--> Pupuk untuk Stroberi agar Subur dan Produksi Buah Lebat | Pupuk Lahan

28 Maret 2019

Pupuk untuk Stroberi agar Subur dan Produksi Buah Lebat

| 28 Maret 2019


Pupuk untuk Penyubur Stroberi – Pertumbuhan dan produksi buah stroberi tidak maksimal salah satunya disebabkkan oleh pemberian pupuk yang tidak tepat. Tanaman stroberi sangat sensitif terhadap pupuk. Makanya, banyak yang bertanya-tanya apa sebenarnya pupuk untuk stroberi atau tepatnya apa pupuk untuk penyubur tanaman stroberi.



Pupuk untuk Stroberi agar Subur dan Produksi Buah Lebat



Walaupun dari sisi pengolahan lahan, pembibitan, penanaman stroberi sudah cukup mahir dan telah dilakukan sesuai “SOP,” namun itu belumlah cukup. Sebab, pupuk untuk stroberi sepertinya menjadi “s3-nj4ta pamungkas” dalam budidaya buah stroberi.

Tanpa nutrisi yang tepat jenis, dosis, waktu, dan cara aplikasi yang benar, tanaman stroberi tumbuh merana dan berbuah pun tak berdaya. Ini berarti perlu selangkah lagi yang perlu dipahami dan diakukan dengan baik, yaitu pupuk dan pemupukan stroberi.


Kondisi tumbuh berpengaruh terhadap produksi stroberi

Sebelum melihat pupuk untuk penyubur stroberi, yuk sekilas saja kita tengok kondisi tumbuh stroberi. Sebab, apapun ceritanya, kondisi ini juga akan berhubungan dengan pertumbuhan dan produksi buah stroberi.

Stroberi atau strawberry ini merupakan tanaman yang hidup dan tumbuh dengan baik di daerah subtropis dengan tempertur udara sejuk berkisar 10 – 180C. Stroberi juga membutuhkan sinar matahari dari pagi sampai sore yang cukup untuk sintesa zat-zat makanan.

Selain itu, suhu udara untuk produktivitas stroberi, tanah untuk tumbuh stroberi harus yang subur dan banyak mengandung bahan organik. Kesuburan tanah juga berhubungan langsung dengan pH tanah. Jadi, pH tanah yang baik untuk menanam stroberi 6,5 – 7.

Jika pH tanah di bawah atau di atas nilai tersebut, pantas saja pertumbuhan stroberi terhambat dan produksinya rendah. Sebab, banyak unsur hara makro yang tidak tersedia untuk nutrisi stroberi.


Stroberi butuh unsur hara makro dan mikro

Tanaman stroberi, seperti tanaman lainnya, butuh unsur hara makro dan mikro yang lengkap agar tumbuh subur dan produksi buah stroberi banyak serta tidak mudah rontok.

Oleh karena itu, dalam budidaya buah stroberi agar dapat dipastikan bahwa dalam media tumbuh/tanah tersedia unsur-unsur hara makro seperti N, P, K, Ca, Mg, dan S dalam jumlah yang banyak dan tersedia untuk pertumbuhan tanaman stroberi.

Di samping unsur hara makro, unsur hara mikro seperti Mo, Cu, Zn, Mn, Fe, dan lainnya juga mesti ada. Unsur hara ini kebutuhannya sedikit, tetapi sangat menentukan subur tidaknya dan tinggi-rendahnya produksi buah stroberi.


Pupuk untuk stroberi mesti tinggi N, P, dan K

Dari sekian banyak unsur hara, stroberi menyerap cukup banyak nutrisi nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Unsur-unsur tersebut bisa dicukupi dengan pupuk majemuk seperti pupuk NPK atau bisa juga dari pupuk tunggal, seperti urea (N), SP-36 (P), dan KCL (K).

Secara umum, kebutuhan unsur hara untuk pupuk stroberi, yaitu N sebanyak 90 Kg/hektar, P sebanyak 120 Kg/hektar, dan K sebanyak 60 Kg. Namun, kebutuhan tersebut yang tepat tergantung pada hasil uji tanah (soil test).

