
  6. Membuat media tanam bawang putih dalam pot yang bagus
  7. Menanam bawang putih ke dalam pot
  8. Penempatan pot agar bawang putih cepat tumbuh
  9. Sekilas perawatan bawang putih di pot
  10. Penutup

Mengapa Memilih Menanam Bawang Putih?

Bawang putih merupakan bumbu dapur yang paling banyak digunakan untuk masakan selain bawang merah. Selain itu, harga bawang putih lebih mahal dan sering sekali meroket. Karena itulah, alangkah baiknya jika kita manfaatkan sebagian perkarangan rumah untuk menanamnya baik dalam pot atau di polybag.

Alasan lain mengapa pilihannya jatuh pada bawang putih, karena tanaman bumbu masakan yang satu ini, mirip dengan bawang merah, mudah tumbuh dan tidak begitu ribet dalam perawatan.

Ada juga yang beralasan, ingin membuktikan bahwa di Indonesia pun bawang putih dapat tumbuh dan menghasilkan umbi yang bagus. Yang begini mungkin berawal dari “opini yang tidak ilmiah” kalau bawang putih tempatnya yang cocok di luar negeri. Dan sejumlah alasan lainnya sehingga ingin mencoba tanam bawang putih di rumah.

Terserah apapun itu alasannya, yang pasti menanam bawang putih itu mudah sekali tumbuh dan menyenangkan. Apalagi bisa panen umbi bawang putih dari jerih payah sendiri di rumah, ini sesuatu yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata, senangnya luar biasa. Mari kita teruskan ke cara tanam bawang putih di pot.


Cara Menanam Bawang Putih di Pot

1. Siapkan benih bawang putih

Cara tanam bawang putih di pot atau dalam polybag haruslah diawali dengan menyediakan benih bawang. Karena untuk menanam beberapa pot di rumah, maka benih tidak harus yang berlabel, sertifikasi atau membeli dari penangkar. Sebab, Anda bisa pakai bawang putih sisa belanja dari pasar.

benih bawang putih
Bawang putih

Pastikan bawang putih yang ingin Anda tanam tidak cacat dan masih utuh. Masih menyatu siung-siungnya satu sama lain alias masih bulat dan terbungkus kulit luarnya.


2. Buat perlakuan benih bawang putih agar cepat tumbuh akar

Kalau biasanya Anda memisahkan-misahkan umbi bawang putih per siung untuk ditanam, kali ini tidak demikian. Bagaimana juga? Berikut ini langkah-langkahnya, yaitu :

  1. Potong ½ atau 1/3 bagian atas umbi bawang putih. Potong dengan pisau tajam dan bersih. Ambil bagian bawah saja yang masih ada bakal akar. Sedangkan bagian atas yang terpotong masih bisa digunakan untuk bumbu dapur;
  2. Isikan air mineral ke dalam gelas sampai penuh;
  3. Letakkan bawang putih yang terpotong tadi di atas gelas sampai bagian bawah bawang putih menyentuh air (Jangan sampai tenggelam, gunakan gelas yang pas);
  4. Ganti air pada hari ke-3;
  5. Bibit bawang putih sudah bisa ditanam pada hari ke-5 karena sudah tumbuh akar dan daunnya.

Perlakuan benih bawang putih
Bawang putih tumbuh akar hari ke-5

Jadi, kalau bertanya-tanya berapa lama bawang putih akan tumbuh? Jawabannya sangat cepat dengan cara ini, yaitu 2 hari sudah tumbuh akar dan 5 hari sudah berdaun dan siap tanam.


3. Penyiapan pot untuk menanam bawang putih

Pot berguna sebagai wadah untuk menempatkan media tanam dan menanam bawang putih. Jadi, untuk wadah ini banyak pilihan sebetulnya. Bisa polybag, kotak kayu, karung, dan lainnya.

Namun dalam postingan ini, kita fokus pada pot. Penyiapan pot untuk menanam bawang putih penting diperhatikan. Agar tertampung nutrisi dan pergerakan akar luas, maka pot bagusnya minimal berdiameter 15 cm dan tinggi 20 cm.

