--> Pupuk Lahan : pupuk dan pemupukan | Simple SEO Optimized Blogger Theme
Tampilkan postingan dengan label pupuk dan pemupukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pupuk dan pemupukan. Tampilkan semua postingan

2 Februari 2026

Cara Memilih Pupuk yang Tepat untuk Tanaman agar Tumbuh Subur dan Tidak Mudah Layu

Cara Memilih Pupuk yang Tepat untuk Tanaman agar Tumbuh Subur dan Tidak Mudah Layu

 

Banyak orang menanam tanaman—baik sayur, buah, maupun tanaman hias—namun hasilnya kurang maksimal. Daun menguning, pertumbuhan lambat, bahkan tanaman mudah layu. Salah satu penyebab utamanya adalah pemilihan pupuk yang tidak tepat. Padahal, jika pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, hasilnya bisa jauh lebih sehat dan subur. Artikel ini akan membahas cara memilih pupuk yang tepat agar tanaman tumbuh optimal.

Tanaman Subur vs Layu
Ilustrasi tanaman sehat hijau subur vs tanaman layu (perbandingan)

1. Kenali Jenis Tanaman yang Ditanam

Setiap tanaman memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Tanaman sayur daun membutuhkan nitrogen tinggi, tanaman buah membutuhkan fosfor dan kalium, sementara tanaman hias daun lebih fokus pada pertumbuhan dan warna daun.

Setiap tanaman memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda.

  • Tanaman sayur daun (sawi, bayam, kangkung) → butuh nitrogen tinggi
  • Tanaman buah (cabai, tomat, timun) → butuh fosfor & kalium seimbang
  • Tanaman hias daun (aglonema, monstera) → fokus ke warna & pertumbuhan daun
  • Tanaman hias bunga → perlu pupuk perangsang bunga

👉 Kesalahan umum adalah memakai satu jenis pupuk untuk semua tanaman, padahal hasilnya tidak akan maksimal.

2. Pahami Jenis Pupuk: Organik vs Kimia

Pupuk organik berasal dari bahan alami dan baik untuk struktur tanah, sedangkan pupuk kimia memiliki nutrisi spesifik dengan reaksi cepat. Kombinasi keduanya sering memberikan hasil terbaik.

Sebelum membeli pupuk, penting memahami perbedaannya:

🔹 Pupuk Organik

  • Berasal dari bahan alami

  • Memperbaiki struktur tanah

  • Aman digunakan jangka panjang

Contoh: pupuk kandang, kompos, pupuk cair organik

🔹 Pupuk Kimia (Anorganik)

  • Kandungan nutrisi lebih spesifik

  • Reaksi cepat terlihat

  • Harus sesuai dosis

Contoh: Urea, NPK, Phonska

👉 [Cek rekomendasi pupuk NPK yang sering dipakai di sini]


💡 Tips: Kombinasi pupuk organik + kimia sering memberikan hasil terbaik.


Fase Pertumbuhan Tanaman
Ilustrasi Diagram fase pertumbuhan tanaman (bibit – vegetatif – generatif)

3. Sesuaikan Pupuk dengan Fase Pertumbuhan

Tanaman memiliki fase awal tanam, vegetatif, dan generatif. Setiap fase membutuhkan jenis pupuk yang berbeda agar pertumbuhan maksimal.

Tanaman tidak membutuhkan pupuk yang sama sepanjang hidupnya.

  • Fase awal tanam → pupuk akar & pertumbuhan

  • Fase vegetatif → pupuk daun & batang

  • Fase berbunga/berbuah → pupuk perangsang bunga & buah

Jika salah fase, pupuk justru bisa membuat tanaman stres.

4. Perhatikan Cara dan Waktu Pemupukan

Pemupukan sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari, sesuai dosis, dan tidak berlebihan agar tanaman tidak stres.

Pupuk bagus akan sia-sia jika cara aplikasinya salah.

  • Lakukan pemupukan pagi atau sore hari

  • Jangan berlebihan, ikuti dosis

  • Siram tanaman setelah pemupukan (jika perlu)

  • Hindari pemupukan saat hujan deras

Pemupukan rutin tapi tepat jauh lebih baik daripada pupuk mahal tapi sembarangan.

5. Amati Reaksi Tanaman

Perhatikan daun dan pertumbuhan tanaman sebagai indikator keberhasilan pemupukan.

Tanaman selalu “berbicara” lewat daunnya:

  • Daun hijau segar → nutrisi cukup

  • Daun kuning → kekurangan nitrogen

  • Daun terbakar → kelebihan pupuk

Jika muncul tanda tidak normal, hentikan pemupukan sementara dan evaluasi.


Rekomendasi pupuk perangsang bunga & buah


Memilih pupuk yang tepat bukan soal mahal atau murah, tapi sesuai kebutuhan tanaman. Dengan mengenali jenis tanaman, fase pertumbuhan, dan cara pemupukan yang benar, tanaman bisa tumbuh lebih subur, sehat, dan produktif. Semoga artikel ini membantu Sobat dalam merawat tanaman di rumah maupun kebun 

1 September 2023

Segudang Manfaat Pupuk SP 36 untuk Tanaman Cabe

Segudang Manfaat Pupuk SP 36 untuk Tanaman Cabe

Budidaya tanaman cabe akan berhasil jika dilakukan pemupukan dengan tepat. Tanaman cabai tidak hanya butuh pupuk nitrogen dan kalium, tapi unsur hara fosfor juga amat diperlukannya. Karena itu, petani cerdas siap sedia selalu dengan pupuk SP-36 untuk menambah zat fosfor (P) pada tanaman cabe yang ditanamnya. 