Sekadar catatan kecil saja, kekurangan atau berlebih sedikit saja unsur hara tersebut, tanaman stroberi akan tumbuh kerdil, khlorosis, terbakar, kerontokan bunga dan buah, produksi rendah, serangan penyakit, dan seabrek persoalan lainnya.

Makanya, di samping jenis, dalam aplikasi dosis pupuk untuk stroberi mesti tepat dan terus dimonitor. Tujuannya tidak lain, agar stroberi tumbuh subur, sehat dan produksi buah stroberi pun tinggi alias lebat.


Pupuk stroberi bentuk larutan lebih hemat dan mudah diserap


Kalau mau pupuk untuk stroberi dapat diserap optimal, maka aplikasi pupuk dalam bentuk larutan menjadi pilihan yang tepat. Selain dapat diserap optimal, pemupukan pun menjadi lebih hemat dari sisi kuantitas dan biaya yang dikeluarkan.

Mengapa bisa lebih efektif dalam bentuk larutan, ya? Kita paham bahwa salah satu cara tanaman stroberi menyerap nutrisi dalam bentuk aliran masa. Artinya, pupuk yang sudah terlarut ke dalam air langsung mendekati area perakaran. Karena pupuk yang sudah larut dan tersedia di perakaran, maka akar tanaman dengan mudah dapat menyerapnya.


Jenis pupuk penyubur stroberi

Kalau ditanya pupuk apa untuk menyuburkan stroberi? Jawabnya adalah pupuk organik dan anorganik yang mengandung unsur hara makro dan mikro.  

Untuk pupuk organik banyak sekali seperti pupuk kandang, kompos, pupuk hijau, pupuk hayati, dan lain sebagainya. Namun, umumnya, untuk tanaman stoberi diberikan pupuk kandang sebagai pupuk dasar.

Pupuk kandang meski mengandung unsur hara sedikit, tetapi pupuk kandang menjadi penyedia hara yang lengkap termasuk unsur hara mikro. Bahkan, pupuk kandang bisa memproduksi hormon pertumbuhan seperti sitokinin, giberelin, dan lainnya untum memacu pertumbuhan stroberi.

Untuk pupuk kandang, kalau tersedia, lebih bagus menggunakan pupuk kotoran ayam yang sudah matang. Sebab, pupuk kandang dari kotoran ayam tinggi kandungan N dan P dibandingkan dengan pupuk kandang sapi atau kerbau. Unsur hara ini sangat mempengaruhi produksi buah stroberi.

Sedangkan pupuk anorganik untuk stroberi juga terbilang banyak. Namun, yang paling mudah diperoleh dan sudah umum tersedia di pasar, yaitu pupuk majemuk NPK 16:16:16.

Selain NPK tersebut, ada juga yang memberikan untuk stroberi pupuk NPK 32:10:10. Pupuk dengan kadar tersebut diberikan pada fase pertumbuhan vegetatif.


Pupuk pelengkap cair untuk stroberi

Agar pertumbuhan dan produksi buah stroberi bagus dan kualitas buahnya tinggi, aplikasi pupuk pelengkap cair (PPC) sebagai suplemen nutrisi tanaman stroberi. Pupuk PPC ini biasanya diberikan melalui daun dengan cara penyemprotan dalam tempo 2-4 minggu sekali.

PPC untuk tanaman stroberi biasanya digunakan yang mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap. Cukup banyak beredar di toko pertanian merek PPC ini seperti Bio KCL, Pupuk Cair KNO3, ada juga Supergro Hujau/Merah, dan segudang merek lainnya. Silahkan search di toko pertanian offline dan online shop


PEMUPUKAN STROBERI

Setelah mengenal pupuk untuk stroberi, sekarang kita menuju ke pemupukan tanaman stroberi. Pemupukan mulai dari penyiapan lahan, vegetatif, dan pembungaan.


Pupuk stroberi saat penyiapan lahan

Pupuk dasar stroberi diberikan saat penyiapan lahan. Pupuk dasar yang diberikan adalah pupuk kandang (lebih bagus dari kotoran ayam). Dosis yang diberikan adalah 15-20 ton per hektar (1,5 – 2 Kg/m2).

