--> Menyulap Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat dengan Tekhologi Sederhana untuk Kebutuhan Sendiri | Pupuk Lahan

29 September 2019

Menyulap Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat dengan Tekhologi Sederhana untuk Kebutuhan Sendiri

| 29 September 2019

pupuklahan.blogspot.com -- Cara Membuat Cocopeat – Ada banyak sekali bahan campuran media tanam. Salah satu diantaranya adalah cocopeat. Nah, bagi Sobat yang gemar bercocok tanam dalam pot, seperti menanam aglaonema, anggrek, dan lainnya, tidak harus membelinya. Sebab, cocopeat dapat Sobat buat sendiri dengan cara yang cukup mudah.
Sebetulnya cocopeat sudah banyak dipasarkan. Namun, karena diproduksi oleh industri yang sudah modern fasilitasnya, seperti memakai mesin pengurai sabut kelapa, maka tentu saja harga jualnya relatif mahal.
Selain itu, terkadang sulit mendapatkan cocopeat yang sudah jadi di toko pertanian. Atau, kalau cocopeat dipesan online, ongkos kirim tidak sebanding dengan harga cocopeat.

Cocopeat
Serbuk Sabut Kelapa Masih Bercambur Serat

Membuat cocopeat untuk sendiri
Karena itulah menjadi alasan kita untuk mencoba membuat cocopeat sendiri. Meskipun dalam mengolahnya nanti menggunakan teknologi atau alat-alat sederhana, namun cocopeat buatan sendiri tidak kalah kualitasnya.
Apalagi, kebutuhan cocopeat untuk media tanam mungkin tidak terlalu banyak, memproduksi sendiri lebih menguntungkan.

Cocopeat itu dari sabut coconut
Namun, sebelum menuju langkah-langkah bagaimana menyulap sabut kelapa menjadi cocopeat, sekilas kita lihat kembali apa itu sebenarnya cocopeat. Kadang-kadang orang sebetulnya tau bahannya, namun ketika dibilang cocopeat menjadi bingung dengan istilah keren itu.
Cocopeat merupakan serbuk dari sabut kelapa yang sudah diproses dengan ukuran yang relatif seragam. Jadi, sudah jelas, cocopeat asalnya dari bagian sabut coconut (kelapa) yang sudah tua.
Dengan kata lain, yang dipakai dari komponen sabut kelapa untuk menjadi cocopeat adalah serbuk yang halus/butiran kecil-kecil saja, sedangkan seratnya yang agak keras dipisahkan. Serat kasar itu. di industri pengolahan, menjadi bahan baku untuk menghasilkan produk lainnya lagi.

Sabut kelapa, 'mutiara' dalam lumpur
Tentu sekarang Sobat sudah bisa membayangkan betapa banyaknya limbah sabut kelapa yang belum dimanfaatkan di sekitar kita. Padahal, kulit buah kelapa bagian terluar itu merupakan 'mutiara' dalam lumpur. Baru berkilau dan berharga ketika kita cerdas memanfaatkannya.
Selain sebagai bahan bakar tradisional, sabut kelapa diambil seratnya untuk cocofiber. Kemudian coco fiber menjadi bahan baku kerajinan anyaman seperti tas, tali, kesek kaki, dan aneka produk lainnya. 
Dari sekian banyak potensi sabut kelapa itu, salah satunya dapat dijadikan bahan untuk campuran media tanam, yang kemudian dikenal dengan cocopeat.

Mengapa serbuk sabut kelapa yang sudah diolah menjadi salah satu pilihan untuk media tanam? Karena memang serbuk dari kulit coconut itu memiliki segudang kelebihannya.

Sisi lebih cocopeat untuk media tanam
Beberapa kelebihan cocopeat untuk media tanam, yaitu  mampu menyimpan air atau menjaga kelembaban media tanam, menjadikan media tanam poros dan aeratif, drainase bagus, ada kandungan unsur hara, sumber bahan organik, dan juga ada biofungisida, yaitu jamur trichoderma.
Karena kelebihannya itulah, maka banyak orang membuat cocopeat untuk berbagai tujuan. Ada yang membuat cocopeat untuk kebutuhan campuran media tanam stek.