Tanaman Cabe Merah Keriting
Tanaman Cabe Berbuah Lebat Karena SP-36

Karena petani memupuk cabai dengan pupuk yang mengandung unsur hara fosfor, kita barangkali bertanya-tanya. Apa kira-kira manfaat pupuk SP-36 untuk tanaman cabe? Kalau memang penting pupuk tersebut, kapan bagusnya diaplikasi untuk tanaman cabe?

Mengenal Pupuk SP-36

Sebelum menjawab manfaat atau fungsi dari pupuk SP-36 untuk tanaman cabe, kita kenal kembali lebih dekat dengan pupuk tanaman cabe (SP-36) yang handal tersebut.

Pupuk SP-36 ini merupakan singkatan dari superphosphate dengan kadar P sebesar 36%. Makanya disebut dengan SP-36. Pupuk phosfat ini cukup familiar dan populer di kalangan petani, khususnya petani tanaman cabe. Sebab, selain harga yang relatif terjangkau, pupuk ini juga mudah diperoleh karena sudah diproduksi di dalam negeri.

Tetapi, jangan kaget ketika membeli pupuk SP-36 untuk memupuk tanaman cabe. Kenapa? Karena pada kemasan/karung pupuk, selain tercantum unsur hara P, ada juga S. Ini artinya, Di samping mengandung fosfor, pupuk SP-36 juga mengandung belerang (S) sekitar 5%. Unsur S menyatu dalam SP-36 karena pada proses pembuatan melibatkan sulfat (sulfuric).

Pupuk SP-36 curah
Pupuk SP-36 curah

Karakteristik Pupuk SP-36

Bagaimana dengan kharakteristik atau sifat-sifat dari pupuk SP-36? Mengerti sifat dari pupuk merupakan cara cerdas sebelum memutuskan untuk membeli dan memupuk tanaman cabai. Sebab, dengan tau sifatnya, maka kamu akan tau juga nanti kegunaan pupuk SP-36 untuk tanaman cabai.

Kadar  P total dalam bentuk P2O5 sebesar 36%.  Walaupun kadar P lebih rendah dari pupuk TSP, namun pupuk SP-36 menjadi salah satu pilihan untuk memasok unsur hara esensial P tanaman.

Di samping mengandung fosfor, pupuk SP-36 juga mengandung belerang (S) sekitar 5%. Unsur S yang menyatu dalam SP-36 ini juga bagus sebagai tambahan unsur hara makro tanaman.

Karakeristik dari pupuk SP-36 secara umum hampir sama dengan pupuk TSP,  seperti warnanya abu-abu, berbentuk butiran atau granular dan bereaksi netral.

BACA juga :

4 Perbedaan Pupuk TSP dan SP-36

Akan tetapi, SP-36 agak sukar larut dalam air. Oleh karena itu, pupuk SP-36 juga harus dijadikan sebagai pupuk dasar agar lambat-laun dapat tersedia untuk tanaman.


Manfaat Pupuk SP-36 untuk Tanaman Cabe

Setelah mengenal dekat dengan pupuk SP-36, maka kamu akan tau manfaat memupuk tanaman cabe dengan pupuk superfosfat tersebut. Dari karakteristik sudah tergambar minimal ada satu unsur hara penting yang sangat dibutuhkan untuk kesuburan dan produktivitas tanaman cabai, yaitu unsur hara P.

Segudang manfaat dari pupuk SP-36 ini. Manfaat pupuk SP-36 untuk tanaman cabai seperti berikut ini, yaitu ; Untuk mencukupi unsur hara makro fosfor (P) sehingga mendorong dan mempercepat pertumbuhan akar tanaman cabe. Dengan cepat tumbuh akar, maka tanaman cabai dapat menyerap nutrisi yang ada di sekitar akarnya secara optimal.

Selain itu, dengan pemberian pupuk SP-36, tanaman cabe akan terpacu untuk membentuk bunga dan buah lebih lebat.

Yang lebih menakjubkan dari kegunaan pupuk SP-36 adalah dapat memperkuat ketahanan tanaman cabe dari serangan hama dan penyakit. Bahkan, tanaman cabe tidak mudah layu karena kekurangan air. Dengan kata lain, tanaman cabe tahan terhadap kekeringan.


Waktu aplikasi pupuk SP-36

Tunggu dulu, kapan sebaiknya pupuk SP-36 diaplikasi untuk tanaman cabe? Seperti telah kamu lihat dari sifatnya, yaitu agak sulit terlarut, maka sangat bagus pupuk tersebut digunakan sebagai pupuk dasar. Sebelum menanam tanaman cabe, maka pastikan pupuk SP-36 sudah tersedia dalam tanah.

Dengan aplikasi lebih awal, pupuk tersebut secara perlahan-lahan akan larut. Nah, ketika kamu mulai menanam, maka nutrisi fosfor sudah banyak terlarut, tersedia dan segera diserap akar tanaman cabe.


