--> Cara Membuat MOL Rebung Bambu dan Teknik Aplikasinya Untuk Tanaman | Pupuk Lahan

3 Januari 2019

Cara Membuat MOL Rebung Bambu dan Teknik Aplikasinya Untuk Tanaman

| 3 Januari 2019

Cara Membuat MOL Rebung Bambu -- Salah satu alternatif pupuk organik untuk tanaman adalah Mol rebung bambu. Sebab, rebung bambu mengandung sejumlah nutrisi, baik mineral, hormon, dan mikroorganisme lokal (MOL), yang dapat mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman.


Sungguh menarik tentunya, tetapi bagaimana membuat Mol rebung bambu? Membuat Mol rebung bambu tidak sukar. tidak mahal, dan tidak harus bergadang. Hanya dengan teknologi sederhana, Mol rebung bambu sudah jadi dalam waktu 15 hari. Mungkin yang sulit adalah mendapatkan rebung bambu karena tidak semua daerah tumbuh bambu.

Cara Membuat MOL Rebung Bambu dan Teknik Aplikasinya Untuk Tanaman



Mengenal rebung bambu

Walau sulit mungkin untuk mendapatkan, tetapi sobat pasti sudah mengenal rebung bambu, bukan? Apalagi, teman-teman yang berdomisili di daerah pedesaan, yang namanya rebung bambu sudah tidak asing lagi. Sebab, populasi bambu banyak terdapat di tepi sungai atau sekitar hutan.

Rebung bambu ini adalah tunas yang masih muda. Ia keluar atau tumbuh dari akar bambu dan biasanya berdekatan dengan bambu yang sudah tua. Bentuknya seperti kerucut, berambut halus dan umumnya berwarna cokelat kulitnya.


Rebung bambu bisa untuk sayuran dan Mol

Karena kandungan gizinya dan rasanya yang lezat, rebung bambu bisa juga dimakan dalam bentuk olahan sayuran. Makanya, tidak mengherankan jika di pasar-pasar tradisional kadang-kadang ada yang menjual rebung bambu untuk sayuran.

Nah, manusia saja suka karena banyak nilai gizinya, apalagi tanaman. Ini sudah tentu rebung bambu cocok sekali untuk dijadikan Mol atau pupuk organik cair sebagai nutrisi tanaman. Mol yang amat bagus karena mengandung unsur hara, vitamin, hormon dan bakteri pengurai yang menguntungkan tanah dan tanaman.


Mengapa ingin tau membuat Mol rebung bambu?

Walaupun mungkin sudah pernah mendengar betapa bagus Mol rebung bambu, namun ada banyak alasan bagi teman-teman mengapa masih  ingin mendalami tentang cara membuat Mol rebung bambu.

Pertama, belum mengerti sama sekali cara membuat Mol rebung bambu. Kedua, bingung dengan komposisi bahan-bahan untuk campurannya. Ketiga, sudah pernah coba membuat, tapi gagal. Bukannya bau tape, tapi bau busuk yang muncul setelah difermentasi. Keempat, sudah membuat, tapi tidak mengerti cara aplikasi untuk tanaman.


Prinsip membuat Mol rebung bambu

Baik, akan sobat temui penjelasan satu per satu dalam artikel sederhana ini. Sebenarnya, prinsip pembuatan Mol rebung bambu adalah adanya bahan organik berupa rebung bambu dan glukosa sebagai sumber energi awal mikroba, dan mikroorganisme lokal sebagai dekomposer. Jadi, ada rebung bambu, mikroorganisme lokal dan tambahan gula saja sudah bisa untuk menghasilkan Mol rebung bambu.

Mengapa dalam pembuatan Mol rebung bambu ditambah bahan-bahan lain ke dalamnya? Betul sekali, pada pelaksanaannya, banyak teman-teman yang menambahkan aneka bahan organik lain selain rebung bambu seperti air cucian beras, air kelapa, ragi, sayuran, dan sejumlah bahan lainnya.

Bahan-bahan tambahan itu tidaklah wajib, tetapi boleh-boleh saja. Sebab, semakin banyak variasi bahan organik akan meningkatkan kualitas Mol rebung bambu yang dihasilkan.

Dengan menambah beberapa bahan organik lain sebagai campurannya, maka Mol rebung akan kaya dengan unsur hara makro dan mikro, ada aneka ragam mikroorganisme pengurai, dan semakin komplek dengan vitamin dan hormon-hormon pertumbuhan seperti auksin, sitokinin, dan giberelin.


