--> 2 Cara Mudah Membiakkan Biofungisida Trichoderma dan Siap Pakai Dalam Waktu 7 Hari | Pupuk Lahan

15 September 2018

2 Cara Mudah Membiakkan Biofungisida Trichoderma dan Siap Pakai Dalam Waktu 7 Hari

| 15 September 2018


Cara Membiakkan Biofungisida Trichoderma -- Trichoderma sudah sangat familiar di telinga kita, ya 'kan? Sebab, dalam dunia budidaya tanaman, jamur trichoderma-lah yang mampu memporak-porandakan singgasana dan kekuasaan cendawan patogen. Trichoderma sebagai biofungisida, mampu mengendalikan secara efektif cendawan patogen yang acap kali “membombardir” tanaman para petani, seperti layu fusarium, busuk akar, dan busuk pangkal batang,  setiap musim tanam tiba.

Sayangnya, agensia pengendali hayati ini (trichoderma) tidak mudah untuk kita dapatkan. Ia tidak seperti hewan ternak besar yang tampak di mata dan mudah dikembangbiakkan. Karena tidak termonitor dengan mata telanjang, tanpa kita sadari, mungkin ia ada di tempat kita berdiri dimana kaki kita sedang berpijak. 

Mungkin ia ada pada tanah yang sedang kita cangkul, pada kulit kayu, dan mungkin juga ada pada sisa makanan yang kita buang. Yang jelas trichoderma ada dan bahkan bisa hidup berdampingan dengan mikroorganisme lain.

Tapi, kita tak perlu pesimis atau berputus asa. Sebab, di tengah-tengah kehidupan kita sebagai orang awam, masih ada para ahli (ilmuwan) dalam hal teliti-meneliti. Mereka memiliki pengetahuan untuk menemukan, memilah, dan memilih mana jamur bermanfaat dan mana yang patogen. 

Bahkan, para peneliti bisa “melihat” bagaimana kondisi perkembangbiakannya dan di media yang bagaimana kebiasaan hidupnya. Salah satu jamur yang dimaksud adalah trichoderma sebagai agensia biokontrol (Biological Control Agent)


Dimana banyak hidup trichoderma?

Menurut hasil penelitian para ahli, jamur trichoderma tersebar banyak dalam tanah, terutama tanah pertanian. Di samping itu, pada pohon yang sudah melapuk, di sana juga terdapat trichoderma yang ditandai dengan adanya bintik-bintik hijau. Ia aktif menguraikan bahan-bahan organik dalam tanah dan mengeluarkan “senjat_4_nya” berupa enzim untuk “mengusir” jamur patogen yang ada di sekitarnya.

Bahkan, kalau bicara mikroorganisme lokal (MOL) yang mampu menguraikan bahan-bahan organik, banyak bahan dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan jamur dekomposer itu. 

Pada prinsipnya, bahan-bahan yang mengandung karbohidrat, seperti nasi, kentang, gandum, jagung, dan sebagainya, merupakan media yang paling mudah tumbuh dan berkembangnya jamur.

Kita kembali ke trichoderma. Untuk dapat memanfaatkan trichoderma secara optimal, kita perlu mengisolasi dan memperbanyak dengan cara membiakkannya. Trichoderma itu “gratis” disediakan oleh alam. Kita tidak perlu mengeluarkan biaya mahal seperti membeli r-4-cun kimia sebagai fungisida atau bakterisida. 

Yang diperlukan dalam membiakkan biofungisida trichoderma adalah tenaga, kemauan, dan kesadaran akan pentingnya menyelamatkan lahan dan lingkungan dari polusi zat-zat kimia ber-4-cun.


Cara Membiakkan Trichoderma Sendiri

Ada 2 cara untuk membiakkan trichoderma. Cara Pertama, sebut saja cara natural/tradisional, salah satu cara memanfaatkan mikroorganisme lokal (MOL). Kita mengambil biangnya atau starter langsung dari dalam tanah, lalu diperbanyak/dibiakkan. Cara ini memang tingkat resiko kegagalan tinggi dan bahkan yang didapatkan bisa-bisa bukan trichoderma, tapi jamur patogen. 

Namun, tidak usah khawatir, dengan melakukan prosedur yang benar dan mengenal tanda-tanda dari adanya trichoderma, maka cara ini dapat menjadi salah satu cara untuk memperbanyak jamur trichoderma.