Cara aplikasi pupuk SP-36 untuk Cabe

Cara aplikasi sangat mudah. Kamu tabur pada bedengan tanaman cabe, dan campurkan secara merata dengan tanah. Setelah itu, kira-kira seminggu kemudian, kamu sudah bisa menanam tanaman cabe.

Oh ya ya hampir lupa ..Jika kamu butuh atau ingin belanja pupuk SP-36 dalam bentuk curah, murah dan berkualitas kamu bisa dapat disini.

BACA juga :

Ini Dosis Pupuk Phonska untuk Tanaman Cabe; Buah Lebat, Panen Berlipat

Setelah membaca artikel ini, semoga kamu sudah tau manfaat pupuk sp-36 untuk tanaman cabe. Pupuk superfosfat ini bisa untuk aneka tanaman yang pada pertumbuhannya sangat memerlukan unsur hara fosfor. Bisa untuk tanaman cabe keriting, cabai rawit, tomat, dan lain sebagainya.

30 Agustus 2023

Hasilnya Wow! Ini Cara Pupuk Tanaman Cabe di Polybag Pakai Garam

Hasilnya Wow! Ini Cara Pupuk Tanaman Cabe di Polybag Pakai Garam

 

Pupuk tanaman cabe ternyata ada di rumah, ya apalagi kalau bukan garam dapur. Tapi tunggu dulu, kalau mau aplikasi, kamu harus tau cara pupuk tanaman cabe pakai garam agar hasilnya bagus dan sesuai harapan.

Pupuk cabe
Tanaman cabe. Gbr. Pixabay.com

Dengan aplikasi garam dapur yang tepat, tanaman cabe di polybag akan tumbuh subur dan berbuah lebat. Siapa sih yang tak riang hatinya kalau melihat tanaman cabai tumbuh subur dan berbuah lebat. Semua kita tentu amat suka, benar iya.

Sebelum beranjak ke caranya, kamu mungkin bertanya, benarkah garam dapur bisa menjadi pupuk tanaman? Bukankah garam hanya untuk bumbu masakan atau penyedap rasa?

Secara tradisional orang-orang sudah banyak menyiram tanaman cabai dengan garam sebagai pupuk alami. Jadi, selain untuk penyedap masakan, garam dapur bisa juga digunakan sebagai pupuk tanaman cabai dan tanaman sayuran buah lainnya. Sebab, terdapat sejumlah mineral penting di dalamnya sebagai unsur hara tanaman.


Garam dapur nutrisi tanaman

Secara kimiawi, garam dapur terdapat sejumlah zat penting yang membantu pertumbuhan tanaman cabai. Bukan hanya natrium (Na) dan khlor (Cl) yang dikenal sebagai unsur hara mikro, tetapi ada teman-temannya seperti magnesium (Mg), kalsium (Ca), dan bahkan terdapat juga kalium (K). Tiga unsur terakhir tersebut merupakan unsur hara makro bagi tanaman.

Garam dapur pupuk cabe
ilustrasi garam dapur. Pixabay.com

Semua zat-zat yang ada dalam garam dapur tersebut bisa menjadi sumber nutrisi tanaman. Tanaman cabe akan tumbuh subur, akar dan batang menjadi kuat dan kokoh, daun-daun menjadi hijau, pertumbuhan vegetatif cepat, bunga dan buah banyak serta tidak mudah rontok. 

Bahkan, manfaat garam menyehatkan tanaman terutama karena jauh dari bakteri dan jamur. Semua itu menjadi bukti manfaat garam dapur untuk tanaman cabe yang kamu tanam di polybag.

Tidak hanya menyuburkan bagian tanaman, namun lebih dari itu. Dengan aplikasi garam dapur, maka media tanam akan semakin gembur dan menghilangkan sifat fisik tanah yang buruk.


Jangan Sering dan Overdosis

Meskipun luar biasa kegunaan garam dapur untuk tanaman cabai, tapi kamu tidak boleh sesuka hati memupuk tanaman cabe pakai garam tersebut. Kamu tidak boleh memupuk tanaman dengan garam secara over dosis dan jangan terlalu sering-sering karena bisa mengganggu tanaman. Kamu tau, bukan? Kadar garam yang tinggi, dapat menyebabkan plasmolisis atau rusaknya sel-sel tanaman.

Oleh karena itu, untuk mendapat hasil terbaik dari pemupukan tanaman cabai di polybag dengan garam, kamu mesti tau cara aplikasi, dosisnya berapa, dan seberapa sering boleh dipupuk dengan garam?


Cara Aplikasi

Kamu pasti ingin tau cara pupuk tanaman cabai pakai garam dapur untuk membatu pertumbuhannya, bukan? Mari kita simak penjelasan teknis cara aplikasi seperti saya (admin blog pupuk lahan) uraikan di bawah ini.

A. Alat-alat :

  • Sendok teh
  • Gelas atau cup air mineral ukuran 200 ml
B. Bahan-bahan :
  • Garam dapur
  • Air biasa (boleh air sumur)


Cara pakai garam dapur  untuk pupuk tanaman cabai

  1. Siram media tanam cabai terlebih dulu dengan air (lakukan seperti biasa kamu menyiramnya tiap hari)
  2. Isikan 200 ml air ke dalam gelas
  3. Masukkan ½ sendok the garam dapur ke dalam gelas yang sudah berisi air
  4. Campurkan hingga garam terlarut semua
  5. Siram ke media tanam cabe sekitar perakaran secara perlahan-lahan agar tidak mengenai batang cabai.