Penyebab gagal dalam membuat Mol rebung bambu

Proses fermentasi rebung bambu dikatakan berhasil jika aromanya seperti aroma tape. Kalau berbau busuk, ini berarti ada yang tidak benar dalam proses pembuatannya. Penyebab gagal disebabkan karena beberapa hal, yaitu :
  • Rebung bambu dan bahan organik lainnya tidak dicuci sampai bersih sebelum membuat Mol
  • Proses fermentasi terkontaminasi dengan udara luar atau wadah fermentasi tidak tertutup dengan rapat
  • Gas-gas yang terbentuk di dalam wadah fermentasi tidak dapat keluar sehingga munculnya bau tidak sedap dan membuat temperatur media meningkat

Apa kandungan Nutrisi rebung bambu?

Banyak sekali petani cerdas yang memanfaatkan bahan-bahan organik di sekitar untuk pupuk tanaman. Ini tidak lain karena terdapat sejumlah nutrisi untuk pertumbuhan dan produktivitas tanaman

Para peneliti sudah menemukan bahwa di dalam rebung bambu terdapat kadar protein dan C-organik yang tinggi. Rebung bambu mengandung hormon giberelin. Hormon ini merupakan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman.

Selain itu, rebung bambu mengandung sejumlah vitamin seperti vitamin A, B6, E dan lainnya. Bahkan, kandungan mineral pun ada, yaitu fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg),sodium (Na), seng (Zn), besi (Fe), dan beberapa zat lain yang bermanfaat untuk makanan tanaman.

Yang paling menakjubkan ada mikroorganisme lokal (Mol) pada rebung bambu seperti Azotobacter dan Azospirillum yang berperan dalam mengurai dan menyuburkan tanah. Keduanya punya kemampuan mengikat N. Inilah yang membuat rebung bambu bagus sekali untuk dimanfaatkan menjadi MOL.


Mikroorganisme Lokal (Mol)

Beberapa peran mikroorganisme lokal (Mol) pada rebung bambu dapat dilihat seperti berikut ini, yaitu :
  • Sebagai Dekomposer ; akan berperan dalam merombak atau mengurai bahan-bahan organik sehingga tersedianya unsur hara makro dan mikro dan bahkan memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah.
  • Sebagai pestisida/Biofungisida/Agen hayati ; pengendali penyakit tanaman karena MOL akan menjadi parasit bagi jamur merugikan tanaman
  • Sebagai Biofertilizer ; bisa berfungsi sebagai pupuk organik atau pupuk hayati karena mampu menyediakan hara untuk tanaman sehingga dapat menyuburkan tanah dan meningkatkan produksi tanaman.

Membuat MOL rebung bambu

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, dalam membuat Mol rebung bambu memerlukan bahan-bahan campuran agar proses fermentasi berjalan lancar dan sempurna. Di  dalamnya ada glukosa, karbohidrat, dan bakeri.

Ada sejumlah pilihan bahan organik dan mikroorganisme yang dapat ditambahkan agar Mol rebung bambu yang dihasilkan berkualitas dari sisi nutrisinya. Bahan-bahan organik yang bisa ditambahkan ke dalam rebung bambu seperti air kelapa, air cucian beras, kulit pisang, sisa buah-buahan, nenas, ragi tape, sayuran tauge, bonggol pisang, dan masih banyak lagi.


Baca juga ini :


Agar tidak menjadi pusing dalam memikirkan banyak bahan-bahan yang harus disiapkan, kita buat Mol rebung bambu yang sederhana saja. Sederhana, tapi sudah mewakili untuk pembuatan Mol. Memang intinya semakin banyak variasi akan semakin bagus produknya. Itu nanti bisa Anda praktikkan sendiri.


Alat-alat untuk membuat Mol rebung bambu :
  • Jirigen atau toples
  • Blender atau alat penghalus bahan lainnnya seperti lesung


Bahan-bahan :
  • Rebung bambu 1 buah (ukuran 1 kg)
  • Air cucian beras (air leri) 3 liter
  • Air kelapa 3 liter (kelapa usia +/- 6 bulan)
  • Molase atau gula merah/gula jawa +/- 2 ons

(Rebung sebagai sumber bakteri, air leri sumber karbohidrat, air kelapa sumber glukosa, dan gula merah juga sumber glukosa)


