--> Teknik Mengolah Kotoran Kambing Menjadi Pupuk Kompos Berkualitas | Pupuk Lahan

31 Agustus 2018

Teknik Mengolah Kotoran Kambing Menjadi Pupuk Kompos Berkualitas

| 31 Agustus 2018


Mengolah Kotoran Kambing Menjadi Pupuk -- Benar 'gak, ya, tiada makhluk hidup tanpa butuh nutrisi?. Dengan kata lain, setiap makhluk hidup butuh makanan untuk hidup, tumbuh dan berkembang. Demikian juga dengan tanaman, akan tumbuh dan memberikan produktivitas yang tinggi ketika unsur hara yang diperlukannya tersedia dalam jumlah yang cukup.

Teknik Mengolah Kotoran Kambing Menjadi Pupuk Kompos Berkualitas

Selain pupuk kimia yang merupakan “idola” dalam mencukupi nutrisi tanaman, masih ada lagi “mutiara” yang terlupakan, yaitu pupuk organik yang juga menyediakan sejumlah unsur hara.  Salah satunya adalah pupuk dari kotoran kambing. Tapi, tunggu dulu! Untuk memanfaatkannya mesti diolah menjadi pupuk kandang atau kompos agar tesedianya unsur hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman.


Sekilas populasi kambing dan jumlah kotorannya

Populasi hewan ternak kambing terbilang tinggi di Indonesia yang tersebar di berbagai belahan provinsi. Dan umumnya, masyarakat yang tinggal di pedesaan (urban area) memiliki hewan ternak yang bersuara “embeeekkk” itu. Mereka, baik secara pribadi maupun berkelompok, memelihara lebih dari 1 ekor kambing.

Jika memelihara satu ekor kambing saja, maka kotoran padatan saja bisa menghasilkan 1-2 kg perhari. Belum lagi ditambah urine dan sisa pakan, jumlahnya bisa lebih dari 2 kg per hari. Urin kambing bisa mencapai 1 liter lebih per hari tergantung berat ternak tersebut.

Seandainya kita coba prediksi bahwa rata-rata kotoran kambing berupa padatan adalah 1,5 kg per ekor per hari, maka kotoran padatan saja per tahun per ekor kambing berjumlah 540 kg (0,54 ton) Berat ini cukup untuk memupuk lahan tanam seluas 500 meter persegi (m2). Bayangkan kalau memiliki 4 ekor kambing, maka jumlah kotoran kambing dalam setahun bisa memupuk 1/5 hektar atau 2.000 meter per segi lahan tanam. Subhanallah, luar biasa anugerah Allah SWT kepada makhluknya.


Kandungan hara kotoran kambing

Mengapa harus kotoran kambing? Kotoran kambing mengandung unsur hara yang relatif tinggi. Apalagi, jika diakumulasikan kotoran padat (feces), kencing (urine) dan sisa pakan dan alas tidur (bedding), maka udah pasti unsur hara N, P, dan K serta sejumlah unsur hara makro (macronutrients) dan mikro (micronutrients) lainnya lebih tinggi.

Banyak peneliti sudah pernah mengamati terhadap keberadaan kotoran kambing. Mulai dari jumlah kotoran yang terdiri dari padatan, air seni, dan sisa pakan per hari sampai dengan kandungan nutrisi yang ada di dalamnya, tak luput dari pengamatan mereka.


Kotoran kambing dan juga domba mengandung senyawa-senyawa organik dan unsur hara penting yang berguna untuk tanaman. Dalam Sutanto, R (2002) memberikan data bahwa kandungan dalam kotoran kambing/domba, yaitu N dan P2O5 berturut-turut 0,7% dan 0,4%. Selengkapnnya rata-rata komposisi kotoran ternak dapat dilihat pada Tabel berikut ini :

Teknik Mengolah Kotoran Kambing Menjadi Pupuk Kompos Berkualitas
Sumber : Sutanto. R, 2002. Gambar : Dokpri

Kadar hara tersebut bisa lebih tinggi lagi atau lebih rendah. Mengapa? Semakin “bergizi” dan “gendut” kambing, maka kemungkinan kandungan haranya lebih tinggi, demikian sebaliknya. Artinya bahwa komposisi hara dalam kotoran ternak sangat tergantung kepada jenis variasi pakan dan juga kesehatan ternak.