Waktu pupuk tanaman cabai pakai garam dapur

Lakukan pemupukan tanaman cabai yang kamu tanam di rumah pada waktu sore hari. Untuk hasil terbaik, ulangi pemupukan cabai setiap 7-10 hari sekali.


Tips

  • Mulailah memupuk tanaman cabai di polybag pakai garam sejak awal tanam, kira-kira pada umur 10-15 hari setelah tanam.
  • Selain pakai garam, usahakan tetap menambah pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos untuk menjaga kesuburan media tumbuh tanaman cabai.

BACA juga :

Cara Menghitung Kebutuhan Benih Per Hektar yang Cepat


Demikian sekilas seputar pupuk tanaman cabai. Setelah membaca artikel ini, kamu sudah paham mengapa orang terkadang pakai garam untuk pupuk tanaman cabe. Dan kini, kamu pun sudah bisa lakukan karena kamu sudah mengerti cara pupuk tanaman cabe pakai garam khususnya garam dapur. Selamat mencoba semoga sukses yah. (Salam admin blog pupuk lahan)

16 April 2022

Ini Pupuk Pelebat Daun Tanaman Hias yang Gokil Bangat

Ini Pupuk Pelebat Daun Tanaman Hias yang Gokil Bangat

 

Bicara pupuk pelebat daun tanaman hias cukuplah banyak. Mulai pupuk cair sampai  pupuk padat tersedia di pasar. Semuanya mengandung unsur hara makro dan mikro untuk pertumbuhan dan kesuburan tanaman, termasuk tanaman hias. Sayangnya, jika salah memilih, tanaman hias tetap saja tidak membawa perubahan signifikan. Bisa-bisa bunganya yang banyak, tapi daunnya sedikit. 

Pupuk Pelebat Daun Tanaman Hias
Biovinase Gold D pelebat daun tanaman hias

Untuk memperbanyak daun tanaman hias, sebetulnya kita tidak bisa mengandalkan kandungan unsur hara N,P, dan K saja, tetapi mesti mengandung vitamin dan hormon untuk mendorong dan mempercepat pertumbuhan daun tanaman hias. Jadi, apa pupuk untuk melebatkan daun tanaman hias?

Dua Jenis Tanaman Hias

Sebelum berajak jauh, kita pahami dulu sekilas, yang namanya tanaman hias, ada tanaman hias yang hanya diandalkan daunnya saja tanpa berbunga. Ini namanya tanaman hias daun. Misalnya, aglonema, begonia, sirih gading, dan seabrek lainnya.

Selain itu, ada juga tanaman hias yang keindahannya karena tumbuhnya bunga-bunga. Yang satu ini sering disebut dengan tanaman hias bunga. Contohnya, tanaman hias mawar, melati, bugenvil, dan sederet tanaman hias bunga lainnya.

Seperti sudah pernah kita ulas sebelumnya, untuk pertumbuhan vegetatif tanaman seperti batang dan daun, maka tanaman membutuhkan lebih banyak unsur nitrogen dibandingkan unsur makro lainnya.

Tapi pada kenyataannya, ketersediaan nitrogen saja tidaklah cukup sebagai pupuk pelebat daun tanaman hias. Faktor-faktor lain seperti media tanam dan lingkungan juga menentukan kesuburan daun tanaman hias. Bahkan, kehadiran hormon pertumbuhan seperti auksin, sitokinin, dan giberelin, ikut mempengaruhi melebatkan daun tanaman hias.

Pupuk Biovinase Gold D

Salah satu pupuk pelebat daun tanaman hias yang bisa dibilang “gokil” adalah biovinase Gold D. Ini Pupuk cair probiotik khusus untuk tanaman hias. Bisa menyuburkan, memperbanyak daun, mencerahkan dan mengkilapkan warna daun. 

Kandungan pupuk ini lengkap banget . Nutrisi atau unsur hara lengkap, ada hormon pertumbuhan atau ZPT, dan bahkan terdapat juga vitamin B1 untuk mengatasi stres tanaman.

Pupuk biovinase Gold D ini juga dilengkapi dengan essensial oil citronella, sehingga pupuk ini tidak bau dan dapat mengurangi hama tanaman.

Bahkan dari sisi pemakaiannya sangat praktis. Anda tidak perlu lagi buat konsentrasi atau mengencerkan, lalu mengisi sprayer. Semua itu tidak perlu lagi. Anda tinggal semprot saja ke tanaman hias daun. Sebab, pupuk daun ini sudah satu paket dalam botol dengan konsentrasi sudah tepat.

Biovinase Gold D ini, Anda dapat gunakan untuk tanaman hias daun, seperti calathea ornata, aglonema, janda bolong, anthurium, lidah mertua, dan lain-lain.

Cara penggunaan Pupuk Pelebat Daun Tanaman Hias

Cara penggunaan Biovinase Gold D, sebelum digunakan perlu dikocok-kocok dulu, kemudian dibuka kuncinya yang terletak dekat leher sprayer dengan cara menekan ke samping. Kemudian, semprot langsung tanaman hias daun secara tipis-tipis saja.