BACA JUGA : Media Tanam Stek Batang yang Baik Agar Cepat Tumbuh Akar
Tidak sedikit juga yang membuat cocopeat sendiri untuk dipakai pada campuran media cangkok. Banyak juga yang sengaja mengolah sabut kelapa menjadi cocopeat untuk media tanam tanaman hias

Sebagiannya lagi mengolah sabut kelapa menjadi cocopeat untuk media tanam hidroponik. Dan, sederatan tujuan penggunaan cocopeat lainnya.

Persiapan membuat cocopeat
Berikut ini hal-hal yang perlu Sobat siapkan agar proses mengolah sabut kelapa menjadi cocopeat menjadi mudah dan lancar.

Sabut kelapa
Untuk menghasilkan cocopeat hasil olahan tangan sendiri, maka langkah pertama adalah siapkan dulu sebanyak-banyaknya sabut kelapa yang sudah tua. Sebaiknya yang sudah usang agar mudah lepas serbuk dan seratnya

Jadi, mulai sekarang, jangan dibakar lagi sabut kelapa atau dibuang tanpa berarti sama sekali.
Sabut kelapa dibelah-belah terlebih dahulu agar tidak saling lengket satu sama lainnya. Biasanya hasil kupasan buah kelapa itu terdapat beberapa keping sabut yang masih belum sempurna lepas. Sebab, para pengupas kelapa langsung mengambil isinya saja yang berupa batok berisi air dan mengabaikan sabutnya.

Sebaiknya, sabut kelapa tersebut dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran-kotoran seperti tanah atau noda lainnya. Jika sedikit sabar, rendam beberapa hari agar zat tanin dari sabut kelapa tercuci. Setelah itu, sabut kelapa dijemur kembali beberapa hari agar kering.


Alat Parutan
Kalau dalam industri modern, sabut kelapa diolah menjadi cocopeat menggunakan mesin pengurai. Tetapi, kita cukup menggunakan alat sederhana saja, praktis, dan ekonomis, yaitu alat parut atau parutan manual.
Lagi pula cocopeat yang kita butuhkan mungkin relatif sedikit, ya untuk kebutuhan beberapa pot tanam saja. Tentu ini dengan tekhnologi sederhana mampu menghasilkan serbuk kelapa yang kita harapkan. Paling kurang, untuk kebutuhan membuat media tanam sendiri.
Kalau mau cepat, Sobat bisa membeli parutan manual yang banyak dijual dipasar, seperti parutan manual berbahan stainless steel untuk memarut ubi atau kelapa. Namun, kalau punya waktu luang, Sobat bisa membuat sendiri parutan ini.

Menyulap Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat dengan Tekhologi Sederhana untuk Kebutuhan Sendiri

Cara membuat alat parutan manual untuk memarut sabut kelapa agar menjadi serbuk
  • Siapkan kayu balok sepanjang30-40 cm,lebar 5-7,5 cm, dan tebal 1-2 cm.  
  • Siapkan plat seng yang agak tebal (misalnya, kaleng susu bekas)
  • Seng dilubangi dengan paku (gunakan palu) sebanyak-banyaknya agak berdekatan
  • Pasang seng tersebut pada kayu dengan posisi mata parut yang tajam di bagian luar
  • Alat parut serbuk kelapa siap digunakan
Parutan cocopeat buatan sendiri
Alat parut sabut kelapa dari bahan
Kaleng susu bekas


Alat pelindung diri dari partikel sabut kelapa 
Agar lebih safety dalam merontokkan serbuk dari sabut kelapa, maka sebaiknya persiapkan diri Sobat dengan alat pelindung berupa masker pernafasan dan kaca mata. 
Gunakan masker pernafasan untuk menutupi mulut dan hidung agar terhindar dari percikan serbuk halus sabut kelapa. Selain masker, pakai juga kaca mata untuk melindungi mata dari masuknya debu atau serbuk kelapa. 

Dengan memakai alat pengaman tersebut, maka proses membuat cocopeat aman dan tidak menimbulkan resiko yang tidak kita inginkan.