Kotoran kambing Vs pupuk urea dan SP-36

Nah, dengan data-data di atas, mari kita hitung-hitung lagi untuk membandingkan dengan pupuk kimia. Ketika kita hitung kesetaraannya dengan pupuk kimia seperti urea dan SP-36, maka kotoran kambing perlu dipertimbangkan sebagai alternatif pupuk organik. Dalam 4 ekor kambing menghasilkan +/- 6 kg kotoran padatan per hari atau 2160 kg per tahun (asumsi 1 tahun = 360 hari).

Kalau merujuk kepada kandungan kotoran kambing padatan, yaitu 0,7% N dan 0,4% P, maka berat kotoran 1 ekor kambing dalam waktu setahun ini setara dengan 3,78 Kg N atau 8,22 Kg pupuk urea. Berat kotoran kambing tersebut setara juga dengan 2,16 Kg P atau 6 Kg pupuk SP-36.

Itu baru 1 ekor kambing dan kotoran padatan saja, bagaimana jika kotoran padatan bercampur dengan air kencing dan sisa pakan? Tentu, secara logika kita atau orang awam berpikir, jumlah nitrogen, fosfor, dan unsur hara lainnya juga semakin tinggi.


Gambaran kesetaraan kotoran kambing dengan pupuk kimia



Dengan asumsi jumlah kambing dan kotoran padatan per tahun yang telah dijelaskan di atas, maka kita dapat mengonversikan untuk kesetaraannya dengan pupuk kimia ke dalam Tabel berikut ini :

Teknik Mengolah Kotoran Kambing Menjadi Pupuk Kompos Berkualitas
Gambar : Dokpri
Manfaat kotoran kambing

Sepertinya sudah umum diketahui betapa dasyatnya kotoran kambing untuk “menyegarkan” tanah dan “menghijaukan” tanaman. Tanah yang “dipaksakan” terus-menerus dengan pupuk anorganik/kimia, lambat-laun akan terjadinya degradasi baik strukturnya maupun kimiawinya. Makanya, salah satu manfaat besar kotoran kambing adalah “obat” untuk memulihkan/memperbaiki dan meningkatkan produktifitas tanah.

Beberapa manfaat lain dari kotoran kambing sebagai pupuk organik yang diaplikasikan ke lahan tanam adalah sebagai berikut :
  • Dapat memperbaiki struktur tanah sehingga memudahkan penetrasi akar tanaman
  • Dapat meningkatkan retensi air sehingga tidah mudah kering
  • Membuat tanah lebih gembur dan memiliki porositas, drainase dan aerasi yang baik
  • Meningkatkan daya pegang kimiawi tanah atau kapasitas tukar kation lebih tinggi sehingga ketika diberikan pupuk kimia tidak mudah tercuci (leaching) dan hilang dibawa air
  • Meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah sehingga lebih banyak hara tersedia untuk tanaman

Kotoran kambing diolah dulu sebelum digunakan

Namun, kotoran kambing tidak serta-merta dapat dimasukkan ke dalam tanah. Sebab, kotoran segar kambing dapat membuat tanaman "kaget" dan terganggu karena masih tingginya bahan organik di dalamnya. Oleh sebab itu, untuk menurunkan rasio C/N kotoran kambing dan sekaligus memiliki kandungan hara yang “menggembirakan” tanaman, maka harus diolah dulu.

Pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk kandang/kompos berkualitas, dalam artian mengandung persentase hara tinggi, sudah pernah dilakukan oleh “moyang” petani dulu kala. Namun, di zaman klasik itu masih bersifat tradisional, yaitu membiarkan alam mengolahnya. Kualitasnya? Sudah tentu rendah karena banyak hara yang menguap dan juga hilang karena tercuci air hujan dan masuk ke dalam tanah.