Setelah seminggu pemakaian pertama, daun-daun tanaman hias sudah tampak perubahan baik dari warnanya, ukurannya, kemunculan daun-daun baru. Ini sesuatu yang luar biasa manfaat dari pupuk biovinase Gold.

Oh ya Kalau Anda ingin memperoleh pupuk Biovinase Gold D ini, Anda bisa membelinya di sini. Mutunya bagus dan harga terjangkau.

Itulah pupuk pelebat daun tanaman hias yang sangat gokil memnyuburkan dan melebatkan daun tanaman hias. Gunakan secara teratur sesuai petunjuk pemupukan yang tertera di kemasan pupuk pelebat daun tersebut.

19 Februari 2022

3 Jenis Pupuk NPK dan Kegunaannya yang Bagus dan Mujarab

3 Jenis Pupuk NPK dan Kegunaannya yang Bagus dan Mujarab

 

Mungkin saja ada orang yang mengira bahwa pupuk NPK hanya satu macam saja. Padahal, ada macam-macam pupuk NPK. Karena itu, kami sengaja mengulas di sini tentang jenis pupuk NPK dan kegunaannya agar tidak lagi membingungkan.

Apa itu pupuk NPK?

Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk, dimana dalam satu campuran bahan terdapat setidaknya tiga unsur hara makro, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Bahkan, ada jenis pupuk majemuk NPK yang tidak hanya unsur N, P, dan K di dalamnya, tetapi mengandung juga sejumlah unsur hara mikro serta vitamin.

Pupuk majemuk berbeda dengan pupuk tunggal. Dan jenis pupuk tunggal pun cukup banyak untuk menyuplai nutrisi tanaman. Jadi, pupuk tunggal merupakan bahan untuk menyuburkan tanaman yang terdapat hanya satu unsur hara saja. Misalnya, pupuk urea hanya mengandung nitrogen, SP-36 cuman menyediakan unsur hara fosfor, dan sejumlah lainnya.

Dalam menyuburkan dan meningkatkan produksi tanaman, petani memang membutuhkan jenis pupuk NPK yang tepat dan fungsinya yang optimal dan efektif untuk kesuburan tanaman.  Penggunaan Tipe pupuk NPK sangat menguntungkan karena bisa menghemat waktu pemupukan, biaya, dan tenaga kerja. Sekali aplikasi, lebih dari 3 jenis unsur hara tersedia untuk tanaman.

Apa saja jenis pupuk NPK dan kegunaannya?

Sebelum kita lanjut, perlu diketahui bahwa pupuk NPK tidak hanya digunakan untuk tanaman pangan seperti padi, jagung, dan lain-lain, akan tetapi juga dapat digunakan untuk memupuk tanaman hias seperti aglonema, mawar, adenium, keladi, dan sebagainya.

Bahkan, pupuk NPK sering diaplikasi untuk meningkatkan produksi tanaman buah, seperti mangga, durian, rambutan, kelengkeng, dan sebagainya.

Sebetulnya, banyak sekali jenis pupuk NPK yang beredar di pasaran. Ada yang hanya mengandung N, P, dan K saja. Ada juga pupuk NPK yang mengandung unsur hara makro dan unsur hara mikro. NPK yang lengkap ini dikenal juga NPK plus.

Terkadang ada yang membingungkan, mana yang bagus, ini terutama dialami oleh petani pemula. Padahal, semua pupuk NPK bagus-bagus. Kegunaan pun, tidak lain tidak bukan, khusus untuk menyuburkan tanaman para petani atau pecinta tanaman.

Hanya saja tergantung kebiasaan dan pengalaman penggunaannya.  Hilangkan kebingunan, pilih salah satu macam pupuk NPK dan konsisten dalam penggunaannya. Atau, baca sampai selesai artikel ini, agar menemukan jenis pupuk majemuk NPK yang sesuai.

Harga pupuk NPK berapa?

Ada juga yang bertanya, berapa sih harga pupuk majemuk NPK. Memang harga bisa saja berbeda-beda, antara satu daerah dengan daerah lainnya. Ini harus dimaklumi, karena menyangkut biaya jauhnya distribusi dan biaya-biaya lainnya, sehingga terdapat perbedaan harga.

Misalnya, harga pupuk NPK mutiara di Aceh berbeda dengan di Jakarta. Mungkin yang bisa dapat harga standar adalah teman-teman yang berdomisili dekat dengan pabrik pupuk NPK atau distributor Pupuk. Bisa saja seperti itu karena faktor jarak industri pupuk dengan domisili pelanggan.

Di akhir artikel nanti, saya merekomendasi kepada Sobat link yang memudahkan membeli pupuk NPK dengan harga yang terjangkau. Yuk kita teruskan.

Jenis Pupuk NPK

Pupuk majemuk NPK yang sudah familiar dengan petani banyak sekali yah. Di bawah ini kita bahas 3 jenis pupuk NPK saja.

1. Pupuk NPK Mutiara 16:16:16

Jenis pupuk majemuk ini mengandung unsur-unsur hara makro, yang diperlukan untuk menyediakan nutrisi untuk tanaman. Pupuk NPK mutiara ini sebagai pupuk akar, yang diaplikasikan melalui media tanam, bisa dengan ditabur atau dikocor. Tentang pupuk NPK mutiara ini, sudah kami bahas lengkap pada artikel sebelumnya tentang Manfaat pupuk NPK Mutiara. Silakan dibaca kalau belum menontonnya.