Pupuk diberikan dengan cara ditebar di atas bedengan dan dicampur dengan tanah secara merata. Biarkan lahan tanam yang telah dipupuk selama 1-2 minggu sebelum tanam. Tujuannya agar tumbuh aktivitas mikroorganisme dalam tanah, dekomposisi bahan organik, dan agregat tanah menjadi lebih bagus.


Pupuk untuk stroberi masa pertumbuhan vegetatif

Ketika tanaman stroberi berumur 2 minggu atau kira-kira 14 hari setelah tanam, tanaman ini sudah perlu dipupuk. Karena pada usia 2 minggu masih berada pada fase vegetatif, maka stroberi membutuhkan lebih banyak unsur nitrogen (N) dibandingkan unsur hara P dan K.

Oleh karena itu, pupuk untuk stroberi yang tepat adalah pupuk NPK yang tinggi N, yaitu NPK 32:10:10. Jika tidak tersedia di pasar, silahkan buat sendiri dari pupuk tunggal. Cara membuat NPK sendiri dapat dibaca di sini atau di sini

Berapa dosis NPK 32:10:10 dan cara aplikasinya? Pupuk majemuk ini dilarutkan dulu dalam air. Larutkan sebanyak 30 gram NPK atau kira-kira 6 sendok teh ke dalam 15 liter air. Aduk-aduk agar pupuk terlarut semuanya. Siramkan ke tanaman dengan dosis 150 ml/tanaman stroberi.

Pemupukan dengan cara pengocoran dan dosis yang sama dilanjutkan pada umur stroberi 4, 6, dan 8 minggu atau sampai menjelang stroberi muncul bunganya.

Selain pemupukan dengan NPK 32:10:10, pada fase vegetatif ini juga perlu diselingi dengan pupuk daun (penyemprotan) yang mengandung unsur hara makro dan mikro, khususnya pupuk daun yang mengandung N tinggi. Aplikasi pupuk daun dilakukan setiap 2 minggu sekali.

Pemupukan lewat daun ini agar penyerapan nutrisi oleh tanaman stroberi menjadi lebih optimal, tidak terjadi kekurangan hara mikro, dan juga memacu pertumbuhan vegetatif tanaman.


Pupuk untuk stroberi ketika berbunga

Menjelang stroberi berbunga atau sudah masuk fase pembungaan (generatif) atau kira-kira 45-60 hari setelah tanam (HST), stroberi dilanjutkan pemupukan dengan NPK 16:16:16.

Cara aplikasinya ; Larutkan NPK sebanyak 250-300 gram ke dalam 15 liter air (20 gram NPK/liter air). Aduk-aduk sampai larut semuanya. Siramkan sebanyak 200 ml/tanaman stroberi. Siram tepat di sekitar pangkal tanaman, usahakan jangan terkena daun-daun tanaman.


Pupuk mematangan buah untuk stroberi  

Ketika tanaman stroberi sudah terjadi penyerbukan dan sudah mulai muncul buah, pemupukan tetap dilanjutkan agar tidak rontok dan kualitas buah stroberi tinggi seperti ukuran dan rasa manisnya.

Pada fase ini, pupuk yang diberikan adalah pupuk pelengkap cair (PPC) yang mengandung unsur hara kalium yang tinggi. Sebab, salah satu peran K adalah untuk meningkatkan kualitas buah selain untuk kekebalan tanaman dari serangan penyakit.


Dan lebih bagus lagi, jika PPC yang digunakan mengandung unsur hara mikro yang lengkap. Untuk pupuk cair ini bisa PPC KNO3, Bio KCL, dan lain-lain.

Pupuk untuk Stroberi agar Subur dan Produksi Buah Lebat
Pemupukan Stroberi di Lahan. Gambar : Dokpri

Baca juga ini :


Cara aplikasinya dengan cara penyemprotan ke seluruh permukaan daun terutama bagian bawah daun karena di sana terdapat banyak mulut daun (stomata) yang akan menyerap pupuk. Untuk dosis, silahkan dibaca dikemasan pupuk.
Demikian tentang pupuk untuk stroberi agar subur dan produksi buah lebat. Semoga postingan ini menjadi pengetahuan dalam budidaya tanaman stroberi atau strawberry khususnya pupuk dan pemupukan.

Related Posts