Langkah-langkah membuat Mol rebung bambu
  • Cincang/potong-potong kecil rebung bambu sehingga berukuran 2-3 cm
  • Cuci rebung bambu sampai bersih sehingga tidak ada lagi tanah atau zat pengotor lainnya yang lengket di rebung
  • Giling atau haluskan rebung bambu dengan menggunakan Blender. Sobat boleh juga menghaluskan dengan cara menumbuk pakai alu di dalam lesung. Semakin halus semakin baik dan cepat proses dekomposisi oleh bakteri
  • Masukkan semua rebung bambu yang sudah dihaluskan ke dalam jirigen atau toples
  • Masukkan juga air kelapa dan air cucian beras ke dalam toples yang sudah berisi rebung bambu, aduk hingga bercampur merata
  • Masukkan gula merah (gula merah larutkan dulu dengan air) ke dalam campuran bahan-bahan tersebut. Aduk hingga gula, air kelapa, air cucian beras dan rebung bambu bercampur merata. Gunakan pengaduk kayu.
  • Tutup jirigen atau toples dengan rapat
  • Buka jirigen setiap hari kira-kira 2 menit sambil diaduk-aduk dan tutup kembali. Ini bertujuan untuk membuang gas-gas yang terbentuk dan menghindari meledaknya wadah fermentasi he,,he,,😅
  • Mol rebung bambu sudah jadi pada hari ke-15 yang ditandai sudah tidak lagi terbentuk gas. Mol rebung bambu beraroma tape.

Tips


Sebaiknya pasang selang aerasi yang menghubungkan wadah fermentasi dengan botol yang berisi air. Dengan cara seperti ini, Anda tidak perlu mengontrol setiap saat karena gas yang terbentuk akan keluar dengan sendirinya.

Cara Membuat MOL Rebung Bambu dan Teknik Aplikasinya Untuk Tanaman
Instalasi Sederhana Membuat Mol 
Rebung Bambu. Dokpri


Cara aplikasi Mol rebung bambu untuk tanaman

Mol rebung bambu sangat bagus untuk mendorong pertumbuhan tanaman. Semua tanaman bisa dipupuk dengan Mol rebung bambu. Apalagi tanaman-tanaman seperti jahe, kunyit, kencur, padi, dan bawang merah, aplikasi Mol atau pupuk organik cair (POC) rebung bambu akan mempercepat pertumbuhan tunas, anakan, pembentukan umbi, dan juga tinggi tanaman.

Cara aplikasi Mol rebung bambu ada dua, yaitu dengan cara pengocoran dan penyemprotan. Kedua cara ini diterapkan agar memberikan pengaruh yang cepat untuk pertumbuhan tanaman.

Pengocoran ; larutkan 1 liter Mol rebung bambu ke dalam 10 liter air. Kocorkan ke tanaman dengan dosis secukupnya (200 – 250 ml/tanaman)
Penyemprotan ; Larutkan 100 ml Mol rebung bambu ke dalam 10 liter air. Semprot tanaman hingga merata terutama di bagian bawah daun karena di bagian tersebut banyak terdapat stomata (mulut daun).

Kapan dipupuk dengan Mol rebung bambu? Pemupukan dengan Mol rebung bambu sudah dapat dilakukan sejak umur tanaman 2 minggu setelah tanam.

Pupuklah tanaman dengan pengocoran sebulan 2 kali dan diikuti dengan penyemprotan seminggu sekali. Dengan dosis Mol rebung bambu dan waktu aplikasi yang tepat akan membuat tanaman tumbuh subur dan akan memberikan hasil panen yang tinggi.


Mol rebung bambu bisa untuk pengomposan

Selain untuk memupuk tanaman, Mol rebung bambu ternyata bisa juga untuk membuat kompos (pengomposan). Jadi, Mol rebung bambu menjadi alternatif penggunaan EM4 dalam penguraian bahan-bahan organik pada pembuatan pupuk kompos.

Cara penggunaannya, larutkan 1 liter Mol rebung bambu ke dalam 5 liter air. Siramkan ke tumpukan bahan-bahan yang akan dikomposkan.

Itulah ulasan singkat tentang cara membuat Mol rebung bambu yang bisa menjadi pupuk organik cair (POC) untuk tanaman.

Dengan cerdasnya membuat Mol rebung bambu sendiri, maka akan menghemat biaya untuk kebutuhan pupuk sebagai suplemen organik tanaman. Bahkan, sobat bisa produksi Mol rebung bambu untuk komersial, tapi harus terdaftar di instansi berwenang agar ada legalitasnya.


Baca juga ini :


Tips memupuk dengan Mol

Lakukan pemupukan dengan dosis rendah, tetapi sering dipupuk, misalnya seminggu sekali atau seminggu 2 kali. Hindari sedapat mungkin penggunaan pupuk dengan dosis tinggi karena dapat terganggunya pertumbuhan tanaman.

Related Posts