NPK
Salah satu jenis NPK Mutiara

Kegunaan pupuk NPK mutiara ini, antara lain, untuk menunjang pertumbuhan vegetatif tanaman, pembungaan dan pembuahan, serta meningkkatkan kualitas dan hasil panen.

2. Pupuk Dekastar atau Osmocote 17, 11, 10.

Jenis pupuk NPK yang kedua adalah pupuk osmocote atau dikenal juga dengan pupuk dekastar. ini juga pupuk akar. Sedikit berbeda dengan NPK mutiara, pupuk osmocote merupakan pupuk slow release yang melepaskan unsur hara, secara pelan-pelan, sesuai kebutuhan tanaman. Pupuk ini mengandung unsur hara N, P, dan K serta unsur-unsur mikro untuk menunjang pertumbuhan tanaman. 

NPK Dekastar
NPK Dekastar

Kegunaan pupuk osmocote 17,11, 10 ini, untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman, dan menjaga tanaman tetap tersedia nutrisi yang lengkap, selama pertumbuhan tanaman.

Sekilas kami sudah membahas penggunaan pupuk dekastar untuk aglonema. Silakan dibaca cara aplikasinya.

3. Pupuk daun Gandasil.

Pupuk gandasil merupakan pupuk daun. Artinya, penggunaan melalui penyemprotan, buka ditabur pada media tanam. Gandasil ini juga salah satu dari beberapa macam pupuk majemuk NPK, karena mengandung unsur hara makro N, P, dan K di dalamnya, disamping terdapat sejumlah unsur hara mikro.

Ada dua jenis pupuk Gandasil, yaitu Gandasil D dan gandasil B. Kalau gandasil D untuk mendorong pertumbuhan vegetatif tanaman, sedangkan Gandasil B untuk merangsang pembungaan dan memperbanyak buah.

Gandasil D dan B
NPK Gandasil

Kami sudah mengulas secara lengkap pada artikel sebelumnya tentang Cara aplikasi pupukgandasil D dan B. Silakan baca artikel tersebut agar mengerti tentang dosis dan cara penggunaannya.

Sekali lagi, Ketiga jenis pupuk majemuk NPK tersebut, bisa untuk nutrisi tanaman hias, tanaman pangan, dan tanaman perkebunan.

Kegunaan Pupuk NPK

Apa kegunaan pupuk NPK? Kegunaan pupuk majemuk NPK cukup banyak. Secara umum, kegunaan dari pupuk NPK adalah sebagai berikut :

  • Menyediakan unsur hara makro N, P, dan K untuk tanaman
  • Menjaga keseimbangan unsur hara makro untuk pertumbuhan tanaman
  • Bisa menyediakan unsur hara mikro tanaman (khusus jenis pupuk NPK plus yang mengandung unsur mikro)
  • Mempercepat pertumbuhan vegetatif seperti tunas, ranting, daun, dan tinggi tanaman
  • Meningkatkan perkembangan akar tanaman
  • Nutrisi tanaman baik pada fase vegetatif maupun generatif tetap terpenuhi
  • Mengurangi dampak kehilangan nitrogen pada tanaman
  • Tanaman lebih sehat dan tahan terhadap penyakit
  • Tanaman lebih adaptif terhadap kekeringan
  • Tanaman tumbuh subur dan berkembang dengan optimal
  • Mencegah keguguran bunga dan buah
  • Prosentasi bunga menjadi buah lebih tinggi
  • Kualitas hasil panen lebih bagus

Daya simpan hasil panen relatif lama baik selama transportasi maupun selama penyimpanan.

Oh ya, hampir lupa, ini saran saya untuk belanja karena harga standar, terjangkau dan produk bagus  yaitu disini jenis Pupuk NPK Mutiara, Pupuk Osmocote 17:11:10, Gandasil D, dan Gandasil B, dan masih banyak lainnya. Terima kasih sudah berbelanja.

Usai sudah kita mengupas pupuk majemuk NPK. Simpulannya, Itulah 3 jenis pupuk NPK dan kegunaannya, yang bisa menjadi pilihan untuk menyuburkan tanaman, meningkatkan jumlah bunga, dan membuat hasil panen melimpah.

 

26 November 2021

4 Alternatif Pupuk Alami ini, Bikin Anggrek Cepat Berbunga dan Subur

4 Alternatif Pupuk Alami ini, Bikin Anggrek Cepat Berbunga dan Subur

Merawat anggrek dengan mengandalkan pupuk kimia saja, ternyata belumlah cukup. Ia boleh jadi lambat tumbuh dan bisa saja malas mengeluarkan kembang indahnya. Oleh sebab itu, dalam perawatannya, anggrek butuh pupuk alami agar tumbuh subur dan cepat berbunga.

Pupuk alami anggrek
Anggrek dan pupuk alami

Mengapa harus di-support dengan nutrisi alami? Karena bahan natural tersebut banyak zat penting dan lengkap seperti unsur hara, hormon pertumbuhan, dan juga sejumlah vitamin yang menunjang pertumbuhan dan pembungaan anggrek.


Sumber Pupuk Alami untuk Anggrek

Apa saja pupuk alami untuk anggrek agar cepat berbunga dan subur? Dalam artikel ini, kami menghadirkan kehadapan Anda 4 sumber bahan yang menjadi alternatif/pilihan pupuk alami dan cara aplikasi dan dosisnya untuk tanaman hias anggrek.