Langkah-langkah membuat cocopeat
  • Siapkan alas atau lantai yang bersih
  • Ambil sabut kelapa satu persatu
  • Gosokkan sabut kelapa ke parutan atau bisa juga parutan yang digosok ke sabut kelapa agar serbuknya lepas dan terurai
  • Pisahkan serat-serat kasar yang bercampur dengan serbuk
  • Ayak dengan ayakan/saringan kalau mau ukuran serbuk sabut kelapa lebih seragam
  • Ambil serbuk sabut kelapa atau cocopeat buatan sendiri yang sudah jadi

Proses memarut kelapa
Proses Membuat Cocopeat dengan ALat Parut

Sobat dapat juga menguraikan sabut kelapa dengan alat pengurai buatan sendiri seperti Gambar di bawah ini. Gunakan salah satu alat yang kira-kira lebih mudah menurut Sobat.

Alat parut sabut kelapa
Memarut/mengurai sabut kelapa menjadi cocopeat
Sterilisasi cocopeat made in sendiri
Meskipun Sobat sudah selesai mengolah atau mengurai sabut kelapa menjadi serbuk sabut kelapa dengan ukuran yang halus dan sudah diayak, namun cocopeat itu perlu diproses lagi sebelum dipakai untuk media tanam.

Cocopeat

Ini Cocopeat yang Sudah Diayak


Agar cocopeat made in sendiri lebih steril dari jamur-jamur parasit, maka cocopeat dikukus selama +/- 15 menit. Setelah dikukus, cocopeat tersebut diangin-anginkan atau dijemur kembali. Kalau sudah kering, cocopeat siap untuk dicampur dengan bahan media tanam lainnya.
Cara lain untuk membebaskan bakteri tidak menguntungkan dari cocopeat adalah dengan cara dipanaskan dalam kuali di atas kompor 5-10 menit. Panaskan cocopeat sambil diaduk-aduk/dibolak-balik. 

Tapi ingat! Jangan sampai hangus karena bisa gagal jadi cocopeat. Kalau hangus, namanya arang serbuk sabut kelapa alias arang cocopeat he..he.. 😅😅 

Cara Mencetak Cocopeat untuk Media Tanam Hidroponik 
Cocopeat hasil cetakan sendiri

Contoh Cocopeat Hasil Cetakan Sendiri.


Selain serbuk sabut kelapa dapat digunakan langsung untuk campuran media tanam, ternyata cocopeat dapat juga dicetak dalam berbagai bentuk dan ukuran untuk media tanam hidroponik.

Untuk membentuk cocopeat menjadi bentuk-bentuk yang diinginkan, cukup mudah dilakukan. Kita pakai teknologi press sederhana saja untuk menghemat cost kebutuhan media tanam hidroponik skala rumahan.

BACA JUGA : Budidaya Tanaman Hidroponik? Aneh Kalau Belum Mengenal Alat dan Bahannya Ini

Alat -alat :
  • Cetakan terbuat dari kayu (bentuk dan ukuran terserah Sobat)
  • Kuali 
  • Pengaduk dari bahan kayu


Bahan-bahan :
  • Cocopeat (sesuai kebutuhan)
  • Tepung tapioka atau tepung kanji (2-3% dari cocopeat)
  • Air bersih secukupnya
Catatan : Jika sabut kelapa tidak direndam sebelumnya, maka serbuk sabut kelapa yang akan dicetak perlu direndam beberapa hari sampai air berwarna kecoklatan luntur semuanya. Lalu jemur sampai kering, baru dicetak

Langkah Mencetak Cocopeat
  • Hidupkan api kompor/pemanas
  • Panaskan tepung tapioka sampai mengental (air jangan terlalu banyak)
  • Matikan (off) api/pemanas
  • Campurkan cocopeat dengan tepung tapioka yang sudah dipanaskan
  • Aduk-aduk sampai tercampur merata dan menggumpal
  • Masukkan segera adonan cocopeat tersebut ke dalam cetakan
  • Tekan/press dengan tekanan ringan saja (jangan terlalu kuat) agar cocopeat menjadi padat
  • Jemur di bawah sinar matahari sampai kering
  • Hasil cetakan cocopeat siap untuk digunakan sebagai media tanam hidroponik

Itulah cara membuat cocopeat dari sabut kelapa dengan teknologi sederhana untuk konsumsi media tanam sendiri. Cocopeat yang sudah diproduksi itu, gunakan sebagai salah satu bahan campuran media tanam. Racik media tanam dengan komposisi yang tepat sesuai dengan jenis tanaman. Salam Admin pupuklahan.blogspot.com untuk Sobat semua dan semoga sukses selalu.

Related Posts