Cara olah kotoran kambing

Untuk mengolah kotoran kambing menjadi pupuk organik berkualitas dapat dilakukan dengan cara biasa dan bantuan mikroba. Cara biasa (mirip tradisional), tapi ada sentuhan manusia di dalamnya. Cara biasa ini butuh waktu yang lama, yaitu +/- 3 bulan baru ada output-nya, yaitu pupuk kandang asal kotoran kambing.

Kalau disesuaikan dengan zaman serba instan ini, agaknya produksi pupuk kandang harus disesuaikan, yaitu harus cepat. Syukur sekali sekarang sudah berkembang teknologi yang melibatkan mikroorganisme potensial dan aktif dalam merombak bahan-bahan organik sehingga proses pengomposan/perombakan kotoran ternak menjadi lebih cepat, yaitu berkisar  +/- 1 bulan.


I. Pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk kandang dengan cara biasa (semi tradisional)


Mengolah kotoran kambing menjadi pupuk kandang yang aman diberikan untuk tanaman sangat mudah. Pada prinsipnya mengalami pengomposan/perombakan oleh mikroba alamiah. Namun, campuran kotorannya harus tertutup agar tidak banyak hilang unsur haranya. 

Teknik pengolahan semi tradisional menyerupai teknik Bangalore yang merupakan metode pengomposan yang pernah dikembang di India. Dimana selama pengomposan, timbunan bahan tetap berada dalam lubang atau wadah tertentu, tidak ada pembalikan dan penyiraman sampai proses perombakan selesai. Dan proses ini berjalan sangat lambat, butuh waktu yang lama untuk menghasilkan pupuk kandang/kompos yang siap digunakan untuk tanaman (Nisa, K. dkk, 2006)


Baik, setelah kita menyimak cerita panjang (teori), mari mengolah kotoran kambing dan begini langkah-langkahnya.

Syarat-syarat :
  • Jauh dari pemukiman untuk menghindari polusi bau kotoran kambing
  • Tempat harus berlantai semen dan ada atapnya untuk terlindungi hujan. Lantai semen bertujuan agar tidak hilang unsur hara ke dalam tanah.
  • Dibuat kotak-kotak sesuai dengan kebutuhan pupuk untuk diolah. Sebagai acuan, ukuran 2m x 1m x 1m untuk 1 ton kotoran kambing.
  • Dinding kotak boleh dibeton atau papan yang rapat.

Bahan-bahan :
  • Kotoran kambing padatan (sebaiknya yang bercampur dengan urin)
  • Sisa pakan kambing

Alat-alat :

  • Cangkul
  • Skrup
Teknik Mengolah Kotoran Kambing Menjadi Pupuk Kompos Berkualitas
Kotak Kompos. Gambar : Dokpri


Cara mengolahnya :
  • Masukkan kotoran kambing dan sisa pakan ke dalam kotak
  • Campurkan/aduk merata campuran tersebut
  • Timbun dengan tanah galian pada lapisan atasnya, kira-kira setebal 20 – 30 cm.
  • Biarkan timbunan kotoran kambing itu selama +/- 3 bulan
  • Setelah kurun waktu tersebut, pupuk kandang kotoran kambing sudah jadi (cirinya : tidak berbau menyengat, suhu kamar, warna menyerupai tanah gelap, tidak menggumpal dan kadar air rendah)
  • Haluskan pupuk kandang tersebut sesuai dengan ukuran yang diinginkan dan diayak
  • Kemas pupuk kandang kotoran kambing untuk dijual, disimpan, atau langsung digunakan untuk kebutuhan sendiri/kelompok.