Selain itu, supaya drainase lancar dan menggenangi bawang putih, buat lubang drainase pada dasar pot pada beberapa titik.


4. Racik media tanam bawang putih

Sebelum ditanam, Anda buat dulu media tanam bawang putih untuk dimasukkan ke dalam pot. Syarat media tanam mesti subur, gembur, dan poros. Berikut ini bahan-bahan yang bisa digunakan untuk meracik media tanam.

  1. Tanah (1 bagian)
  2. Kompos atau pupuk kandang yang matang (1 bagian)
  3. Sedikit arang sekam (kalau ada lebih bagus)

Campur bahan-bahan tersebut secara merata dan masukkan ke dalam pot atau polybag. Isikan media tanam ke dalam wadah tanam bawang putih cukup 2/3 saja.


5. Lepaskan bibit bawang putih per siung untuk ditanam

Bibit bawang putih yang telah tumbuh akar dan bakal daun, dipisah-pisahkan dulu setiap siungnya. Caranya cukup mudah dengan cara melepaskan secara perlahan agar tidak merusak akarnya.

Bibit bawang putih
Memisahkan bawang putih per siung

6. Menanam bawang putih ke dalam pot

Langkah selanjutnya dari cara tanam bawang putih di pot agar cepat tumbuh dan subur adalah penanaman. Bagaimana memindahkan bibit bawang putih ke dalam pot? Berikut ini langkah-langkahnya.

Bibit bawang putih siap tanam ke pot
Bawang putih siap tanam di pot

  1. Lubangi media tanam tepat di tengah-tengah media, ukuranya sebesar umbi bawang putih dan kedalamannya disesuaikan dengan panjang dan jumlah akar;
  2. Letakkan bibit bawang putih ke dalam lubang tanam;
  3. Tutup dengan tanah sampai menutupi seluruh akarnya dan tertutup sedikit umbinya;
  4. Siram secukupnya.

menanam bawang putih
cara tanam bawang putih di pot

7. Penempatan pot agar bawang putih cepat tumbuh

Penempatan pot pascapenanaman bibit bawang putih juga hal penting yang harus diperhatikan. Letakkan pot pada tempat yang teduh selama 2-3 hari. Setelah itu, letakkan dan perkenalkan secara bertahap dengan sinar matahari, misalnya mulai dari intensitas sinar rendah sampai tinggi. 

Ketika tanaman bawang putih dalam pot sudah berumur 2 minggu, letakkan pada area terbuka agar mendapat sinar matahari yang penuh.


8. Sekilas perawatan bawang putih di pot

Jika ingin tanaman bawang putih tumbuh subur dan terbentuknya umbi yang maksimal, maka jangan sampai lupa memeliharanya. Merawat bawang putih mulai dari penyiraman sampai dengan pemupukan merupakan tahapan penting dalam pertumbuhan dan produksi umbinya.

Siram bawang putih 1 kali sehari atau 2 kali sehari jika cuaca sangat panas. Sesuaikan dengan kondisi cuaca dan kelembaban tanah. Yang pasti, tetap pantau kelembaban media tumbuh jangan sampai kering.

Pada usia 2 minggu setelah tanam, pupuk bawang putih di pot dengan NPK. Dosis NPK 2,5 gram per tanaman. Cara aplikasi, taburkan di sekeliling tanaman dan tutup dengan tanah. Jangan sampai terkena umbi dan daunnya. Siram segera setelah pemupukan. Kemudian, ulangi pemupukan dengan cara ini setiap 1 bulan sekali.

Atau, jika ingin memberi pupuk untuk bawang putih dengan cara penyiraman, maka larutkan 2 gram atau ½ sdt NPK ke dalam 1 liter air, dan siram sebanyak 1 gelas kecil per tanaman. Ulangi pengocoran setiap 2 minggu sekali.

Yang ini juga penting iya, yaitu gemburkan tanah/media tumbuh bawang putih 1 bulan sekali dengan skop atau kayu.