Cara Kedua, supaya yakin akan keberhasilan dalam pembiakkan fungi trichoderma, kita beli saja biangnya yang sudah banyak dipasarkan. Tugas kita hanya membiakkan agar menjadi banyak. 

Biang jamur yang bersifat parasit bagi jamur patogen ini, trichoderma, dapat diperoleh di toko pertanian, petani maju di sekitar tempat tinggal, dan dapat juga dibeli di toko-toko online seperti Bukalapak.com, Tokopedia, dan lainnya.

Baik, mau tempuh cara mana, cara I atau cara II? Kedua-dua cara tersebut menghasilkan trichoderma. Namun, plus minusnya pasti ada. Agar lebih mudah dalam memilih cara membiakkannya, ikuti langkah-langkah kerja memperbanyak jamur trichoderma dari kedua cara tersebut seperti di bawah ini :


Cara I

Alat-alat :
  • Kantong plastik bening ukuran isi 2 Kg
  • Jirigen bekas, namun steril. Jirigen harus dipotong dulu menjadi dua bagian. Cara potongnya, 2/3 bagian bawah dan sisanya 1/3 untuk bagian atas. Berikan beberapa lubang kecil pada bagian jirigen dengan menggunakan paku atau alat pelubang lainnya (kira-kira 4-6 lubang). 
  • Kapas secukupnya untuk menyumbat mulut jirigen 
  • Kompor atau Rice Cooker
  • Sendok besar
  • Lakban atau isolatip besar warna cokelat
  • Pengukus nasi/dandang

Catatan : Boleh menggunakan bambu atau pipa PVC. Jika menggunakan bambu, ambil 1 ruas bambu dan belah. Buat lubang kecil pada salah satu bagian ujung bambu. Setelah diisi nasi, satukan kembali bambu tersebut dan ikat dengan kuat.
Demikian juga jika menggunakan pipa PVC, buat beberapa lubang kecil dan pada kedua ujungnya sumbat dengan kapas setelah diisi nasi. 


2 Cara Mudah Membiakkan Biofungisida Trichoderma dan Siap Pakai Dalam Waktu 7 Hari
Jirigen untuk Membiakkan Trichoderma


Bahan-bahan :
  • Beras 200 gram
  • Dedak 4 Kg
  • Gula 1 ons

Langkah kerja :

Langkah pertama, dapatkan dulu biang atau starter trichoderma dengan cara begini, yaitu :
2 Cara Mudah Membiakkan Biofungisida Trichoderma dan Siap Pakai Dalam Waktu 7 Hari
Nasi untuk Trichoderma

  • Beras dimasak menggunakan kompor atau rice cooker sampai berubah menjadi nasi (jangan terlalu lembek)
  • Matikan (off) rice cooker kalau nasi sudah masak dan biarkan nasi tetap di dalamnya
  • Nasi tersebut dipendam selama +/- 12 jam (Nasi sudah bermalam yang digunakan)
  • Masukkan nasi yang sudah dipendam ke dalam potogan jirigen bagian bawah
  • Tutup kembali jirigen dengan potongan jirigen bagian atas. Kemudian diberikan lakban agar pada bagian potongan tertutup dan tersambung kembali. Jangan lupa tutup mulut jirigen dengan penutupnya
  • Masukkan ke lubang tanah yang telah digali dengan posisi horizontal/mendatar. Kedalaman lubang tanah kira-kira menutup seluruh jirigen. Timbun dengan tanah di atasnya dan berikan tanda agar mudah diketahui posisinya. Sebaiknya, tanam dekat pohon bambu karena di sana banyak mikroorganisme terutama trichoderma.
  • Biarkan jirigen yang berisi nasi tersebut selama +/- 10 hari.
  • Setelah lebih kurang sepuluh hari lamanya jirigen di dalam tanah, ambil kembali jirigen tersebut karena kemungkinan besar sudah ada biang trichoderma yang ditandai adanya warna putih seperti kapas.