II. Pengolahan kotoran kambing menjadi kompos dengan bioaktivator

Pada dasarnya, cara mengolah kotoran kambing menjadi kompos dengan bantuan bioaktivator, sama dengan mengolah kotoran ternak lainnya, seperti kotoran kerbau, sapi, kuda, dan lainnya. Semua tergantung jenis aktivator yang digunakan. Untuk pengomposan kotoran kambing dalam artikel ini, kita mencobanya dengan bioaktivator Stardec.

Bagaimana cara membuat pupuk kompos dengan Stardec? Begini, mengutip tulisan Simamora, S & Salundik (2006) menjelaskan bahwa pembuatan kompos menggunakan Stardec membutuhkan empat bak penampungan yang setiap bak bisa menampung bahan baku kompos sebanyak 1.000 kg atau 1 ton. Buat naungan dengan ketinggian 2 meter dari lantai agar semua bak terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. Bahan kompos dibalik seminggu sekali dengan cara memindahkannya ke bak berikutnya. Bak yang pertama langsung diisi kembali dengan bahan yang dikomposkan, begitu seterusnya. Secara lengkapnya, membuat kompos dengan aktivator Stardec sebagai berikut :

Syaratnya :
  • Harus ada minimal empat kotak
  • Syarat lainnya sama seperti pada pengolahan semi tradisional (baca di atas)

Bahan :
  • Kotoran kambing yang padatan 1.000 kg
  • Sisa-sisa pakan
  • Bioaktivator, yaitu Stardec 2,5 kg (0,25% dari bahan)
  • Abu gosok 100 kg
  • Kalsit 20 kg (Kapur pertanian)

Teknik Mengolah Kotoran Kambing Menjadi Pupuk Kompos Berkualitas
Bak Pengomposan. Gambar : Dokpri


Teknik Pengolahan :
  • Campurkan kotoran kambing dan sisa pakan dengan Stardec, aduk rata, lalu masukkan ke dalam bak pertama. Diamkan bahan campuran tersebut selama satu minggu
  • Balik bahan kompos dengan cara memindahkannya ke bak kedua (bagian atas jadi ada di bawah) sambil dicampur dengan abu organik dan kalsit, diamkan selama satu minggu. Bak pertama yang sudah kosong diisi dengan bahan kompos yang baru.
  • Satu minggu kemudian,  balik kompos yang ada di bak kedua dengan cara memindahkan ke bak ketiga. Bak kedua diisi dengan kompos bak pertama. Diamkan lagi selama 1 minggu.
  • Setelah didiamkan 1 minggu, kompos yang ada di bak ketiga dibalik dengan cara memindahkan ke bak keempat. Bak ketiga diisi dengan kompos bak kedua dan diamkan selama 1 minggu lagi
  • Setelah 1 minggu didiamkan dalam bak keempat, maka kompos yang ada dalam bak keempat sudah terdekomposisi sempurna (kompos sudah matang) dan siap digunakan. 
  • Kompos kotoran kambing yang sudah matang bisa dihaluskan, lalu diayak dan dikemas. Atau untuk langsung digunakan sendiri, silahkan.😆



Teknik pengomposan bioaktivator stardec di atas, sebenarnya dapat dikatakan metode Kraal. Sebab, prosesnya mirip dengan salah satu metode tersebut. Metode Kraal dalam catatan Nisa, K. Dkk (2016) disebutkan, “...Timbunan dicampur dengan kotoran ternak padat ataupun cair. Kemudian dibiarkan sekitar sebulan dan dilakukan pembalikan. Bagian bawah ditaruh di atas dan bagian atas ditaruh di bawah. Dengan pembalikan 3-4 kali, umumnya kompos sudah jadi.


Oh, tanpa terasa, usai sudah uraian pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk kompos berkualitas. Semoga Allah SWT memberikan ilmu dan juga kesuksesan kepada kita semua, amiin. Salam penulis buat Sobat.

Tip.


  • Pada pengomposan dengan stardec, usahakan kelembaban tetap terjaga. Jika kering bahan-bahannya, siramkan sedikit air atau urin kambing ketika melakukan pembalikan.

Related Posts