Boleh juga untuk melengkapi nutrisi, taburkan pupuk kandang kambing/domba pada usia 1 bulan setelah tanam. Pupuk hewan ini bagus untuk pembentukan umbi bawang putih.

Demikian cara menanam bawang putih di pot yang dapat Anda terapkan di rumah. Semoga artikel ini dapat membantu dan menyemangati Anda untuk bercocok tanam di rumah. Jika ingin menonton video cara menanam bawang putih di rumah dalam pot atau polybag ada di sini https://youtu.be/Px6bGA_6-6Q terima kasih.

16 November 2021

Cara Simpel Stek Bunga Asoka atau Kembang Jarum agar Cepat Tumbuh Akar dan Tunas

Cara Simpel Stek Bunga Asoka atau Kembang Jarum agar Cepat Tumbuh Akar dan Tunas

Dulu, bunga asoka menjadi kembang favorit terindah di kalangan ibu-ibu rumah tangga. Makanya tidak heran, bunga ini banyak ditanam dan tumbuh dekat pagar atau halaman rumah, terutama di pedesaan. 

Bunga asoka
Stek bunga asoka

Namun, kini sepertinya sudah menurun trend-nya seiring perubahan gaya hidup, termasuk bunga asoka yang mulai langka atau sulit kita dapatkan.  Banyak orang sudah tidak memperbanyak lagi tanaman hias asoka nan cantik tersebut.

 

Trend bunga impor menggeser asoka

Bunga-bunga impor, hasil rekayasa genetik atau jenis tanaman hias lainnya, masuk ‘bak air bah” ke pasar domestik dan tidak bisa dibendung. Bunga-bunga tersebut menjadi pilihan ‘bergengsi’ untuk menghiasi dan mempercantik tampilan rumah, baik indoor maupun outdoor.


Misalkan saja kita sudah lazim menjumpai bunga fittonia, aglaonema suksom jaipong, dendrobium, dan aneka jenis tanaman hias lainnya yang menjadi pilihan generasi muda sekarang. Bahkan, tanaman janda bolong pun tiba-tiba muncul di tengah pandemi covid-19 dan menarik perhatian pecinta tanaman hias.

 

Nama lain bunga asoka

Bunga asoka atau dikenal juga dengan bunga jarum atau kembang jarum. Tidak keliru memang karena bunga asoka yang masih kuncup tampak persis seperti jarum. Bukan hanya satu, tapi banyak seperti tumpukan atau gundukan jarum-jarum dengan kepalanya menghadap ke langit.

Jenis bunga asoka merah
Bunga jarum merah

 

Asoka Mudah diperbanyak, tapi sulit dijumpai. Why?

bunga jarum yang begitu mudah diperbanyak melalui stek pucuk atau stek batang, tampaknya sùdah sulit kita jumpai. Kecuali orang-orang yang memang sangat tertarik dan menyelamatkan tanaman hias unggulan lokal atau kearifan lokal, yang masih menanam asoka di depan rumah, halaman kantor, tempat ibadah, dan lainnya. Mungkin mereka mengerti pepapah barat, "Think globally, act locally."

 

Itupun bisa jadi bukan semata-mata untuk memperindah halaman rumah, melainkan ada yang sengaja merawat tanaman bunga asoka untuk dijadikan ramuan kesehatan.

 

Sekilas manfaat asoka

Bunga ini memang tidak mahal harganya, tapi kecantikan dan manfaatnya tidak diragukan. Konon,  asoka diyakini secara turun-temurun dapat mengobati wasir, tekanan darah tinggi, diare, batu ginjal dan mengatasi masalah kewanitaan seperti menstruasi, keputihan dan kegunaan lainnya.

 

Orang-orang yang mengerti betul manfaat asoka sebagai ramuan arternatif pengobatan tradisional, sudah tentu menanam, memperbanyak, dan merawat bunga asoka agar tumbuh subur dan berbunga lebat.