Langkah kedua, membiakkan trichoderma dengan cara begini, yaitu :
  • Kukus dedak agar lebih steril dan biarkan beberapa jam setelah dikukus agar dingin/suhunya menurun
  • Larutkan gula dengan air (air secukupnya saja)
  • Masukkan dedak ke dalam wadah berupa timba
  • Masukkan juga semua biang trichoderma yang sudah didapatkan tadi ke dalam timba
  • Tuangkan secara pelan-pelan larutan gula yang sudah dilarutkan ke dalam timba
  • Aduk bahan-bahan tersebut hingga merata (Catatan ; jangan terlalu basah bahan-bahan campuran tersebut, sekadar menggumpal saja. Makanya, saat penambahan larutan gula, dilakukan secara pelan-pelan sambil diaduk-aduk bahannya)
  • Masukkan adonan tersebut ke dalam kantong plastik. Masing-masing kantong plastik diisi setengahnya saja dan ikat rapat. Catatan ; Jangan berusaha mengeluarkan seluruh udara dari kantong plastik.
  • Tempatkan pada ruang steril yang terhindar dari sinar matahari langsung dan guyuran hujan
  • Setelah 7 hari, trichoderma produksi sendiri sudah dapat dimanfaatkan.

Cara II

Alat-alat :
  • Kantong plastik bening ukuran isi 2 Kg
  • Pipa paralon ½ inch sepanjang 2 cm. (bisa bambu untuk ganti pipa tersebut)
  • Kapas secukupnya untuk menyumbat mulut pipa
  • Kompor atau Rice Cooker
  • Sendok besar

Bahan-bahan :
  • Beras 1 Kg (Sesuai dengan kebutuhan)
  • Biang Trichoderma. Biang ini harus dibeli di toko pertanian dan tersedia dalam berbagai merek. Bentuknya seperti bubuk.

Langkah membiakkan trichoderma dengan cara begini, yaitu :
  • Beras dimasak menggunakan kompor atau rice cooker sampai berubah menjadi nasi (jangan terlalu lembek)
  • Masukkan nasi yang baru masak itu (masih panas-panas) ke dalam kantong plastik. Isi nasi untuk masing-masing kantong plastik, cukup ½ kantong plastik saja. Ikat kantong plastik agar tidak terkontaminasi dengan mikroba lainnya dan biarkan 1 jam atau sampai suhu sudah menurun.
  • Buka kantong plastik yang berisi nasi itu, masukkan kira-kira ½ sdt (sendok teh) biang trichoderma dengan cara menaburnya. Kocok-kocok kantong plastik agar trichoderma dan nasi tercampur merata.
  • Mampatkan  campuran nasi tersebut hingga ke bawah kantong plastik
  • Ikat kantong plastik. Sebelum diikat dengan rapat, masukkan pipa paralon kecil pada bagian mulut kantong plastik. Sumbat pipa paralon kecil yang di mulut kantong plastik dengan kapas (agar sirkulasi udara lancar dan tidak terkontaminasi).
  • Tempatkan pada ruang steril yang terhindar dari sinar matahari langsung dan guyuran hujan
  • Setelah 7 hari, trichoderma hasil produksi sendiri sudah dapat dimanfaatkan atau disimpan sampai waktu penggunaannya.

Baca juga :


Tanda-tanda pembiakan jamur trichoderma sudah berhasil
  • Tidak berbau busuk
  • Warna tidak gelap atau hitam (Jika hitam warnanya, berarti gagal)
  • Aromanya seperti hasil fermentasi, manis
  • umumnya ada yang bewarna putih, ada juga yang kuning muda, serta kadang-kadang      warnanya hijau tua

Cara penggunaan trichoderma pada lahan

Untuk penggunaan agens antagonis, yaitu trichoderma pada lahan tanam, harus dicampur dulu dalam pupuk kompos atau pupuk kandang. Dalam setiap 20-50 Kg pupuk kompos, campurkan trichoderma sebanyak 100 gram. Diamkan selama 2 minggu sebelum ditebar ke lahan.  Jika ingin melakukan semprotan, larutkan 100 gram trichoderma ke dalam 20 liter air.


Takaran trichoderma untuk pengomposan

Trichoderma dapat dijadikan dekomposer pada proses pembuatan pupuk kompos. Gunakan 1-2 kg trichoderma untuk bahan kompos sebanyak 1 ton. Ini artinya, selain menggunakan EM4, pengomposan ternyata bisa juga dengan biodekomposer trichoderma.


Itulah cara yang sangat mudah membiakkan jamur antagonis trichoderma. Dengan menguasai teknik pembiakkan trichoderma, maka Sobat tak harus membelinya lagi ketika membutuhkan agen hayati ini (tichoderma) untuk aplikasi pada lahan tanam.

Related Posts