Pupuk natural yang dimaksud bukan hanya untuk anggrek dendrobium atau anggrek vanda saja, namun penggunaannya bisa untuk aneka jenis anggrek termasuk anggrek tanah. 

Setidaknya ada 4 bahan alami yang mudah ditemui disekitar Anda dan menjadi pupuk alami yang manjur untuk menyuburkan dan membungakan anggrek, yaitu :

  1. Air kelapa
  2. Tomat
  3. Air cucian beras
  4. Air cucian ikan

Perawatan anggrek dengan bahan alami
Pemupukan anggrek agar cepat berbunga

Mengapa bahan alami tersebut bagus untuk pupuk anggrek?

Bahan yang berasal dari tanaman dan hewan tersebut, sudah tidak diragukan lagi manfaatnya untuk pupuk anggrek.  Pupuk ini sejak dulu kala atau secara turun-temurun, sudah digunakan dan terbukti menjadi pupuk anggrek terbaik yang alami dan ramah lingkungan. Pupuk tersebut mampu merubah “prilaku” anggrek yang malas berbunga, menjadi berbunga, cepat berbunga, dan bahkan rajin berbunga.

Mengapa bahan alami tersebut bagus untuk tanaman anggrek? Berikut ini penjelasannya.

Air kelapa untuk anggrek
Pupuk alami anggrek Air kelapa 

1. Air Kelapa

Pertama, kelapa. Air kelapa mengandung kalium (K) dalam kadar yang tinggi. Ini unsur hara penting dalam membungakan anggrek. Selain itu, air kelapa mengandung sejumlah unsur hara lainnya seperti kalsium (Ca), natrium (Na), magnesium (Mg), sulfur (S), dan sejumlah unsur lainnya.

Bahkan, dalam air kelapa mengandung hormon pertumbuhan seperti auksin, sitokinin, dan giberelin. Bukan hanya itu, air kelapa merupakan “gudang vitamin” yang kompleks termasuk vitamin B1. Ini semua adalah zat penting yang dinanti-nanti kehadirannya oleh anggrek.


Tomat untuk angrek
Memupuk anggrek dengan tomat

2. Tomat

Bagaimana dengan Tomat dan air cucian beras? Kedua bahan tersebut potensi pupuk alami untuk anggrek yang juga mengadung sejumlah zat-zat berguna untuk tanaman orchid. Dalam buah tomat misalnya, buah tomat mengandung mineral seperti Ca, Mg, P, K, Na, Fe, S, Cl, dan sejumlah vitamin seperti B1, B2, dan lainnya. Zat-zat tersebut membantu pertubuhan batang, akar, daun, dan juga agar anggrek cepat berbunga.


3. Air cucian beras

Lalu, air cucian beras. Air bekas mencuci beras ini juga tak kalah kegunaannnya untuk tanaman termasuk anggrek. Apa hubungannya dengan anggrek? Anggrek butuh nutrisi lengkap dan air cucian beras menyediakan unsur-unsur yang dibutuhkannya.

Air cucian beras mengandung nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, sulfur, besi, dan Vitamin B1. Unsur tersebut tentu saja akan mendorong  pertumbuhan akar tanaman anggrek dan kemudian akan muncul bunga cantiknya.

BACA JUGA :

  1. Luar Biasa! Ini Cara Merawat Tanaman Seledri Agar Tumbuh Subur
  2. Cara Menanam Alpukat di Pot, Subur dan Cepat Berbuah
  3. Wow! Ini Rupanya Cara Menanam Bonggol Aglonema agar Cepat Tumbuh dan Anti Gagal


4. Air cucian ikan

Pupuk alami untuk anggrek selanjutnya, yaitu air cucian ikan. Manfaat air cucian ikan untuk tanaman cukup banyak termasuk untuk anggrek. Air yang bercampur darah ikan ini bagus banget untuk pupuk anggrek karena mengandung sejumlah unsur hara dan vitamin.

Air cucian ikan mengandung nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), besi (Fe), magnesium (Mg), mangan (Mn),  seng (Zn), dan sejumlah mineral lain serta vitamin. Unsur hara alami untuk anggrek tersebut membantu mempercepat pertumbuhan dan membuat anggrek berbunga.


Cara aplikasi pupuk alami untuk anggrek

Lalu, bagaimana cara aplikasi masing-masing pupuk alami tersebut untuk tanaman hias anggrek dan berapa dosisnya? Cara merawat anggrek agar cepat berbunga dengan aplikasi pupuk alami tersebut seperti berikut.Yuk simak.

Air kelapa pupuk anggrek alami
Menyemprot anggrek dengan air kelapa

1. Penggunaan air kelapa untuk anggrek

Berikut ini cara aplikasi pupuk air kelapa untuk anggrek

  1. Sediakan air kelapa (boleh air kelapa yang tua atau muda), volume di sesuaikan dengan jumlah anggrek di rumah;
  2. Encerkan dengan air biasa sebanyak 50% (1:1), misalnya 1 liter air kelapa, encerkan dengan 1 liter air biasa;
  3. Semprotkankan pupuk air kelapa tersebut untuk anggrek secara tipis-tipis saja ke seluruh bagian tanaman, pangkal, batang, dan daun permukaan atas dan bawah. Hindari menyemprot dengan dosis tinggi;
  4. Lakukan pemupukan anggrek dengan pupuk alami air kelapa sebanyak 2 minggu sekali;
  5. Jika masih tersisa larutan air kelapa tersebut, siramkan ke media tumbuh anggrek (tepatnya kalau tersedia sebanyak 100-150 ml per tanaman).