 

Asoka bisa diperbanyak melalui stek, cangkok, dan biji

Jika mau, kita pun bisa memperbanyaknya. Tanaman hias yang bunganya berbentuk seperti jarum-jarum ini, amat mudah dikembangbiakkan. Kita bisa terapkan cara stek bunga asoka dengan mudah, boleh juga cangkok, atau melalui perbanyak generatif dengan bijinya.

 

Kalau Anda tertarik dengan perbanyakan, ada beberapa jenis bunga asoka yang dapat dipilih. Bukan hanya bunga asoka merah yang lazim ditemui, tetapi ada juga jenis asoka warna pink, putih, dan merah kecoklatan.

Jenis asoka putih agak kekuningan
Bunga asoka putih agak kuning

 

Akan tetapi, lupakan sejenak keindahan dan pilihan jenisnya. Karena yang lebih penting sebelum Anda stek atau perbanyak tanaman asoka, perlu melihat sekilas kondisi tumbuh tanaman hias ini. Sebab, masih ada juga yang mengira alias menduga-duga kalau tanaman asoka sukar tumbuh.

 

Syarat tumbuh asoka

Pohon asoka tidak memerlukan kondisi tumbuh yang muluk-muluk. Buktinya, kadang-kadang ada yang iseng menancapkan rantingnnya ke tanah, 3-4 minggu kemudian tumbuh tunas baru. Ini tanpa perlakuan dan perawatan sama sekali.

 

Ini berarti, tanaman bunga asoka dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis seperti Indonesia, tanah yang subur, pH sedikit masam (4,7- 7,8) tidak menjadi kendala pertumbuhan, dan tentu saja punya sinar matahari yang yang penuh biar banyak bunganya, serta curah hujan yang memadai. Bukan hanya di dataran tinggi, didataran rendah pun asoka bisa tumbuh dan berkembang.

 

Agar mendorong pembungaan, maka syarat yang asoka inginkan adalah mendapat sinar matahari penuh atau sedikit ternaungi. Jadi, cukup gampang bukan untuk menanam bunga asoka?

 

Keuntungan asoka yang disetek

Oh iya,,,ada keuntungan jika Anda memperbanyak tanaman asoka mèlalui cara vegetatif, yaitu melalui stek. Apanya yang untung?

 

Begitu bunga asoka tumbuh, ia bisa segera berbunga persis seperti ‘mamanya’ meskipun batangnya masih pendek dan kecil.

 

Asoka ; Cantik di pot, Menawan di tanah

Pohon asoka hasil stek pucuk, cantik sekali ketika Anda tanam dalam pot. Pohonnya pendek, tapi bunganya banyak. Kalau mau tanam di tanah langsung pun, seperti di halaman rumah, juga tidak masalah karena ia tetap menawan dan indah. Di tanah langsung, bunga awal kuncupnya berjarum ini, lama-lama asoka akan tumbuh tinggi dan berbunga lebat.

 

Cara Memperbanyak Bunga Asoka dengan Stek

Bagaimana cara stek bunga asoka? Yuk kita simak penjelasan berikut ini agar Anda bisa memperbanyak tanaman hias asoka di rumah.

 

1. Potong ranting atau pucuk asoka untuk di-stek

Pertama sekali yang perlu dipersiapkan untuk memperbanyak asoka melalui stek batang, tentu saja harus ada tanaman induk bunga asoka.

Stek pucuk bunga asoka
Ranting asoka untuk stek

 

Kemudian, potong beberapa ranting mendekati pucuk asoka sebanyak yang Anda ingin perbanyak. Bisa mematahkan dengan tangan dan boleh juga pakai gunting. Yang penting ambil dulu bagian tanaman asoka untuk diperbanyak.

 

2. Potong-potong ranting menjadi ukuran lebih pendek

Ranting atau pucuk asoka yang diambil dari indukan tentu saja memiliki beberapa bagian yang masih bisa dipisahkan untuk disetek. Sesampai di rumah, potonglah kira-kira berukuran 10-15 cm setiap stek. Biarkan pucuk daunnya tersisa dan tidak perlu dipangkas.