2. Cara aplikasi buah tomat untuk anggrek

Berikut ini cara aplikasi pupuk alami dari buah tomat untuk menyuburkan dan membungakan anggrek.

  1. Ambil 1 buah tomat sisa belanjaan dari pasar yang masih segar dan matang (Sebaiknya jangan gunakan tomat busuk karena beresiko muncul hama dan penyakit);
  2. Buat seperti jus tomat dengan cara memblender (1 buah tomat campurkan 100-150 ml air);
  3. Saring ekstrak buat tomat tersebut untuk memisahkan cairan dan ampas;
  4. Isikan cairan buah tomat tersebut ke dalam hand sprayer;
  5. Semprot ke seluruh bagian tanaman anggrek;
  6. Ulangi penyemprotan anggrek setiap 2 minggu sekali.

Oh iya, jangan dibuang ampas yang telah dipisahkan tadi. Taburkan ampas tomat tersebut di atas media tumbuh anggrek.

Anggrek dendrobium
Memupuk anggrek dengan ekstrak tomat

3. Cara aplikasi air cucian beras untuk pupuk natural anggrek

Air cucian beras sebagai pupuk organik cair (POC) alami anggrek bagus untuk ‘menyulap’ anggrek yang bandel berbunga menjadi rajin berbunga. Berikut ini cara penggunaan poc air cucian beras untuk anggrek.

  1. Tampung setiap kali mencuci beras untuk keperluan memasak nasi (Ambil air cucian pertama saja)
  2. Siram ke media tanam anggrek dengan dosis 100-200 ml setiap tanaman anggrek
  3. Ulangi pemupukan anggrek dengan pupuk alami dari dapur ini seminggu sekali

Selain menyiram langsung ke media tumbuh anggrek, Anda boleh juga menyemprot ke seluruh bagian tanaman anggrek termasuk daunnya. Jika rutin memupuk anggrek dengan bahan alami ini, Insya Allah anggrek tumbuh sehat, subur, dan lekas muncul bunga.


4. Penggunaan air cucian ikan untuk nutrisi alami anggrek

Jika ingin anggrek yang tanam di rumah atau depan rumah tumbuh subur dan berbunga, jangan sia-siakan air cucian ikan yang ada di dapur Anda. Sebab, air bekas pencucian ikan tersebut, terdapat nutrisi esensial untuk melengkapi kebutuhan unsur hara tanaman anggrek.

Cara aplikasi air cucian ikan untuk anggrek seperti berikut ini.

  1. Tampung ke dalam gayung atau baskom air cucian ikan (sebanyak kebutuhan dan sisihkan air cucian pertama saja ya);
  2. Encerkan lagi dengan air biasa, perbandingannya 1:4 (1 bagian air cucian ikan tambah 4 bagian air biasa);
  3. Kacau/aduk hingga seluruhnya tercampur merata;
  4. Siram tanaman anggrek dengan dosis 100-200 (sesuai media anggrek) per tanaman;
  5. Ulangi pengocoran anggrek dengan air cucian ikan seminggu sekali.


Waktu Aplikasi Pupuk Alami untuk Anggrek

Waktu aplikasi yang dimaksud di sini bukan umur atau fase pertumbuhan tanaman anggrek. Tetapi, waktu yang berhubungan dengan rotasi bumi atau pergerakan matahari.

Jadi, waktu aplikasi pupuk alami agar anggrek memberi respon yang bagus adalah ketika pagi hari atau sore hari. Pada saat itu, stomata anggrek siap menyambut dan menyerap nutrisi.

Pagi hari, kira tepat saat matahari terbit sampai 3 jam setelah terbit, usahakan Anda sudah siap memupuk anggrek. Demikian juga sore hari, ya kira-kira 2 jam menjelang matahari terbenam, semprot anggrek dengan pupuk yang terbuat dari bahan alami tersebut.

Kalau ingin anggrek yang Anda tanam di rumah tumbuh subur dan cepat berbunga, aplikasi pupuk alami dari air cucian ikan ini secara kontinyu. Jangan bosan atau lupa memupuk agar perkembangan anggrek memberi hasil yang nyata dan menggembirakan. 

Dari keempat pupuk alami tersebut, Anda boleh pilih salah satu karena semuanya bagus untuk membuat anggrek lekas berbunga dan subur. Namun, pilihlah mana yang mudah diperoleh dan praktis.  

Jadi, ketika anda sudah bosan memupuk anggrek dengan pupuk kimia, seperti dekastar, NPK, dan pupuk anorganik lainnya, tetapi belum juga berbunga, maka lakukan ikhtiar ini. Maksudnya, coba kombinasikan dengan pupuk alami untuk anggrek agar cepat berbunga, subur, dan malah bisa rajin berbunga. Syaratnya, Anda juga harus rajin merawatnya dan konsisten. Selamat memupuk anggrek dengan bahan-bahan natural tersebut di atas semoga sukses