Bagian batang asoka untuk stek
membagi beberapa stek

 

3. Olesi zat pengatur tumbuh agar stek asoka cepat tumbuh

Kadang-kadang secara tak sengaja stek bunga jarum tumbuh tanpa perlakuan khusus. Ini bisa saja terjadi secara kebetulan dan kondisi lingkungan yang mendukung.

Asoka diolesi zpt
Mengolesi zat pengatur tumbuh pada stek asoka

 

Namun, alangkah cerdasnya jika kita membantunya dengan cara mengolesi zat pengatur tumbuh pada stek bunga asoka. Ini tentu untuk mendorong dan memppercepat tumbuh akar dan tunas.

 

Untuk zat pengatur tumbuh tidak harus yang beli, ada yang alami kuk seperti bawang merah. Tapi, jika ada yang lebih bagus seperti zpt sintesis yang dijual di toko sarana pertanian, silakan gunakan.

 

Saya mengolesi sedikit zpt Root Up untuk mempercepat pertumbuhan akar dan tunas baru. Kalau tidak ada root up, sebagai gantinya, Anda bisa gosok bagian pangkal stek dengan bawang merah sebelum ditanam.

 

4. Siapkan pot kecil dan media semai stek asoka

Sebagai wadah untuk menanam stek bunga asoka, bisa memakai polybag atau gelas/cup air mineral bekas atau lainnya. Yang penting bisa menampung sedikit media semai/media tanam stek di dalamnya.

media semai stek asoka
pot dan media semai asoka

 

Untuk media semai, raciklah dari bahan-bahan yang mudah didapatkan dan subur. Anda bisa campurkan 1 bagian tanah, i bagian pupuk kandang, dan 1 bagian arang sekam atau boleh sekam padi.

 

Masukkan media tanam stek tersebut ke dalam gelas. Tidak usah penuh, cukup 2/3 bagian saja agar tidak ada air yang tumpah ketika kita menyiramnya.

 

5. Tanam stek asoka

Langkah terakhir dalam memperbanyak asoka dengan stek adalah menyemai stek ke dalam media semai yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Bagaimana menanam stek bunga asoka? Mari kita simak di bawah ini.

Menyemai stek asoka
Menanam stek asoka

BACA JUGA :

  1. Luar Biasa! Ini Cara Merawat Tanaman Seledri Agar Tumbuh Subur 
  2. Agar Cepat Besar, Ini Cara Merawat Anakan Aglaonema, Coba Siram Pupuk Ini
  3. Unik dan Estetis! Pot Bunga dari Tempurung Kelapa, Yuk Membuatnya
  4. Tak Usah Bingung!! Ini Cara Mengatasi Aglaonema Busuk Akar 


Tanam atau semai stek batang asoka dengan cara menancapkan tepat di tengah media. Usahakan 1-2 cm bagian pangkal stek yang telah diberikan zat pengatur tumbuh, masuk ke dalam media dan tertimbun semua dengan tanah.

 

6. Letakkan stek asoka di tempat teduh

Agar cepat tumbuh, stek asoka diletakkan pada tempat teduh. Tempat dipilih yang tidak mendapat sinar matahari langsung dan tidak juga diterpa angin kencang dan hujan deras.

 

Perlu diperhatikkan, media semai stek akan mulai kering atau berkurang kelembaban setelah beberapa hari. Oleh karena itu, basahi media tanam biar tetap lembab setiap 3 hari sekali atau sesuai kelembabannya. Rajin memonitor agar cepat tumbuh stek pucuk bunga asoka. Jika tidak ada masalah, kurang dari 1 bulan akan tumbuh akar dan tunas barunya.

 

Kesimpulannya, bunga asoka sangat mudah diperbanyak melalui stek. Agar ia cepat tumbuh akar dan tunasnya, mulailah dengan perlakuan stek yang baik, seperti pemberian zpt, media semai yang subur, dan menjaga kelembaban media agar tidak kering.